
Karina begitu bingung dengan langkahnya, semua serba ragu, tapi teringat janji Kak Ros yang akan memperjuangkan dirinya setelah melahirkan dengan janji akan mengajak Karina bekerja dan mengurus semuanya.
Timbul kepercayaan Karina dan mulai berpikir apa sebaiknya yang harus dilakukannya.
Mencari perlindungan selain keluarga Mas Radit dan Nyonya Andhini di sini minimal Karina punya seseorang yang bisa dipercaya, jadi Karina mulai menanamkan kepercayaan kepada Kak Ros dan Ros juga memberi keyakinan penuh kepada Karina kalau semuanya akan berjalan seperti rencana mereka berdua.
Sebenarnya Karina tidak tahu siapa itu Ros, yang pasti Ros datang ke Australia sebagai TKW yang sudah berangkat ke sekian kalinya Dia berasal dari negeri Jiran Malaysia, pandai bicara dan mengambil hati Karina menimbulkan kepercayaan pada diri Karina kalau Ros adalah seseorang yang bisa membantunya dan berhati mulia. Karina hanya tahu dan kenal di sini karena soal pekerjaan Ros yang di peruntukkan bagi dirinya sekedar menemani Karina sampai melahirkan.
Ros janji akan mengajak Karina ke kantor tenaga kerja dan mengajukan kerja juga sebagai TKW biar bisa dekat dengan Anaknya nanti setelah lahir seandainya tidak dicapai kesepakatan dan keluar dari perjanjian yang ada mungkin Ros akan membantu memikirkan trik lain sehingga Karina bisa meluluskan keinginannya minimal Karina mendapat keuntungan dengan perjanjian yang diperbaharui atau meminta imbalan lebih dari apa yang telah dijanjikan sejak awal.
Walau agak ragu Karina telah menyetujui dan terjadi kesepakatan antara Ros dengan Karina mereka berdua telah merencanakan akan menuntut sesuatu setelah Karina lahiran dan serah terima Anak terhadap Nyonya Andhini.
Intinya Ros yang akan mengatur hidup dan langkah Karina. Yang pasti Karina menurut Ros harus mendapatkan keuntungan besar, kalau bisa mengeruk harta majikannya yang kata Karina kaya luar biasa di Indonesia.
Karina mengikuti apa yang disarankan dan diucapkan Ros jalan-jalan keluar beli yang Kamu mau, senangkanlah hatimu karena semua itu akan mendatangkan pikiran yang enteng dan senang jangan bebani pikiranmu dengan semua permasalahan yang ada, karena semua harus dijalani dengan otak yang tenang.
Karina berjalan ke arah minimarket tempat dulu dirinya kerja, mau membeli segala keperluannya, tapi selebihnya hanya berjalan-jalan sambil merefresh pikirannya menyenangkan hati dan perasaannya mengatur langkah ke depannya bagaimana seharusnya dan sebaiknya yang dirinya lakukan, walau semua telah sama-sama saling setuju telah mengatur langkah bersama Ros tetapi masih terbersit dalam pikiran Karina keraguan tetapi paling kalau semuanya tidak berjalan sesuai rencana mungkin Karina tinggal mengikuti perjanjian saja semua selesai sudah.
Kini di minimarket itu hanya Ada Rahadian dan Vira yang menangani dan melayani, Karina pura pura mencari kebutuhannya datang ke situ sekedar berbincang dengan Vira pegawai baru yang sudah lama juga kerja di situ sejak dirinya tidak bekerja lagi karena kehamilannya.
Bertemu Rahadian ada rasa bersalah di hati Karina, karena Karina tahu Rahadian tidak begitu suka kepada dirinya walaupun pada awalnya begitu simpati tapi setelah tahu kalau dirinya adalah istri siri dari Kakaknya Raditya. Rai walaupun masih bersikap baik tetap saja Karina melihat ketidaksukaan di roman muka Rai saat bertemu Karina.
__ADS_1
"Eh ada Mbak Karina, sehat Mbak?" ucap Vira yang tahu kini kisah Karian dari Rai kalau sebenarnya Karina adalah istri siri dari Kakaknya.
Vira menyalami Karina yang kelihatan agak kecapaian walau jalan begitu santai sampai ke minimarket itu.
