
Aku harus bicara sama Kak Andhini, Aku harus menemuinya entah di mana pun dia berada. Mungkin Kak Andhini telah mencium gelagat tak beres Kak Radit yang begitu busuk berselingkuh di belakang Kak Andhini.
Rahadian telah sepakat dengan Vira kalau dirinya akan tinggal sementara waktu di dekat tempat tinggal Vira yang pasti bukan Hotel tetapi semacam hunian kost-kostan bisa juga untuk keluarga kecil yang memilih hidup dengan cara sederhana.
Rahadian memasukkan pakaian dan semua perlengkapannya ke dalam koper dengan cara asal, melempar begitu saja, pikirannya begitu mengambang pada Kakaknya yang barusan tertangkap basah benar-benar di depan mata kepalanya sendiri. Pikirannya terbagi kepada Kakak iparnya Andhini yang merasa terdzolimi sama Kakaknya sendiri.
Kurang ajar banget Kak Radit berani bermain gila begitu di dekat tempat tinggalnya sendiri.
Apa yang ada di otak mesumnya itu? kurang apa Kak Andhini?
Rahadian yang begitu kagum akan hubungan Kakaknya kini mulai luntur sudah.
Andhini yang begitu dirinya kagumi karena, karena kecantikannya juga kepintaran dan kemandiriannya tapi kenapa Kakaknya sendiri begitu menyia-nyiakan?
Pernah terbersit pikiran Rahadian apakah dirinya juga mencintai Andhini? tapi perasaan itu buru-buru Rahadian tepis sendiri, karena sesuatu yang tak boleh dan tak mungkin juga.
Kini mendapatkan kenyataan seperti ini begitu tak terima hatinya. Ingin rasanya mencaci maki Kakaknya sendiri dan bertanya yang sebenarnya terhadap Karina apa yang diinginkan dari merusak rumah tangga orang lain?
Karina yang selama ini dirinya curigai tidak menyangka sedikitpun kalau Karina adalah seorang pemain dengan Kakaknya sendiri. Kecurigaannya memang sangat beralasan. Rahadian melihat kalau Karina banyak hal yang di sembunyikan terakhir mau sarapan bareng nyatanya pergi begitu saja nggak menunggunya padahal sebelumnya mereka janji Rahadian akan ke hotel dulu membersihkan diri, tapi pas di datangi lagi Karina sudah tak ada di situ.
Dari situ sudah banyak kecurigaan walaupun jauh dari sabgkaan yang sebenarnya yang kini terjadi. Tadinya Rahadian hanya menyangka Karina adalah seorang wanita penghibur dengan memanfaatkan teknologi mengundang orang untuk datang ke tempat huniannya.
Ada apa dengan Karina kini terjawab sudah, bahkan mungkin Karina tahu duluan kalau Rahadian adalah adik dari Raditya.
__ADS_1
Kenapa Kakaknya bisa terjerat? Apa Karina di bawa dari Indonesia sebagi selingkuhannya tanpa sepengetahuan Andhini? atau bertemu di sini? Siapa Karina sebenarnya?
Memang dunia begitu terasa sempit dan kecil kalau sudah dikait-kaitkan, Apa yang di cari Kak Radit selama ini? Kak Andhini yang begitu cantik jauh diatas Karina, strata sosial cukup tinggi secara pendidikan mereka orang intelek apa kelebihan seorang Karina kalau harus dibanding dengan Kak Andhini memang tidak ada apa-apanya.
Rahadian mencari figur perempuan yang seperti Andhini tapi sampai saat ini belum menemukannya, walau tak harus sama tapi minimal mendekati dari mulai kelembutannya, kecantikannya juga pintar penuh cinta dan penyayang.
Tetapi nafsu dan godaan mengalahkan segalanya. Radit terbius oleh Karina, siapa Karina? sungguh suatu yang harus di ungkap.
