Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Ungkapan hati Karina


__ADS_3

Radit memakai pakaian yang begitu licin dalam lipatan di atas tempat tidur lalu mengenakannya tanpa kata.


Mengambil dompet di saku celana yang teronggok di lantai dan menarik begitu banyak uang dolar Australia dan memberikannya pada Karina.


Karina menerimanya dengan mata kaget, tak di sangkanya Mas Radit memberikan uang sebayak itu.


"Kalau Ada apa-apa kamu jangan sungkan hubungi siapa saja yang bisa dihubungi, Jangan terpaku kepada Aku mau Andhini atau siapa saja yang sekiranya bisa punya waktu biar bisa menolong kamu dalam keadaan darurat," ucap Radit sambil memandang Karina yang mengangguk sambil tersenyum.


Dalam hatinya memuji ide Kak Ros yang memberinya peluang seperti yang dilakukannya sekarang ini, kalau dipikir-pikir jatah makan mingguan dan keperluan lainnya saja tak pernah habis, tapi Karina simpan dalam bentuk uang cash, juga uang diberikan sebagai kesediaannya menjadi istri siri Mas Radit masuk ke rekeningnya serta gaji bulanan yang utuh masuk ke rekeningnya Karina belum memakainya barang sedikit pun.


'Kenapa dari kemarin-kemarin tak Aku manfaatkan meminta uang lebih? toh Aku juga memberikan pelayanan lebih? itu pikiran Karina.


"Iya Mas, terima kasih. Di minum dulu minumannya, sayang Mas kalau nggak di minum mubazir.


"Iya, apa Ros baik orangnya? gimana kamu cocok sama Dia? kalau cocok dan minta diperpanjang setelah melahirkan tinggal ngomong saja biar nanti Aku perpanjang lagian sampai nanti Kamu pulih habis melahirkan siapa yang akan merawat mu?" ucap Radit sambil duduk di sofa lalu meminum minumannya.


"Iya Mas, Aku ikut apa yang terbaik menurut Mas Radit sama Nyonya Andhini saja, Aku cocok sma Kal Ros, tapi Aku mungkin begitu berat harus jauh dari Anakku nanti," jawab Karina menunduk.


Radit menarik nafas, "Apa permintaanmu padaku sebelum kita bercerai?" ucap Radit memegang bahu Karina, dan beralih jari Radit mengelus bibir Karina memainkan dan mengelusnya.


Karina diam berpikir keras ingin memberikan jawaban yang terbaik, pertanyaan dan permintaan yang selama ini sangat Karina tunggu dan saatnya sekarang ditanyakan Mas Radit. Karina ingin mengeluarkan permintaan seperti yang telah mereka sepakati bersama Kak Ros sebelumnya.

__ADS_1


"Aku ingin tinggal di sini setelah melahirkan nanti Mas, biar bisa melihat Anakku setiap Aku merasa kangen. Kalau Mas Radit sama Nyonya tak menerimaku bekerja lagi biar Aku mencari kerja sendiri," jawab Karina dengan pasti.


Hatinya tetap deg-degan menunggu jawaban seperti apa yang akan diucapkan Mas Radit.


Radit diam, jawaban Karina begitu mengagetkan dirinya tak disangka Karina akan menjawab seperti itu, Radit sepertinya bingung juga, menyetujuinya dan juga tak bisa menolaknya karena menyetujuinya harus meminta pertimbangan pada Andhini istrinya karena itu di luar dari perjanjian, tetapi kalau menolaknya itu adalah hak seseorang apalagi kalau tidak melibatkan dirinya setelah semua usai itu murni hak pribadi Karina dan itu adalah pilihan Karina sendiri.


"Rina, apa hanya pertimbangan soal Anak yang ada dalam pikiranmu sehingga Kamu memilih untuk tetap tinggal di Australia ini?" selidik Radit sambil bergeser duduknya dan merengkuh bahu Karina sehingga bersandar di dadanya, tangannya mengusap usap pangkal lengan Karina.


"Maafkan Aku Mas Radit, kalau Aku harus jujur Aku mencintai Mas Radit, kebersamaan kita selama ini telah menumbuhkan rasa lain di hatiku, yang tadinya Aku menganggap Mas Radit hanya seorang majikan dan Aku melakukan kewajiban atas dasar perjanjian, tapi Aku tak bisa bohong tumbuhnya Anak diantara kita telah menumbuhkan rasa lain di hatiku pada Mas Radit." Panjang ucapan Karina membuat Radit mengerutkan keningnya.


