Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Permintaan Karina


__ADS_3

Jam satu siang telephon Radit berdering, seperti melompat saja Radit langsung menyambar ponselnya, satu nomor baru dan tak dikenal menghubunginya Radit yakin itu adalah Karina.


Andhini juga Erika mendekat ingin mendengar apa yang di bicarakan, antara Radit dan si penelepon.


"Mas Radit, maafkan Karina ya, Karina bingung harus bagaimana langkah selanjutnya, Sekarang Karina sudah ada di satu tempat Bayinya aman dan sehat. Mas, Karina merasa tak rela melepas Bayi ini mungkin terlalu menyayanginya, sampaikan maaf pada Nyonya Andhini," ucap Karina di ujung sambungan telephon.


"Rina, semua bisa di bicarakan, tak bisa hanya dengan menyampaikan kata maaf sebenarnya apa maumu? maksud kamu itu apa?" tanya Radit berusaha lembut.


Karina diam sesaat, malah Radit yang menyambung bicaranya.


"Di mana Kamu sekarang berada? Rai lagi ke kantor ketenagakerjaan karena mungkin Kamu di bawa Ros ke sana atau ke tempat lain di mana sekarang?" ucap Radit bertubi-tubi, bertanya lagi di mana dan dimana.


"Biar Aku istirahat saja dulu dan tenang sambil menunggu Aku pulih dengan sempurna, yang penting Aku sama Bayiku baik-baik saja," ucap Karina dengan perlahan.


"Karina! dimana Kamu itu? Aku bisa melaporkan Kamu dan Ros kalau begini! tinggal sebutkan saja di mana biar Aku yang jemput ke sana! jangan berpikir yang aneh-aneh juga jangan seperti mempermainkan kami semua seperti ini!" Radit bicara dengan nada kesal dan kelihatan mulai marah.


"Masa Mas mau melaporkan istri dan anak sendiri? yang benar saja?" ujar Karina dengan nada tanpa merasa bersalah, telah membuat semua orang khawatir terutama dengan Bayinya.


"Iya Aku tahu, tapi di mana Kamu berada biar Aku yang jemput, Di mana Ros? biar Aku bicara sekarang, sepertinya Ros yang telah meracuni otak Kamu sehingga seperti begini!" jawab Radit seperti tak sabar dengan keadaan ini ingin segera bertemu Karina bertanya yang sebenarnya menyelesaikan semua duduk bersama menyelesaikan permasalahan mereka.


"Kak Ros ada, pokoknya jangan salahkan Dia ini semua kemauanku, Aku berada jauh di luar Melbourne naik kereta cepat sampai sini. Aku sudah merencanakan semuanya Mas, pikiranku berubah apalagi setelah melihat putraku," ucap Karina merasa biasa saja.

__ADS_1


"Ya ampun Karina Kamu sadar tidak apa mau Kamu? katakan saja biar kami pertimbangkan dan kami pikirkan! kenapa harus seperti ini apa Kamu punya tuntutan? katakan saja dan bawa Bayi itu pulang ke sini atau Aku yang jemput!" Radit seperti hilang kesabarannya.


"Aku menginginkan Mas Radit! dan tak ingin cerai," ucap Karina begitu jelas.


"Apa?"


"Ya, Aku menginginkan Mas Radit!"


"Maksud Kamu apa?"


Klik!


Deg! dada Andhini langsung berdesir hebat, mukanya berubah panas sampai ke hatinya, duduk dalam diam menyatukan rahangnya karena merasa begitu marah.


Jelas di pendengarannya kalau Karina menginginkan Mas Radit, maksudnya seperti apa? apa Mas Radit dikasih pilihan kalau menginginkan bayinya Mas Radit jangan menceraikannya?


Karina begitu licik dan sekaligus sadis memanfaatkan keadaan dan menikam seseorang yang memberinya makan memeliharanya dengan kasih sayang pada akhirnya menggigit juga, bahkan menikam dan memanfaatkan dengan kebodohannya.


