Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Perubahan, nikah malam ini!


__ADS_3

"Karina, kami akan mengantar kamu sore ini ke Panti sekalian kamu bisa pamit dan bicara baik-baik dan nanti Aku juga yang akan bicara pada Ibu Elyana karena beberapa waktu ke depan kamu ada dalam tanggung jawabku dalam pengawasanku dan Aku yang akan membawa kamu ke Australia."


"Iya, Nyonya," jawab Karina pendek.


"Satu lagi, Aku sudah berunding sama Mas Radit untuk memudahkan administrasi karena di Australia sulit untuk menemukan komunitas muslim walau ada tapi ini hanya untuk tidak lalu ribet urusannya, jadi kami berpikir sebaiknya Mas Radit menikahi kamu secara siri di Indonesia saja, sebelum kita berangkat ke Australia di pastikan Mas Radit sama kamu sudah menjadi suami istri malam ini di agendakan Mas Radit akan menikahi kamu, nanti kita berangkat bersama-sama," ujar Andhini menatap wajah Karina menanti reaksi selanjutnya.


Deg! malam ini juga? Karina hanya diam terpekur.


"Kenapa? semakin cepat semakin baik Aku sama Mas Radit tidak terlalu banyak waktu di sini, meninggalkan usaha yang mulai menanjak di Australia, sampai hari ini juga Aku sama Mas Radit belum berkunjung ke rumah orang tua, jadi rencana kami besok akan menginap di rumah orang tuaku mungkin satu atau dua malam dan besoknya kita bisa berangkat kembali ke Australia."


"S-saya siap saja Nyonya."


"Baik, Aku persiapkan segalanya sampai pakaian pun sudah Aku persiapkan. Siapkan mental kamu ya, hanya itu saja. Jangan khawatir semua akan Aku bimbing dengan sebaik-baiknya Akan Aku anggap kamu sebagai Adikku."


Karina hanya bengong masih saja belum percaya dengan apa yang di ucapkan Nyonya Andhini. Akan dianggap sebagai adik? seperti apa?


"Aku akan mengangkat derajat hidup kamu, sehingga kamu bisa standar dan setara dengan kami dalam hal apapun jangan khawatir. Mulai kamu sah menikah dengan Mas Radit Aku kasih fasilitas kamar depan yang di bawah itu jadi jadi kamar kamu, tidak usah tinggal di kamar belakang lagi satu itu dan saat nanti kita sudah tinggal di Australia kamu akan menempati satu kondominium khusus untuk kamu tinggal."


"Baik Nyonya." Karina semakin tak menentu saja hati dan perasaannya. Belum pamit sama Ibu Elyana juga Lila nanti malam dirinya akan menikah dan nanti akan diboyong ke Australia mengikuti perjanjian yang sudah ada, sungguh semua itu adalah mimpi yang seakan melambungkan dan merubah kehidupannya secara otomatis dan drastis antara nyata dan khayalan.


***

__ADS_1


"Jangan bersedih perpisahan hanya sementara, kebahagiaan juga harus ditebus dengan pengorbanan hati dan perasaan kita, Anggap Aku sebagai kakakmu kini," ucap Andhini sepulang dari panti di dalam mobil terlihat mata Karina masih sembab karena menangis sesekali mengusap air matanya entah seperti apa perasaannya.


Andhini memegang pergelangan tangan Karina yang duduk bersisian di jok mobil belakang.


Entah di bawa ke mana Karina tidak tahu arah menuju ke jalan mana Tuan Radit dan Nyonya Andhini membawa dirinya sepulang dari Panti.


Sampai di satu pelataran rumah yang lumayan cukup besar seperti lingkungan majelis ada mushola kecil di depan rumahnya mungkin kenalan Tuan dan Nyonya Andhini dan di sinilah mungkin dirinya akan menikah dengan Tuan Radit.


Andhini memberi kode kepada Karina untuk mengikutinya turun akhirnya mereka bertiga turun dan memberikan salam pada rumah yang begitu megah dan cukup besar mencolok di lingkungan sekitar.


Seolah sudah akrab tuan Radit dan nyonya Andhini mereka disambut begitu sopan dan dipersilakan duduk lalu mereka berbincang dengan obrolan yang sangat sederhana.


Andhini sama Radit masuk meninggalkan Karina di ruang tamu, cukup lama mereka meninggalkan Karina sendiri. Lalu datang seorang ibu-ibu muda yang tersenyum dan duduk di samping Karina lalu mengajak untuk mengganti pakaian masuk ke dalam ruangan satu kamar yang mungkin sudah disediakan.


