Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Pulang


__ADS_3

"Karina! akhirnya Kamu datang juga, Aku menjemputmu sama Vira," ucap Rai sambil berdiri menghampiri Karina yang menenteng tas besar dan Ros mengendong Bayi di sampingnya.


"Ayo Mbak Karina biar aku bawakan tasnya," ucap Vira sambil mengambil jinjingan pakaian dari tangan Karina.


Ada sedikit rasa malu di muka Karina saat bertemu dengan Vira yang telah dirinya kenal sebelum tahu kalau dirinya adalah Istri siri dari Mas Radit.


Kini seakan semua terbuka dengan sendirinya, walau dulu Katina menutup-nutupi nya.


"Gimana perjalanannya lancar?" tanya Rai tanpa bertanya hal-hal lain yang membuat tidak nyaman diantara mereka.


"Lancar Mas Alhamdulillah," jawab Karina sambil melirik Ros dan Bayinya.


"Syukurlah, silahkan istirahat dulu sejenak sambil kita menunggu kereta yang akan kita naiki, gimana Dedeknya sehat?" ucap Rai lagi sambil membuka sedikit penutup gendongan Bayi itu.


"Sehat Mas, tapi mungkin baru adaptasi dengan cuaca, sedikit sedikit kayak gitu, tapi kata dokter itu tidak masalah bukan kekhawatiran yang terlalu membuat kita cemas itu adalah hal biasa katanya," ucap Karina walau setiap saat tetap dirinya cemas dengan keadaan Bayinya.


"Baiklah kita naik kereta yang akan datang kali ini, yuk hati-hati semuanya," ucap Rai begitu teliti dan perhatian pada semua rombongan kecilnya.


Ros naik duluan tanpa bicara apapun sibuk dengan pikirannya masing-masing, Rai duduk di samping Karina di sebelahnya duduk Vira dan Ros.


"Gimana keadaan Mas Radit Rai? Aku sungguh meminta maaf untuk semua kejadian itu Aku tak bisa melihat Mas Radit marah waktu itu tapi tak menyangka kalau Mas Radit nekad seperti itu," kata Karina seakan membela dirinya kalau kejadian itu adalah karena Mas Radit sendiri.

__ADS_1


"Mas Radit sudah mendingan dan berangsur membaik, mungkin hanya perlu istirahat lama untuk memulihkan semua luka dan patah tulang kakinya," jawab Rai sambil melirik Karina di sampingnya.


"Kapan Kira-kira Mas Radit bisa pulangnya Rai?"


"Mungkin minggu-minggu ini, semoga saja semakin sehat saja, menurut dokter istirahat di rumah lebih baik dan akan lebih mempercepat masa penyembuhan."


Samapai di stasiun Flinders Rai


turun juga Karina, Vira dan Ros mereka berganti mobil yang parkir di penitipan.


Karina merasa dirinya malu harus kembali ke kondominium yang selama kurang lebih satu tahun ini dirinya tinggali, terasa kembali mengorek dan membuka semua kenangan tentang pernikahannya dengan Mas Radit, tetapi Karina harus menelan sendiri rasa malu itu demi pengorbanan untuk melanjutkan keinginannya dan juga demi satu informasi nomor telepon Ibu Elyana untuk mencari tahu kabar dari Adik satu-satu Lila yang selama ini setiap waktu terus menghantuinya menjadi kekhawatiran yang tiada terbatas.


Dengan melakukan pulang Karina ingin menyelesaikan apapun yang akan menjadi penyelesaian akhir dari sebuah perjanjian pernikahannya.


Karina baru menyadari kalau selama ini dirinya hanyut dan terbuai semua ucapan yang tertuang dalam rencana Ros untuk dirinya, mungkin baik untuk dirinya tetapi bagi Mas Radit dan Nyonya Andhini itu bukan suatu hal yang penting mungkin bukan soal tuntutan uang yang diajukan pihak Karina tetapi lebih memegang janji dan konsekuen itu yang dipertahankan Karina sangat mengerti akan hal itu tetapi ucapan Ros terus saja mempengaruhi dan meracuni dirinya.