"Terimakasih telah mencintaiku Rina, walau itu salah. Tapi Aku juga tak bisa berpikir praktis Aku juga begitu berat kalau harus kehilangan Kamu yang selama ini memberikan warna lain di dalam hidupku, tapi untuk tinggal di sini Aku tidak memutuskan sendiri mungkin Aku perlu mempertimbangkan baik buruknya dan jelas kalau bicara sama Andhini pasti tidak akan setuju walaupun itu adalah hak Kamu dalam menentukan pilihan," jawab Radit membuat Karina tersenyum.


"Kalau bisa jangan ceraikan Aku Mas, biar Aku tetap bisa melayani Mas Radit setiap Mas Radit membutuhkan, Aku siap sedia memenuhi keinginan Mas Radit," ucap Karina semakin menenggelamkan kepalanya di pelukan Radit.


Setidaknya Karina telah membuat Mas Radit gamang dengan banyaknya masalah dan hadirnya anak di antara mereka semua itu menjadi bahan pertimbangan Mas Radit.


Radit memandang Karina yang masih saja diam, masih kelihatan keringat di keningnya.


Radit tersenyum, Karina yang telah memberikan kenikmatan pada dirinya dan kini mengandung Anaknya, rasanya tak tega kalau suatu saat harus berpisah.


"Rina, Aku masih berpikir semuanya, apalagi setelah kamu melahirkan nanti, Dan dua minggu setelah melahirkan kita harus berpisah, siap tidak siap kita harus mempersiapkan diri, tapi bila kemungkinan yang Aku pikirkan bisa kita lakukan misal Aku tetap tidak menceraikan kamu mungkin itu akan membuat kita bahagia, tapi bagi Andhini semua harus berakhir," ucap Radit menarik muka Karina sehingga Radit bisa mengecup bibir yang dari tadi di elusnya.

__ADS_1


"Kita nikmati saja kebersamaan kita selagi bisa, soal nanti kita pikirkan lagi, Radit yang telah lama tak bermesraan dengan Andhini karena banyaknya masalah diantara mereka dan bersama Karina juga karena Karina adalah permasalahan itu sendiri merasa begitu haus akan kemesraan, apalagi Radit sama Andhini ada kecurigaan setelah melihat dr Fadli memeluknya di pusat perbelanjaan itu membuat Radit merasa tidak bergairah pada Andhini tetapi pada Karina lah menumpahkan segala hasratnya.


"Mas nakal deh, memang tadi dua babak belum puas?" ucap Karina sambil tertawa kecil, merasa menang menguasai Radit kali ini.


"Kenapa memang nggak boleh?" jawab Radit sambil sesekali mengelus perut Karina.


"Boleh banget, mau semalaman juga, biar Kak Ros bisa istirahat dan libur kalau Mas kuat!" ucap Karina membiarkan Radit kembali merambah daerah sensitif di dadanya yang belum ber-pengaman.


Berdua melupakan banyaknya masalah diantara mereka juga yang dilakukan mereka, Karina begitu yakin kalau rencananya akan berhasil Mas Radit pasti tak akan menceraikannya, setiap saat pasti tak akan melupakan momen seperti ini dan pelayanannya tetap akan menagih Mas Radit untuk datang dan datang lagi pada dirinya.


Satu lagi Karina telah menyampaikan keinginannya untuk tetap tinggal di sini sehingga terbuka peluang dirinya bisa janjian dengan Mas Radit walaupun sudah bercerai nanti.


Keinginan kuat Karina memiliki Radit seutuhnya akan menempuh jalan panjang tapi semua harus bisa di lewatinya.


Satu-satunya jalan dengan pelayanan maksimalnya seperti sekarang ini, pantesan Nyonya Andhini sampai merelakan suaminya menikah lagi dengan dirinya karena tak ingin kehilangan suaminya yang begitu kuat dalam permainannya, Karina merasakan semuanya kini.


Terbukti Karina begitu menikmatinya dan tak ingin kehilangan juga.


*******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2