Tak banyak tanya juga obrolan di antara keduanya Karina hanya didandani sederhana tapi tampak begitu anggun dan setelah itu dirasa semuanya selesai si Ibu tadi keluar sambil tersenyum pada Karina menyuruh untuk tunggu dan tinggal sementara di situ.


Karina memfoto dirinya setelah didandani sambil duduk masih di tepi tempat tidur kamar itu.


Namanya juga pernikahan rahasia pernikahan siri, pernikahan di atas perjanjian, mungkin seperti ini karena menjalani semuanya tanpa bisa punya seorang teman yang mengantar dirinya menuju gerbang pernikahan, karena semua telah diatur sedemikian rupa sehingga pernikahan ini menjadi pernikahan rahasia.


Harapan besar di hati karena hanya satu semuanya selesai. Karina telah memudahkan segalanya karena begitu mudah mengambil keputusan walaupun itu adalah hasil pemikiran terdalamnya setelah dipertimbangkan dengan matang tidak ada salahnya dirinya mengambil keputusan ini.

__ADS_1


Semua orang berhak atas pilihannya sendiri seperti apa, menentukan masa depannya mungkin Karina seperti ini, dan orang lain mungkin lewat caranya sendiri.


Selang beberapa menit Ibu yang mendandani Karina datang menjemputnya karena diajak ke suatu tempat seperti aula yang telah dipersiapkan dengan segalanya Mas Radit telah duduk duluan menghadap satu meja dengan Nyonya Andhini di belakangnya. Karina diantar duduk di sebelah Tuan Radit.


Tiba saatnya pernikahan ijab dan Qabul secara agama sah di lakukan dalam kondisi dan keadaan tertentu, Karina di tanya kesiapan menjadi useorang istri dengan tiga orang saksi-saksi di depannya, dan pernikahan di saksikan Nyonya Andhini sendiri.


Karina mengiyakan dengan mantap siap masuk pada keluarga Nyonya Andhini dan Tuan Radit, walau sekeping hati dari dalam lubuk paling dalam Andhini serasa lepas tetapi ini adalah pilihannya menjadi saksi di pernikahan suaminya sendiri dan telah menganggap Karina mulai detik ini adalah adiknya siap berbagi suaminya. Menjadikan Karina seorang madu demi satu tujuan yaitu memiliki anak dengan mempertahankan rumah tangganya sendiri.


Pertanyaan singkat Bapak Ustad tak terlalu begitu disimak Karina walau hatinya tetap sadar se-sadar sadarnya Karina hanya mengiyakan setiap pertanyaan karena hatinya sudah diniatkan taat pada perjanjian.


Saat Tuan Radit menyatakan ucapan terakhir dari ijab Qabul dengan ucapan kontan, dan dinyatakan tiga orang yang hadir dengan ucapan sah! Andhini memeluk Karina dengan setetes air mata harapan yang begitu besar dan Karina mencium tangan Radit juga tangan Andhini dengan keringat dingin dan tangan bergetar juga airmata yang begitu hadir tak diundang mewakili perasaannya.


'Ananda Karina Hapsari, kamu sekarang sah menjadi istri saudara Raditya Mahardika Subrata' Kalimat terakhir yang Karina dengar dengan sadar saat Ustad mengatakan itu, juga saat Andhini memphoto beberapa kali momen itu.


Semua sudah di lewati dengan berbagai perasaan masing-masing entah seperti apa perasaan Andini entah seperti apa perasaan Raditya dan juga perasaan Karina sendiri saat ini.


Hanya kira-kira 15 menit semua beramah tamah dan Akhirnya ada satu tanda tangan di bubuhkan di surat yang menyatakan Antara Tuan Raditya dan Karina telah sah menjadi suami istri.


Sepanjang perjalanan pulang tak ada satupun yang bicara Raditya Andhini ataupun Karina semua serba membisu, inilah pilihan Andhini dan Radit hanya mengikuti semuanya.


Bahkan sampai rumah pun masih tetap kaku dan begitu belum terbiasa seperti suasana saat ini, terutama Karina sendiri.

__ADS_1


Datang langsung ke belakang dan mengurung diri dalam kamar, dengan pikiran tak menentu hanya satu keinginannya ingin segera melewati malam ini dan berganti esok hari sehingga Karina bisa melewati hari-hari dengan terbiasa.


******


__ADS_2