Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Sesal Radit


__ADS_3

Menyadari keberadaannya ada di tempat tidur Karina Radit terjaga agak kaget, tubuhnya masih belum mengenakan pakaian.


Di sampingnya tidur Karina memeluk sebelah lengannya sama dalam keadaan tidak berpakaian, Radit menatap wajah Karina dalam lelap tidurnya, seorang gadis muda polos yang rela menjadi istri sirinya karena faktor keadaan.


Karina cukup cantik dengan  muka unik, Karina yang telah memberikan hidupnya untuk Radit juga untuk Istrinya Andhini begitu kasihan Radit melihat nasib dan perjalanan hidupnya.


Menjadi tulang punggung bagi adiknya juga untuk kehidupannya, ada hal yang harus di korbankan sampai perasaannya sendiri mau di nikahi secara siri dalam jangka waktu yang di tentukan tanpa rasa cinta dari dirinya. Itu faktanya kini permasalahan yang di mulai dari obrolan iseng Istrinya Andhini sama Erika temannya menjadi kenyataan, kini Radit punya dua istri dan satunya Karina istri sirinya yang tengah mengandung Anaknya.


Walaupun Radit tak bisa mencintainya dan memiliki untuk selamanya, ada rasa lain di hatinya walau itu bukan rasa cinta. Entahlah rasa itu begitu kuat seperti mengingat, ingin memperhatikan, memberi yang terbaik juga menjamin masa depannya.


Entah, sampai saat ini Radit tak bisa mencintai orang lain selain Andhini istrinya termasuk pada Karina istri sirinya, malah melihat Karina tidur di sampingnya sambil memeluk sebelah lengannya Radit merasa takut Karina jatuh hati pada dirinya. Itu semua jangan sampai terjadi hatinya harus seperti apa Radit tak bisa apalagi untuk memilih satu diantara kedua istrinya


Tak mudah bagi Radit mencintai seseorang secara instan, perlu kenal dan menyelami segala kebiasaan dan harus ada kesamaan dan kecocokan dalam berbagai hal seperti bersama Andhini.


Andhini tetap segalanya bagi Radit, menjaga hati dan cintanya itu satu kewajiban apalagi di mata orangtua dan mertuanya.


Menjalani perannya itu adalah kewajiban yang di peruntukkan bagi dirinya, atas kerelaan hati istrinya demi seorang anak.


Radit menggauli Karina hanya menginginkan anak untuk di persembahkan pada istrinya, sejujurnya tak ada cinta dan takut Karina mulai mencintainya, tapi Radit begitu menghargai Karina dari segala hal, baik pengorbanannya, kesediaannya menerima dirinya jadi suami sirinya, juga kesiapan akan segalanya menghadapai pernikahan dalam aturan, kehamilan dan beberapa bulan lagi akan melahirkan.


Radit mengusap kepala Karina, memindahkan anak rambut yang menghalangi wajahnya. Dengan selimut sedada terlihat lehernya begitu mulus dan jenjang. Radit tak ingin menyia-nyiakan kebersamaan mereka walau semua itu diawali dengan pertentangan dengan istrinya Andhini sehingga Radit ada di sini.


Radit menyadari keberadaan dirinya di sisi Karina malam-malam adalah salah tapi semua sudah terlanjur.

__ADS_1


Walau mulai membatasi kebersamaan menjaga ikatan batin dengan Karina juga bayi dalam kandungannya tapi Radit merasa Karina tempat ternyaman sekarang, jadi tempat menghindari pertentangan dengan istrinya Andhini walaupun Raditya sama Andhini berselisih paham baru sekarang menimbulkan emosi yang semakin meninggi tensinya.


Radit tak tega membuat Karina Bangun karena gerakkan tangannya, rasa simpatik bukan cinta yang di rasanya menimbulkan rasa kasihan yang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata, satu keinginan Raditya saat nanti semua usai ingin tetap menjaga dan melindungi dengan memberi kehidupan yang layak buat Ibu dari anaknya.


Radit rasa mungkin Andhini pun pasti tak keberatan, seandainya ingin menjamin masa depan kehidupan Karina selanjutnya.


