Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Berdamai lah Kak


__ADS_3

"Kak, kenapa semuanya jadi begini? ada apa dengan Kak Radit? bisa tidak menyelesaikan masalah yang ada jangan malah tambah merembet ke mana-mana?" tanya Rahadian di hadapan Raditya Kakaknya.


"Apa maksud Kamu? Kamu lagi! datang dengan pertanyaan aneh Aku juga sedang pusing Kamu malah seperti menyudutkan Aku begitu, maksud Kamu masalah yang mana?" jawab Radit malah balik tanya pada Adiknya.


"Kak Andhini itu sekarang sedang hamil, kenapa Kakak malah meragukan dan menuduh selingkuh segala? bagaimana perasaan Kak Andhini? sudah tertekan selama ini dengan permasalahan soal nikah siri Kakak dalam perjanjian, coba Kakak berpikir sekarang dengan baik berpihak lah pada Kak Andhini! jangan malah seolah mengabaikan," jawab Rai dengan emosi. Rai merasa tak terima kalau Andhini yang dirinya cintai dan Kagumi selama ini tidak bahagia dalam pernikahannya.


"Apa kamu bisa meyakinkan Aku kalau Andhini benar tidak pernah selingkuh selama kami menjalani pisah ranjang? bagaimana membuktikannya? Kamu jangan hanya bisanya menyalahkan Aku Rai! coba kalau masalah ini ada di diri Kamu bagaimana penyelesaiannya menurut Kamu heh?" semprot Radit pada adiknya Rahadian.


"Aku akan bertanya pada hati dan diri sendiri, kalaupun Kak Andhini ber-selingkuh pasti ada alasannya! tetapi kalau masih ada cinta itu menurutku tak mungkin. Aku tetap akan mempertahankannya karena Aku yakin seorang Kak Andhini memiliki cinta yang begitu besar terhadap Kak Radit melakukan hal itu untuk apa? datang ke sini untuk program kehamilan mempersiapkan segalanya sampai buka usaha dan sekarang malah sukses tak terkira, segalanya menurutku sukses besar karena Kaka Andhini orangnya ikhlas dan kini Kak Andhini hamil, tapi gagal meyakinkan Mas Radit suaminya sendiri! merelakan Mas Radit menikah dengan Karina demi keutuhan rumah tangga, coba pikirkan betapa niat dari hati Kak Andhini begitu tulus, tapi saat yang ditunggu tinggu datang Kak Andhini hamil malah di tuduh selingkuh kalau memang mau selingkuh kenapa tidak dari dulu? mungkin kesal sama Kak Radit iya, tapi seratus persen menurut pandanganku dan pengakuan Kak Andhini sendiri mereka hanya berteman, Kak Andhini merasa ada teman curhat seputar masalah pribadi yaitu tentang anak, itu yang Aku dengar dan Aku yakini dari ucapan dan sorot mata kejujuran Kak Andhini padaku juga pada Mbak Erika." Panjang kata-kata Rai seolah menusuk hati Radit yang tetap pada keegoisan dengan prinsipnya dan menurut pandangan luar saja.


Kata-kata adiknya sanggup membuat Raditya bungkam menyadari semuanya memang iya tapi keegoisan hatinya tidak bisa ditolak juga bisa rubah, kurang lebih dua minggu pisah ranjang telah memunculkan pandangan lain di mata Radit, rasa benci pada dokter itu tak pernah hilang, kalau tidak ada apa-apa di antara mereka kenapa mereka bertemu bisa sampai pelukan apa mereka telah mengadaptasi adat Barat melakukan hal-hal yang di luar batas?


"Sekarang maunya Kak Radit bagaimana? Aku tidak dalam kapasitas mewakili Kak Andhini, itu hanya pertanyaan pribadiku saja sebagai saudara dan adik, tetapi Aku lebih cenderung menyalahkan Kak Radit dalam hal ini dan membenarkan Kak Andhini terlepas dari segalanya. Aku hanya ingin melihat Kak Andhini bahagia dalam pernikahannya itu saja cukup membuat Aku juga bahagia." ucap Rai lagi, karena melihat Radit hanya diam dan mungkin berpikir.

__ADS_1


"Sebenarnya Aku juga ragu kalau Andhini berselingkuh tetapi dua minggu Aku tidak menyentuhnya tiba-tiba dia datang dengan kabar kehamilannya, jelas Aku kaget dalam hati apa itu Anakku? jujur Aku juga bukan orang baik banyak memanfaatkan kesempatan bersama Karina saat waktu dengan Andhini banyak masalah, bahkan banyak mencuri waktu bersama Andhini Aku lewatkan bersama Karina saat Andhini begitu sibuk dengan pekerjaannya, karena Aku merasa itu juga hak Aku sebagai suami Karina," ucap Radit sedikit melunak.