"Baik Vira, cuma merasa agak berat saja kalau sudah besar begini, gimana lancar dan laris minimarket nya?" jawab Karina sambil melihat menyapu pandang ke seluruh ruangan dan satu pertanyaan yang ingin dirinya lontarkan yaitu tentang Mas Radit.
Tetapi keburu Rai datang dengan bawaan barang dari gudang untuk ditata di rak pajangan.
Rai merasa serba salah, Karina adalah orang yang menyita perhatiannya sejak Rai datang ke Australia karena Karina seperti menyimpan suatu rahasia yang ternyata setelah terbongkar semuanya adalah istri dari Kakaknya.
Bersikap sewajarnya adalah pilihan Rai, walau tidak suka itu sudah terjadi Karina adalah istri Kakaknya yang harus dirinya hargai seperti pada Andhini layaknya.
"Rai, Apa kabar? Aku mau cari keperluan, kalau ada cari minyak urut khas Indonesia tapi apa ya?" ucap Karina waktu melihat Rai mendekatinya, mendahului bertanya dan menyapa.
"Rai, Apa kamu membenci Aku? dan apakah Aku layak di benci?" ucap Karina seperti ingin mengambil hati Rahadian.
"Kenapa Mbak Rina bicara begitu? apa hak Aku membenci? toh semua sudah terjadi. Ada banyak hal yang perlu di pertimbangkan walau awalnya Aku tidak mengerti pikiran Kak Andhini sama Kak Radit sehingga mengambil keputusan seperti ini, kenapa mereka tidak begitu sabar kenapa Kak Andhini dan Kak Radit begitu terburu-buru memvonis kalau rumahtangga mereka tak akan punya Anak, usia mereka masih muda mungkin belum saatnya mereka diberi kepercayaan kenapa harus mengambil keputusan seperti ini? sedangkan buntut dari permasalahan dari keputusan yang mereka ambil pasti tidak sedikit," ucap Rai mengemukakan sedikit alasan kenapa dirinya kurang begitu suka pada kakaknya dan permasalahannya.
"Yang Aku tahu, mungkin tuntutan orang tua mereka yang begitu mengharapkan cucu dari pernikahan mereka sehingga Nyonya Andhini begitu nekat mengambil keputusan dan melakukan perjanjian bersamaku," jawab Karina sambil melirik Rai di depannya.
"Sebenarnya kita jangan terlalu berprasangka dulu, orangtua hanya berharap tapi pada kenyataannya semua balik lagi pada takdir masing masing, apa Kak Radit masih punya waktu sekarang kelihatan semakin sibuk saja setelah pembukaan supermarket yang baru itu?" tanya Rai pada Karina.
__ADS_1
"Jarang banget Rai, malah mendatangkan orang yang menemani ku setiap malam, tak apa mungkin sebentar lagi juga Aku sama Mas Radit akan bercerai, tapi kenapa semua itu begitu tak rela?" ucap Karina. Begitu kelihatan sedih.
"Kenapa Mbak Rina harus bilang nggak rela? bukankah semua itu sudah terpikirkan dari awal? cinta kalian hanya sebatas perjanjian hanya sebatas imbalan, harusnya pikirkan juga setelah semua itu di setujui." ucap Rai langsung pada permasalahan.
"Tapi Aku tak bisa membayangkan keterikatan dengan bayi yang ada dalam perutku, begitu ingin rasanya Aku dekat terus."
"Itu sebab akibat menurutku, jalani semuanya itu saranku. Tapi kalau Mbak Rina mengingkari perjanjian itu Aku rasa Kak Andhini sepertinya tak menyesal."
"Kenapa kamu bilang begitu Rai? bukankah Nyonya Andhini begitu mengharapkan seorang Anak demi merekatkan rumah tangga mereka dan demi orang tua mereka?"
"Itu hanya perkiraanku saja Mbak."
"Apa karena banyak masalah yang timbul karena pernikahan siri kami?"
"Aku tidak bicara begitu, cuman kemungkinan Kak Andhini tidak memperkirakan masalahnya akan sebesar ini," ucap Rai seperti ingin melihat sikap Karina
Karina diam, mungkin berpikir akan seperti apa nanti keputusannya saat bayi itu lahir.
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️
__ADS_1