Radit sadar kalau malam sudah lewat dari larut ingatan pada Andhini selalu membayang di pikirannya, tapi kalau pulang pasti Andhini sudah tidur dan mengganggunya, ingin Radit meminta maaf dan memeluknya menghadirkan kembali senyum di wajah cantik Andhini.


"Mas, sudah bangun?" sapa Karina sambil menaikkan selimut ke atas dadanya.


Radit melirik dan memandang wajah polos di sampingnya dalam jarak inchi.


"Aku salah Rina terhadap Andhini, Aku belum pernah marah dengan alasan apapun, tapi malam tadi Aku begitu kasar dan mungkin menyakitinya," ucap Radit penuh rasa penyesalan.


Karina diam, merasa serba salah apapun yang akan diucapkannya.


"Aku memakluminya Mas, jangan jadikan beban dengan permintaan maaf Mas Radit, Kalau Mas datang ke sini malam-malam Aku juga merasa bersalah dan melanggar semua yang telah di sepakati walau Aku kadang mengharapkan Mas Radit bisa menemaniku saat Aku sendiri dalam galau pikiranku."


"Tolong jangan katakan yang membuat Aku berat melakukannya dan membuat Aku harus memilih, kita jalani apa adanya."


Radit terdiam benar saja Karina mulai mengharapkan dirinya mungkin lebih dari yang di pikirkan Radit dan di takutkan Radit selama ini.


Walaupun Karina adalah seorang Ibu dari anaknya, tetap saja dalam pengakuan Radit Karina adalah seorang yang menyewakan tubuh dan rahim pada dirinya dan Andhini.

__ADS_1


Karina membiarkan Radit bangun dan meraih pakaiannya, mengenakannya lalu duduk di tepi tempat tidur sambil memandang jam dinding yang menunjukkan pukul 03:09.


Karina ikut bangun dan mengenakan piyamanya.


"Mas, mau pulang sekarang? Kalau boleh Aku kasih masukan nanti saja sudah siangan sebentar lagi," ucap Karina tangannya menyentuh tangan Radit. Radit diam hanya melirik saat Karina memeluk punggungnya dari belakang.


"Aku pikir juga begitu, kalau pulang malah mengganggu Andhini yang mungkin masih tidur, terlalu siang juga nggak enak di lihat orang walau semua orang siapa yang akan perduli dengan urusan orang lain? tapi secara etika itu kurang enak di pandang orang keluar dari kamar kamu pagi buta," jawab Radit masih dalam posisinya.


Karina melihat Radit hanya diam di peluk dari belakang semakin berani saja mengeratkan pelukannya dan mengalungkan kedua tangannya di pinggang Radit, merapatkan dada emouknya di punggung Radit dan tangannya pindah ke kedua paha Radit.


"Tinggallah dua jam lagi di sini Mas, Aku masih ingin bersamamu, entah tuntutan dari dalam perutku atau sugesti kehamilan Aku begitu ingin mencium wangi tubuh Mas Radit," ucap Karina mengungkapkan keinginannya.


"Maaf Rina, akhir-akhir ini Aku sibuk kalau siang tak bisa bersamamu, sekarang sudah ada karyawan yang membantu di minimarket membantu kamu karena Aku sibuk mempersiapkan pembukaan supermarket baru dan menata kantor untuk pelayanan dan penerimaan permintaan supply barang sehingga mengharuskan Aku selalu keluar dan berangkat pagi-pagi tidak menyamper kamu."


Radit mengusap perut Karina dari balik piyamanya, ada senyum di bibir mungil Karina.


"Aku harap kamu jangan jatuh cinta padaku Rina, karena semua akan menyiksa."


"Aku juga berusaha berpikir seperti itu Mas, tapi setiap waktu yang Aku pikirkan adalah Mas Radit, bayi dalam kandunganku juga Nyonya Andhini Aku mulai jatuh cinta sama bayi ini."


"Iya Karina, itu kodrat dan naluri seorang Ibu sama bayinya sudah sepantasnya dan seharusnya Ibu sayang anaknya, semua itu tak merubah segalanya walaupun bayi itu akan kami ambil dan diasuh kamu tetap Ibu kandungnya."


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2