Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Sampai Hotel


__ADS_3

"Hidup di sini sepertinya irit banget ya, mobil lo juga kecil seperti hadiah dari makanan ringan saja Rika," canda Andhini setelah duduk di samping Erika dan Erika memasang sabuk pengaman di pinggangnya. Begitu juga Andhini.


"Hus! sembarangan aja lo. Di sini punya mobil bukan orang kaya tapi orang yang banyak keperluan, bukan perkara praktis dan mudah malah ribet tahu, selain lebih nyaman nggak punya mobil karena angkutan umum lebih nyaman dan mendapat prioritas cari parkirnya juga biaya parkirnya sangat mahal karena pemerintah menyarankan untuk menggunakan fasilitas umum yang lebih memasyarakat tinggal pilih mau ke mana, tinggal sebut mau ke mana, rute mana semua sudah ada, mau kereta api bawah tanah transportasi darat dan udara sangat memadai dan tersedia di sini," tutur Erika begitu jelas memberi alasan kalau fasilitas umum lebih mudah dan praktis ketimbang punya mobil pribadi.


"Oh ya, gue lupa kalau ini Australia, hehehe ..." tawa Andhini.


"Lupakan dulu tinggal di rumah besar mewah lo di sana kalau hidup lo mau praktis, cuci pakaian di laundry antar jemput, makanan pesan setiap kita lapar, bersihin hunian kita panggil petugas khusus kita tinggal renang masuk kamar sudah bersih dan beres lagi, dan masak hanya jadi hiburan santai kita di akhir pekan nona Andhini," tutur Erika sambil mulai menjalankan kendaraannya di jalan mulus empat jalur kota metropolitan Melbourne Australia.


"Sangat siap semuanya Rika, sekaya apapun di negeri kita, di sini kita hanya pendatang sebagai penikmat, yang suatu hari nanti kita akan pulang dengan membawa kenangannya," jawab Andhini seakan biasa saja menangkap perubahan yang akan terjadi dengan dirinya dan Radit suaminya.


"Yups betul itu, jadi mulai kita hidup di sini dan beradaptasi dengan segalanya, berdua dengan yang di sayang itu lebih baik lupakan sejenak tanah air kita jelajahi negeri mimpi Australia."


"Kedengarannya asyik, apa sih Rika bedanya apartemen dan Kondominium?


"Kondominium itu berasal dari Italia yang merupakan gabungan dari kata con yang artinya adalah bersama-sama dan kata dominium yang mengandung arti kepemilikan. Jadi jika dilihat dari satu kalimat utuh maka yang dimaksud dengan Kondominium adalah suatu bentuk hak guna beberapa bagian dari suatu bangunan," jawab Erika sambil senyum melirik sahabatnya.


"Gue pikir sama aja kelihatan fungsinya, mau kondominium, apartemen, rumah susun, ataupun rumah petak," ujar Andhini.


"Jelas ada aturannya apa yang kita butuhkan di atur semuanya, hak guna pakai kalau Kondo, suatu saat bisa kita over atau jual pada orang lain kalau kita sudah nggak memerlukan lagi."


"Gue di mana-mana juga bisa tinggal asal bersama Mas Radit."


"Ceilaaaaa ... yang cinta mati, gue juga punya cinta kali!"


"Lo sudah pernah coba tinggal di semua itu, di mana yang cocok buat gue kira-kira?"

__ADS_1


"Gue rasa cocok di mana-mana juga, sudah gue coba yang paling cocok dan nyaman ada di hati pangeran gue Tommy! hahaha ..."


"Dasar lo!"


"Dhini, jika apartemen adalah hunian vertikal yang disewakan, walau akhirnya ada yang di miliki juga tergantung kebijakan pengelolanya, maka istilah kondominium merujuk pada unit yang dimiliki utuh oleh seseorang. Pemilik kondominium tidak memiliki hak atas tanah, atap dan lorong gedung yang ditempati, tapi mereka memiliki hak penuh atas unitnya saja begitu." Penjelasan Erika membuat Andhini membuat pilihan nanti sepertinya Andhini lebih memilih Kondo itu.


"Bebas tinggal pilih saja, mau di mana-mana juga, kondominium atau yang biasa disebut sebagai kondo berasal dari bahasa Inggris, yakni Con yang berarti “bersama” atau “bergabung” dan dominium yang bermakna “kepemilikan” atau “pengendalian”.