"Pokoknya Aku ingin melihat Kak Radit kembali baik-baik lagi sama Kak Andhini, Aku tidak mau mendengar ada masalah lagi karena sebentar lagi Aku ditugaskan untuk memberitahukan kepada kedua orang tua kita kalau Kak Andhini sekarang sedang hamil, bayangkan kebahagiaan orantua kita dan orangtua Kak Andhini mungkin mereka langsung bertolak ke sini."


Raditya menarik nafas dalam harusnya itu adalah menjadi momen yang paling bahagia di dalam hidupnya, tetapi di tengah permasalahan yang seperti sekarang ini Radit sendiri merasa bingung dengan apa yang harus dilakukannya.


"Kapan Mbak Karina perkiraan melahirkannya? apa semua sesuai rencana? mungkin masalah usai setelah Mbak Karina lahiran dan memberikan Anaknya pada Kak andhini dan Kak Radit bercerai, Aku akan tenang meninggalkan kalian di sini hidup dengan damai, membesarkan Anak-anak kalian nanti." Kata-kata Rai sebenarnya begitu masuk di hati Radit tapi sepertinya untuk berdamai dengan Andhini nanti dulu juga Ada sedikit keinginan yang belum di sampaikan pada Andhini meminta waktu mundur setelah Karina lahiran walau alasan itu tak masuk akal dan tak akan di terima Andhini


"Kemarin Aku bicara sama Andhini, kalau bisa Aku meminta waktu mundur barang satu bulan untuk bercerai dengan Karina, demi perasaan seorang Ibu, Karina ingin melihat dulu perkembangan Anaknya baru mungkin pulang nanti," sahut Radit sambil matanya menerawang jauh terbayang wajah manis Karina yang pernah di peluknya hangat, memberikan segala yang belum pernah di sentuh laki-laki lain selain dirinya, senyum malu tapi begitu menantang saat bermain, semua begitu menggoda, dan Radit seperti tak siap kehilangan.


"Astagfirullah, Kak? pasti Kak Andhini tak akan mengizinkan! jangan mencari masalah lagi semua itu begitu menyakiti hati Kak Andhini, harusnya Kak Radit meminta maaf, biar Kak Andhini merasa tenang menjalani kehamilannya," ucap Rai begitu dewasa dalam berpikir dan melihat permasalahan.


"Pokoknya kita lihat saja perkembangannya, kurang dari satu bulan lagi Karina akan melahirkan, apakah dia akan ikhlas memberikan bayinya kepada Andhini? atau malah sebaliknya? Aku melihat Karina begitu sayang dengan Anaknya semua diluar kendalinya sebelum Karina menikah denganku dan kini hamil, Mungkin perasaannya dulu biasa saja, tapi kini setelah ada pertalian dengan anak dalam perutnya semua orang mungkin berubah," ucap Radit seperti membela Karina.

__ADS_1


"Itu adalah bagian dari resiko perjanjian. Bukankah Karina akan menyerahkan bayi kepada Kak Andhini bukan kepada orang lain? kan Kak Radit bapaknya sepertinya semua itu perlu diluruskan kembali kalau ada kecenderungan Karina tidak akan memberikan bayinya, masalah akan bertambah panjang."


"Iya, kami menikah dalam perjanjian tapi semua bisa berubah," ucap Radit datar.


"Menurutku Karina cukup dewasa saat menandatangani perjanjian itu, jadi semua itu bisa dipertanggungjawabkan, kecuali Mas Radit sendiri yang tak ingin menceraikan Karina! Nanti di situ Aku yang akan ambil peranan di mana seharusnya Aku berada saat masalah itu muncul!" ujar Rai tegas, Radit mengatupkan rahangnya, merasa tak suka Rai begitu membela Andhini istrinya.


Rai bangkit meninggalkan Radit di ruangan belakang minimarket nya, Radit masih saja duduk di sofa. Disitu masih terbayang dirinya pagi dan sore bersama Karina memadu cinta tanpa bosan sampai Karina hamil dan di istirahatkan sama Andhini.


Tak ada kata puas kalau semua sudah di mulai, semua begitu menantang dan menagih bagi keduanya, lupa kalau pernikahan mereka hanya sebatas perjanjian.


*******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2