Semua kejadian yang telah dilihat Rahadian di depan mata kepalanya sendiri telah merubah image dan pandangan tersendiri terhadap Kakaknya Raditya. Juga kepada Karina sendiri yang tadinya begitu simpatik ingin menolong dekat dan bersahabat kini semua berubah menjadi kebencian.
Rahadian mengumpulkan semua kopernya terdiri dari tiga semuanya sudah rapi masuk ke tiap-tiap koper tinggal Rahadian menuju front office Hotel check out dan memesan taksi online menuju ke minimarket dulu di mana Vira berada.
****
"Aku kenal dengan tidak sengaja Mas pertama satu lift waktu naik, dan pertemuan selanjutnya ya begitu selalu tidak sengaja di tempat makan dia sama Vira sudah ada Aku di situ Aku tak bisa menghindar karena sudah berkenalan di pertemuan pertama, walau awalnya Aku sudah mengira kalau Mas Rahadian adalah adik Mas Radit yang mesti kita hindari itu.
"Kenapa begitu kebetulan terus sekian banyaknya orang di sini kenapa dunia ini begitu dekat dan sempit?*
"Mungkin karena kita tinggal begitu dekat Mas, maafkan Aku Aku tak mengira akan terjadi hal yang seperti ini Aku tak tahu harus berbuat apa mungkin Aku harus pindah Kalau memang itu yang terbaik menurut Mas Radit juga Nyonya Andhini," jawab Karina menerangkan.
"Sekarang saja Aku sudah banyak masalah Rina, gara-gara Aku tidur di sini dua malam itu, Andhini marah padaku dan pergi entah ke mana, sepertinya dia marah besar tidak mau bertemu dulu denganku, sejak pagi Aku pulang sudah tak mendapatkan Andhini Aku menjadi cemas."
"Kenapa Nyonya mesti marah? bukankan Aku juga istri Mas Radit? harusnya lebih ikhlas saat aku hamil karena nanti juga dia yang akan memiliki anak ini." jawab Karina seperti tak merasa bersalah sedikit juga.
__ADS_1
"Kesalahan kita adalah keluar dari perjanjian yang telah di sepakati sejak awal, Kamu mencuri waktu kebersamaan Aku bersama Andhini itu salah! Aku sendiri tidak bisa berlaku adil tidak bisa konsekuen dengan janji terutama dengan waktu."
"Sudahlah Mas, semua sudah terjadi, telephon saja Nyonya sekarang siapa tahu ponselnya sudah aktif, atau mungkin dia mengabari teman dekatnya Erika kalau sudah dapat kabar Mas bisa istirahat di sini ada Aku yang menemani." ucap Karina sambil mencium dan memeluk Radit dengan manjanya.
"Iya Rina, Aku memang capek banget, ide kamu memang ada benarnya juga mungkin jam berapa Aku tadi menghubungi Andhini, tapi sampai jam sebelas tadi Aku telepon Erika masih belum ada khabar."
Kalau Mas Rahadian nanti juga akan mengerti, Aku akan bantu Mas Radit memberi pengertian kalau semua ini adalah keinginan Nyonya Andhini."
"Iya Rina, makasih ya."
Sama-sama Mas Sayang, Aku bikin minum dulu ya tenangkan dulu pikiran Mas, jangan kemana-mana dulu sebelum tenang dan dapat ide apa yang akan dilakukan."
Radit tersenyum sambil menatap Karina yang semakin berisi dengan kehamilan yang mulai kentara.
Datang dengan satu cangkir minuman hangat Karina duduk memepet Radit yang pikirannya kalut, dengan usapan dan belaian juga gesekan dadanya Karina begitu ingin memberi momen istimewa setiap pertemuan mereka.
Dengan perlahan Karian meraih tangan Radit dan menempatkan di perutnya, dengan tersenyum Radit mengusapnya lalu mencium perut itu tangannya tanpa di suruh merambat ke bagian atas yang begitu ranum dan ke bagian lainnya.
Seorang laki laki tak bisa menolak apa yang di suguhkan wanita, walau dalam keadaan kalut pun, selalu tak tahan ingin menuntaskannya.
*****
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1