Berdasarkan asal-usul katanya, arti kondominium mengacu pada status kepemilikan dan bukanlah jenis tempat tinggalnya.


Meski begitu, banyak pula yang mengatakan bahwa kondominium adalah bentuk lain dari hak guna perumahan, atau yang biasa dikenal sebagai hak guna bangunan atas rumah susun.


Sehingga unit hunian dimiliki secara pribadi, sedangkan bagian lorong, lift, eksterior, kolam renang dan fasilitas lainnya adalah milik pengelola.


Di kalangan pegiat properti, kondominium dikaitkan dengan bentuk kepemilikan.


Pemilik kondominium tidak memiliki hak atas tanah, atap dan lorong gedung yang ditempati, tapi mereka memiliki hak penuh atas unitnya.


Bahkan mereka berhak melakukan apapun terhadap unit tersebut, baik menjual atau menjadikannya sebagai hunian sewa.


Karena kondominium memang difungsikan untuk dijual, pengelolaan hunian pun dilakukan lebih profesional oleh pihak manajemen.


Perbedaan lainnya adalah, kondo biasanya memiliki furnitur yang sudah lengkap, atau biasa disebut sebagai unit fully furnished.


Kondominium banyak diincar oleh masyarakat yang ingin berinvestasi properti, karena unitnya dapat disewakan atau dijual kembali.

__ADS_1


Sedangkan apartemen digunakan sebagai tempat tinggal seseorang yang berencana menetap di satu tempat selama beberapa waktu saja.


"Gue rasa biar tenang pilih kondo saja, kayak gue sama Tommy sekalian lo bisa investasi lama-lama harga pasti akan naik terus."


"Yang pasti asal dekat rumah sakit, gue merasa tenang dan tak menempuh perjalanan jauh saat mau konsultasi sama checkup, nggak stres duluan di jalan."


"Gue mengerti tuan puteri, makanya lo nggak sia-sia andalkan gue buat atur semuanya, sekarang ke hotel saja dulu lo istirahat kalau lo sudah siap bisa lihat-lihat kondominium yang sudah gue pilih."


"Siap tergantung guide saja ya Mas Radit?" jawab Andhini sambil melirik ke belakang.


Raditya lagi tidur entah hanya memejamkan mata saja, walau perjalanan kata Erika hanya akan memakan waktu 15 menit saja dari Bandara.


Mobil belok ke arah hotel berbintang Erika memarkir mobil dengan perlahan, Andhini dongak ke atas melihatnya, mulai sekarang kehidupannya akan selalu berhubungan dengan gedung-gedung mencakar langit.


Harapannya Andhini ingin tinggal di rumah biasa satu rumah lengkap tapi betapa sulitnya mencari rumah yang seperti itu di Melbourne selain mereka akan tinggal di kota metropolitan Melbourne yang begitu strategis dengan rumahsakit tujuan utama mereka.


Rumah biasa mungkin ada, tapi mencarinya harus lebih ke pinggiran kota yang begitu jauh dari pemukiman metropolitan, selain akan lebih menyulitkan, terlalu jauh mencapai tempat usaha yang sudah Erika survey.


Andhini sama Raditya keluar mobil menyusul Erika yang berjalan ke lobby, bicara sama resepsionis.


Mengambil kunci dan memberikannya pada Andhini


"Yuk kita cek kamar hotelnya," ajak Erika, mereka berjalan melalui lift diikuti dua orang roomboy yang membawa koper-koper mereka.


Masuk kamar yang lumayan luas dengan segala fasilitas yang di sediakan, Erika memberikan tip pada dua orang room boy yang membungkuk setelah memasukkan koper ke stalam kamar.

__ADS_1


"Silahkan tuan sama nyonya, ini kamar ada di lantai 20, nomor kamarnya ada di kartu kuncinya, bisa melihat pemandangan sebelah timur kota Melbourne kalau malam hari, bersenang-senang dulu karena gue ninggalin anak sama lakik pertemuan kita sampai di sini dulu, kulkas biasanya sudah ada isinya buah dan lainnya, kalau lapar tinggal jalan ke belakang turun dari lift cari makanan di lantai dasar atau bisa jalan sedikit sambil cari angin, ini alamat kondo gue, no telephon gue masih yang itu, sekarang gue izin pamit dulu besok pagi kita mulai start apapun keinginan lo berdua gue antar! jelas?"


****


__ADS_2