"Ayo Mas bicara! semua sudah jelas kedengaran apa maunya tuh Si Kaina? kini Aku jujur katakan kalau Aku sudah muak dengan semua tingkah lakunya. Aku tidak perlu negosiasi lagi dengan orang bodoh, Dia sekarang kalau ingin membatalkan perjanjian ini jangan bermacam-macam batalkan perjanjian ini silakan bahwa bayi itu kembalikan semua materi yang pernah Aku beri, hitung semuanya dari awal dia datang ke sini! Aku siap mendatangkan pengacara bila perlu, batal berarti semua kembali, masalah Mas Radit silahkan pilih mau Aku apa pembantu yang tak tahu diuntung itu? Aku tidak perduli ingin semua usai sampai di sini!" Andhini marah dengan sebenarnya melempar guci keramik dan menendang apa saja yang ada di dalam ruang tamu itu seperti orang yang kesurupan.


"Sayang, sabar. Semua belum dibicarakan kita perlu diskusi bareng-bareng kita tunggu sampai Karina bisa bicara berhadapan dan bisa duduk bersama dengan kita tidak ada penyelesaian dalam jarak jauh seperti ini," Radit memeluk Andhini dan berusaha menenangkan semua kemarahannya.

__ADS_1


"Jangan-jangan Mas Radit juga punya janji dengan Si Pembantu itu! Aku tidak perduli! pergi semua juga dari kehidupanku, biarkan Aku menikmati kehamilanku sendiri tanpa orang-orang munafik di sekeliling!" teriak Andhini menunjuk Radit yang duduk di sofa sebelahnya.


"Dhini sabar, semua akan ada penyelesaiannya." Erika berusaha menenangkan juga.


"Telah lama Aku sabar Rika! dari mulai awal semuanya berjalan Aku telah melatih diriku untuk tetap sabar dan ikhlas tetapi tambah ke sini mereka malah semakin mengujiku, Aku tetap berprasangka baik kalau semua ini akan berakhir dengan baik juga, tapi kini perkataan Si Karina malah melunjak dan memakan jantungku dengan mengatakan menginginkan Mas Radit. Aku tidak yakin semua itu keinginan Karina tapi ada yang mengompori demi keperluan tertentu!" Andhini semakin meradang saja.


Radit berusaha meyakinkan Andhini dan jangan mendengar semua ucapan Karina, kalau dirinya tidak ada janji apa-apa dengan Karina cuman satu kata yang benar di dengarnya saat mereka berdua perubahan perasaan Karina pada dirinya telah berubah itu jujur Karina katakan, dan tak ingin dicerai juga mengatakan jatuh cinta dan tak ingin kehilangan, mungkin hanya itu tak disangka semua ini berawal dari rasa itu.


"Sayang, semua itu Karina katakan bukan atas keinginannya mungkin, semua ada yang menghasut, Aku tak mencintainya Aku hanya terbawa perasaan saja waktu masih bersamanya. Aku telah sadar dan ingin kembali seutuhnya padamu Sayang!" ucap Radit dengan nada kesungguhan di hadapan Andhini istrinya.


"Aku tidak percaya lagi dengan suamiku sendiri setelah selama ini banyak bohong dan memanfaatkan perjanjian ini, bahkan mengabaikan Aku, Samapi tega menuduhku selingkuh juga meragukan Anaknya yang sedang Aku kandung ini! Aku sudah tahu lama kalau Karina jatuh cinta sama Mas Radit tapi Aku berusaha tenang toh kalian masih terikat pernikahan, tapi kini setelah semua diambang selesai Karina malah mengatakan dengan sejujurnya dengan jelas juga begitu terbuka kalau Karina menginginkan Mas Radit! Jawabanku tidak! silahkan Mas pergi cari dan bawa Karina ke hadapanku biar dia mengatakan semua itu di depan ku dan kita selesaikan semuanya kalau dia punya tuntutan Aku juga punya tuntutan bahkan Aku akan meminta ganti-rugi!" Andhini bicara begitu lantang di hadapan Radit juga Erika, mungkin selama ini beban yang ada di dalam dadanya ingin dikeluarkan tidak menjadi uneg-uneg yang mengganjal.


"Sabar Dhini, Kamu itu lagi hamil untuk apa marah-marah? marah pada siapa? toh Karina tidak ada di sini, nanti kalau Dia datang silahkan bicarakan dan tanya apa maunya Dia," ujar Erika begitu bijaksana.


Radit duduk dengan membisu di ujung sofa, dengan sama menahan kesal entah pada siapa. Pada Karina? atau pada Andhini? atau juga pada dirinya? mungkin pada kenyataan yang membawanya pada permasalahan seperti sekarang ini.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2