Karina sadar kini semua berakhir tidak sesuai harapannya semua melenceng jauh dari perkiraan Mas Radit kecelakaan dirinya kehilangan kontak dengan Adiknya sebentar lagi dirinya juga Ros dan Bayinya akan terlantar seandainya tidak ada sedikit negosiasi dan hubungan baik Rai yang menghubunginya.


Tapi Karina tak berani menentang yang seakan semua pendapatnya adalah benar, mungkin pulang dan dijemput Rai kali ini adalah hasil pertentangan dengan Ros yang tetap ingin mempertahankan pendapatnya tentang pengajuan negosiasi kompensasi 4 kali lipat itu walaupun sampai saat ini Karina tidak menjanjikan apa-apa pada Ros.


Kemarin sempat Karina dan Ros bersitegang Ros tidak mau pulang ke kondominium Karina, hanya selangkah lagi dan lagi hanya itu yang menjadi ucapannya, tetapi Karina sedikit berpikir dewasa apa yang akan dimakan untuk bisa bertahan hidup dan bisa bernaung seandainya dirinya tidak mengikuti apa kata Rai, Mas Radit juga Nyonya Andhini sedangkan Karina sendiri merasa dirinya adalah bagian dari tanggung jawab mereka.

__ADS_1


Makanya sampai saat ini Ros masih saja diam walau akhirnya ikut juga pulang mengikuti keinginan Karina kali ini.


"Ayo turun Dedek Bayi sudah sampai di tempat kita, baik-baik di sini ya," ujar Rai sekan Bayi itu bisa merespon apa yang di ucapkannya.


Karina mengambil alih gantian mengendong Bayi itu dan Ros memegang perlengkapannya di satu tas, mereka berjalan memasuki pintu lift diiringi Rai sma Vira.


Pertama Rai bertemu Karina di pintu lift itu ada rasa penasaran dulu itu tapi kini semua telah berubah ternyata Karina pernah menjadi Kakak iparnya, walau saat pertama mereka bertemu rasa penasaran di hati Rai takut Karina adalah seorang yang terisolasi dan memerlukan suatu pertolongan karena setiap bertemu mereka tidak pernah melihat karena dengan seorang pendamping saat makan sendiri saat jalan-jalan sendiri dan pulang melewati lift dan masuk ke hunian kondominiumnya tetap sendiri.


Rai mengantar Karina, Ros sama Bayi itu sampai pada tempatnya, hunian tetap bersih walau lama tak di tempati karena Andhini selalu menggunakan jasa home service setiap minggunya dan tempat Karina juga sama selalu tak luput di bersihkan juga.


Radit menelephon Andhini dan memberitahukan kalau Karina Ros sama bayinya sudah berada di huniannya kembali dan juga mengatakan kalau dirinya yang menjemput sama Vira, Andhini sedikit tertegun akankah dirinya memberitahukan Mas Radit sekarang? kelihatannya Mas Radit ingin segera pulang dan bertemu dengan Bayinya semoga saja semua itu membuat Mas Radit cepat pulih dan sehat kembali sehingga bisa secepatnya menyelesaikan permasalahan yang ada.


"Makasih banyak Rai, juga pada Vira kalian sudah ikut membantu meringankan beban kami mungkin untuk sementara tolong jangan ditinggal dulu bila Rai mau istirahat masuk aja ke hunian Kakak biar Vira bisa menemani bersama Karina dulu hanya untuk berjaga-jaga saja jangan sampai kembali terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Andhini merasa kalau mereka masih belum pas dalam berpikir dan dalam mengambil keputusan.


Andhini merasa kalau Karina pulang demi sebuah informasi nomor telepon bagaimanapun keluarga adalah segalanya apalagi mereka hidup bersama dari kecil mungkin sekarang berpisah sangat jauh dan baru pertama kali.


"Sepertinya kita satu pemikiran Kak Andhini Aku takut kegalauan hati mereka merubah cara berpikirnya kembali makanya akyu simpan Vira di situ dan Aku akan membeli makanan," ucap Rai meyakinkan Andhini dan menenangkan kalau sudah ada di situ masih bisa di perhatikan segala keperluannya terutama kebutuhan Bayi itu.


*******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2