
"Sampaikan Mas! kalau dalam waktu satu minggu terhitung dari keluar rumah sakit itu tak menyelesaikan masalahnya Aku mulai jadikan kasus masalah ini," ujar Andhini menggertak, mungkin bersabar dari kemarin kemarin kini saatnya dirinya juga memperlihatkan punya marah, punya ketidak setujuan dan sekaligus punya kebencian.
Apalagi kini sudah menyangkut harga dirinya betapa tidak ada harganya dirinya di hadapan Karina, dirinya yang mengangkat derajat Karina mensejajarkan dengan dirinya tetapi sekarang malah seakan memakan jantungnya sendiri, menggerogoti hatinya dengan keinginan di luar kelaziman semua begitu mencabik harga dirinya, jelas dan terang terangan meminta suaminya di tukar dengan Bayinya.
Kesepakatan macam apa yang ambil Karina? tindakan tanpa perhitungan seakan dirinya sendiri yang punya aturan.
Karina yang hanya seorang perawat dianggap mulia pada awalnya sama Andhini lanjut dihargai setinggi-tingginya bisa disejajarkan dengan dirinya dijadikan madu dengan dianggap sebagai Adik karena Karina dengan rela mau memberikan hidupnya untuk keutuhan keluarganya tetapi kini setelah semua dijalani berakhir dengan sangat menyakitkan bagi Andhini.
"Sabar Sayang, pelan-pelan kita selesaikan. Ini maslah memalukan jangan sampai semua tembus pada keluarga kita," jawab Radit sambil mengusap lengan Andhini kelihatan masih kesal saja.
"Aku tidak main-main mulai sekarang pada siapapun termasuk padamu Mas, tidak cukup hanya percaya dan yakin terhadap seseorang pada akhirnya semua meleset dari kenyataan juga pada Mas Radit sendiri Aku memang mencintai Mas Radit dengan sepenuh hati ku sampai Aku merelakan Mas Radit menikah dengan Karina karena rasa sayang dan tak ingin kehilangan tetapi kalau timbal baliknya Aku diperlakukan tidak adil Aku juga bisa berontak dan mengambil tindakan sendiri," ucap Andhini seakan dirinya memperlihatkan punya potensi punya kelebihan punya power dan juga daya tarik yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh siapapun termasuk suaminya sendiri.
"Dhini Sayang, maafkan Aku semua karena tindakan bodohku, Aku hampir saja terjerumus lebih jauh padahal itu yang membuat hidupku seakan terpuruk," jawab Radit sekan menyesal selama ini begitu memperhatikan Karina dengan lebih padahal itu hanya jerat dan kepuasan sesaat saja.
"Mas telah menyadarinya, sama denganku menilai salah, selama ini Aku juga salah menilai seorang Karina, Mas perlihatkan rasa sesal itu selesaikan masalah itu sampai Karina bisa pulang lagi ke Indonesia dan Bayi itu jadi bagian keluarga kita," ucap Andhini begitu tegas menyampaikan keinginannya.
"Baik Andhini! walau tidak di pinta juga Aku sudah bertekad akan mencari Karina sampai bertemu dan bisa di ajak diskusi dan memberikan Anak itu padamu, tapi tolong percayalah dan maafkan semua kekhilafan Aku selama ini," jawab Radit begitu memperlihatkan keseriusannya.
"Aku tidak mau tahu lagi bagaimana caranya, bawa Karina datang ke hadapanku biar dia sadar diri selama ini yang Dia jalani hanya pernikahan diatas kertas atas persetujuannya, Aku tidak memaksa sama sekali semua disetujui dan ditandatangani atas dasar kesepakatan bersama kalau sekarang melenceng dari keadaan dan persetujuan itu sendiri terpaksa Aku akan mengambil tindakan hukum atas pencemaran nama baik dan penipuan!" Andhini masih saja dengan amarahnya.
__ADS_1
"Enak saja dia bicara kalau Aku menolak apa yang di disampaikannya tadi akan ada permintaan alternatif lainnya, hidupnya penuh dengan negosiasi sedangkan yang dihadapi dia adalah Aku yang selalu konsekuen dengan semua perjanjian terhadap siapapun baik dalam bisnis dan juga urusan hati."
Radit merasa malu di hadapan Istrinya sendiri, istrinya yang telah memberinya kesempatan dan pelajaran kesetiaan dalam hidupnya sementara dirinya begitu jelas terbius oleh pesona Karina.
