
"Rajin banget walau kerja sendirian, boleh Aku temani hemght?" sapa Rai sampai di minimarket dimana dirinya biasa kerja bareng Vira. Datang dengan melongokkan kepalanya ke dalam terlihat Vira lagi beres-beres stok pajangan di rak berbagai macam barang kebutuhan skin care.
"Oh Mas, ah biasa saja, emang ini tanggung jawabku Mas, gimana Pak Radit sudah mendingan?" tanya Vira sambil tersenyum melihat siapa yang datang. Rai masuk sambil membuka mantelnya lalu menyimpannya di balik meja kasir dalam cantolan pajangan jas hujan.
"Jangan bilang Pak dong, nanti juga akan jadi Kakak Kamu panggil Kakak juga, sama kayak Aku, Kak Radit, lagian kok Dia yang di tanyain? bukannya Aku, tanya gimana khabarnya gitu?" ucap Rai kelihatan lucu cemberut di depan Vira.
"Ih, ngapain tanya kabar Mas, kan Mas sudah kelihatan di depan mataku nggak usah di tanyakan lagi, lagian Aku merasa risih masa belum apa-apa main panggil Kakak sama Pak Radit seperti kepedean saja, malu lah Mas," sahut Vira merasa itu semua tak pantas baginya. Memanggil seorang atasannya dengan panggilan Kakak.
"Oh, jadi diantara Kita harus ada apa-apa dulu ya? seperti apa kira-kira?" jawab Rai sambil menarik tangan Vira ke hadapannya.
Vira merasa gelagapan perasaan yang diucapkannya biasa saja sebagai alasan pribadinya, tapi mengerti apa yang dimaksud Rai.
"Mas, nanti ada orang, jangan!"
"Apa kamu tak merasakan kangen beberapa hari tak bertemu, pasti bohong itu!" ucap Radit sambil menatap wajah yang di rindukannya.
"Oh, eh Aku sibuk belajar dan diskusi beberapa hari ini, jadi Aku sedikit terbagi pikirannya, kangen sih mungkin iya tapi ada kesibukan yang mengalihkan," ucap Vira bicara realistis.
__ADS_1
"Tapi Aku tidak! sesibuk apapun dan tegang apapun yang Aku alami kemarin kemarin tetap kalau kangen tak bisa di alihkan," ucap Rai menarik lengan Vira lebih dekat lagi dan kini mereka sudah tak berjarak lagi.
"Ya sudah, maunya Mas apa?"
"Aku mau kamu!"
"Mas jangan di sini, nanti kelihatan orang kita malu," jawab Vira sedikit mendorong tubuh atletis itu.
"Aku tidak malu, tapi Aku kangen sama Kamu," ucap Rai sambil menyentuh bibir mungil itu dengan perlahan.
Selalu ada rasa galau kegelisahan di hati Vira, tentang dirinya, juga tentang kepatutan walaupun pada dasarnya cinta tidak memandang harta dan tahta tetapi lebih ke sadar diri siapa dirinya.
Vira merasa kalau hidupnya hanya biasa-biasa saja juga latar belakang keluarganya yang sangat sederhana berbanding terbalik dengan keluarga Rai Pak Radit dan juga Ibu Andhini, Vira tak ingin memupuk perasaan cinta tetapi pada akhirnya semua hanya jadi mimpi dan kandas begitu saja setelah tahu keadaan keluarganya walaupun pada dasarnya Mas Rai tidak punya pikiran seperti itu tetapi apa orang tua mereka juga bisa mengikuti keinginan Mas Rai?
Pesona Rai memang tak bisa ditolak, tampan dan postur tinggi membuat Vira merasa kerdil di hadapan Rai. Juga Ada pesona lain di diri Rai yaitu status sosialnya yang membuat semua wanita begitu akan terpana, tapi tidak bagi Vira, semua malah membuatnya ciut dan terus meyakini semua rasa di hatinya kalau semua akan baik-baik saja.
Memang bukan tanpa alasan kalau Vira merasa rendah diri, keluarga Subrata orangtuanya Mas Rai dan Pak Radit di adalah pebisnis nasional di Indonesia sedang keluarga dirinya hanya keluarga biasa saja mungkinkah mereka bisa bersanding?
__ADS_1
Kenapa Rai bisa jatuh hati pada dirinya? yang sebenarnya Vira juga mengaku kalau sejak awal bertemu sudah jatuh hati dan kagum pada pribadi Rai, Rai datang ke Australia hanya ingin berlibur merasa kangen sama Kakak juga Kakak iparnya begitu mudah bagi seorang Rai pergi kemanapun dan yang Vira tahu sejak awal ke sini juga Rai nginep di hotel dan ke sini-sini setelah berkenalan dengan Vira baru menyadari kalau tinggal di hotel itu adalah pemborosan dan setelah memutuskan untuk ikut bekerja dulu dan mereka sepakat memadu cinta akhirnya Rai pindah juga kost seperti Vira tak jauh dari Vira tinggal.
"Kenapa diam? merasa juga ya? kalau kita saling kangen, boleh lah sedikit mengobati rasa itu, ucap Rai setelah melepaskan pagutan di bibir Vira.
"Sudah dulu Mas, Aku nggak enak nanti ada pelanggan yang belanja ke sini, dikira kita mesum nanti," ujar Vira merasa takut dengan segala yang di lakukannya.
"Hahahaha... kalau di kira mesum kita di nikahkan paksa Aku akan merasa senang Vira!" Jawab Rai seperti benar begitu merasa serba kebetulan
"Hus! ngaco aja kalau bicara, sudahlah jangan kemana-mana itu Pak Radit kapan bisa pulang dan bisa istirahat di rumah Apa lukanya tidak terlalu parah?" tanya Vira mengalihkan
"Ya begitulah belum tahu cuman kata dokter katanya lumayan harus istirahat agak lama paling Kak Andhini yang kasihan pasti kesepian saat Kak Radit tak berdaya!" jawab Rai sambil melepaskan pelukannya kalau dirinya tahu ada seseorang masuk ke minimarket nya.
*******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1