Radit memeluk Andhini yang duduk membelai perutnya sendiri, ada rasa bersalah yang begitu besar dalam hati Andhini telah mengeluarkan kata-kata kotor, kata-kata marah, kata-kata kesal dan gelisah padahal dirinya ingin memberikan sesuatu yang sangat berarti bagi buah hatinya kedamaian ketentraman dan kenyamanan sejak ia berada di dalam perutnya apalagi nanti setelah lahir.
"Aku janji Sayang. Kita mulai dari hari ini, dan Aku perbaiki semuanya," jawab Radit perlahan.
Radit meminta izin Andhini mau bertemu Rahadian Adiknya, dan Andhini mengangguk sambil menatap serius wajah suaminya.
Radit memeluk dan sedikit mengecup bibir Andhini, lalu membelai perut Andhini dan menciumnya juga sebelum memakai mantel tebal yang bergantung di kapstock belakang pintu kamar.
Radit keluar pintu dalam pandangan Andhini.
Pagi di musim dingin tidak begitu terasa tapi kalau mulai siang dan sore apalagi malam membuat semua orang malas beraktivitas di luar rumah, seperti juga Radit kalau Istrinya tidak sedang marah tak ingin keluar tempat tinggalnya enaknya berdua sama pasangan bikin kusut seprai dan bikin keringatan. Tapi semua berhubung soal tanggung jawab Radit akhirnya ke kantor juga bertemu Rai di sana.
"Kak Radit datang juga, semua rekapan belanjaan di ekspedisi telah Aku kirim, gimana ada kabar Karina Kak?" tanya Rai mukanya kelihatan begitu khawatir. Saat Radit mulai diduduki setelah membuka mantelnya.
"Bu Erika coba panggil kita diskusi di sini tanpa Andhini!" jawab Radit sambil menggosokkan kedua telapak tangannya karena dingin.
__ADS_1
Rai sigap memanggil Erika dan keluar dari ruangan sebelah dengan diikuti Erika di belakangnya.
"Rika, Rai sebelumnya Aku minta maaf pada kalian karena selama ini terutama Aku telah merepotkan dan melibatkan kalian dalam urusan rumah tangga kami, dan kali ini Aku sadar ternyata selama ini Aku salah langkah, Aku terbius oleh ego sendiri dan pesona Karina padahal Karina hanya memanfaatkan dan mempermainkan perasaan Aku selama ini," ucap Radit dihadapan Rai Adiknya dan Erika sahabat Andhini sekaligus kepercayaan Andhini dalam bisnisnya.
"Kini bantu dan tolong Aku meyakinkan Andhini kalau Aku sudah menyadarinya, Aku terlalu keji dan tega pada Istriku sendiri selama ini dengan tuduhan perselingkuhan dan seakan tidak mengakui meragukan Bayi yang ada di dalam kandungannya, padahal semua itu adalah perasaan pembelaan diriku yang selama ini salah." Kata-kata Radit jelas di fahami oleh Rai dan Erika.
"Kedua kita cari solusi bagaimana supaya Karina bisa datang dan mau pulang sehingga Andhini, Aku, dan Karina bisa bersama menyelesaikan semua ini. Mungkin hanya itu yang akan membuat Andhini tenang dan sekaligus mempercayaiku lagi, jujur secara talak Aku telah menjatuhkan dan menceraikan Karina walaupun tidak di depannya tetapi Aku yakin itu adalah ucapan dengan perasaan yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya kalau Aku ingin menceraikannya dan nanti setelah berhadapan dengan Karina mungkin itu akan diikrarkan lagi," ucap Radit dengan pasti.
"Maaf Kak Radit, Apa Kakak telah menjatuhkan talak pada Karina biar Aku sama Bu Erika menjadi saksi juga?"
"Ya, kira kira begitulah, Kini Aku sama Karina tidak boleh lagi bersentuhan itu bukti permintaan maafku pada Andhini," jawab Radit dengan keseriusannya.
"Oke Mas Radit Aku pegang omongannya dan Aku sama Rai jadi saksinya, sekarang gimana Karina, masih belum memberi tahu di mana Dia berada?" ucap Erika yang sebenarnya tak sabar mendengar kabar selanjutnya.
"Tadi ada saat Aku telephon sempat menyampaikan keinginannya tetapi karena Andhini yang menjawab Dia langsung menutup telepon dan sampai sekarang mematikan ponselnya. Intinya Dia mau menyerahkan Anaknya pada Kami tapi tak mau di cerai tetap mau Aku nikahi, Andhini menolak mentah mentah semua itu, malah marah tak terkendali."
*******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1