
Walaupun Karina menolak Andhini tetap membawa Karina berobat ke dokter langganan keluarganya.
Karina melihat Tuan Radit seperti orang yang bingung begitu jarang bicara dan dingin pembawaannya membuat Karina begitu canggung dan begitu malu entah seperti apa sikap yang harus diperlihatkan pada dirinya.
Sedang Karina begitu ingin tahu karakter yang sebenarnya seperti apa Tuan Radit itu? apa hanya karena mereka berdua belum begitu kenal atau memang seperti itu pembawaannya?
Kalau suatu saat menjadi suaminya apa akan seperti itu terus sikapnya?
Karina bukannya mendapat kesimpulan dan keyakinan hatinya tetapi malah tambah bingung untuk menentukan satu pilihan antara ya dan tidak sebagai jawaban dari semua penawaran Nyonya Andhini juga karena tidak tahu atas dasar apa suami istri itu malah dari pihak Andhini yang menginginkan suaminya menikah lagi entah karena begitu kuatnya desakan orang tua Nyonya Andhini untuk segera memiliki anak? sedangkan dirinya belum bisa memberikan satu harapan untuk kedua orang tua dan mertuanya.
Akhirnya Nyonya Andhini kesimpulannya mengambil jalan pintas seperti ini setelah sekian tahun menjalani terapi ikhtiar dan pengobatan yang dilakukan bahkan sampai ke luar negeri segala tetapi tetap saja sampai sekarang belum membuahkan hasil.
Mengingat semua itu Karina ingin memberikan sesuatu yang dirinya mampu tetapi mungkinkah dirinya akan masuk di kehidupan rumah tangga Nyonya Andhini dan Tuan Radit? akan seperti apa dirinya nanti tetapi semua itu belum dicoba hanya ada dalam pikirannya. Karina berpikir apa salahnya dirinya memberikan suatu bantuan apa salahnya menikah siri atas permintaan majikannya Nyonya Andhini mungkin sudah menjadi kesepakatan antara suami istri itu.
Tuan Radit bukan seorang yang jelek juga Tuan Radit seorang pria yang sangat tampan dengan postur mumpuni tinggi ideal seorang laki-laki mungkin karena akan begitu minder bisa berada disampingnya tetapi karena berpikir dirinya hanya istri sewaan tidak bisa melakukan apa-apa tetapi hanya diperlakukan.
Pikiran lain datang di hati Karina tak pernah sedikitpun dirinya membayangkan akan memiliki suami seorang tuan Radit yang notabene adalah majikannya sendiri dan pernikahan mereka di atas perjanjian diketahui sama Nyonya Andhini sendiri bahkan yang mengajukan permintaan adalah Nyonya sendiri semua ada dalam pengaturan Nyonya Andhini.
__ADS_1
Jauh di lubuk hati Karina terselip kebanggaan kenapa majikannya memilih dirinya untuk suaminya? apa mungkin karena dirinya adalah sebagai anak buahnya yang pasti akan mau mengikuti keinginannya? apa melihat dirinya adalah orang yang banyak kekurangan sehingga Nyonya Andhini bisa menutupi kekurangan itu? apa karena Nyonya Andhini juga merasa kasihan pada dirinya? berbagai pertanyaan berkecamuk mengisi ruang hati dan perasaan Karina.
"Kenapa kamu sampai sakit begini? Apa karena Aku yang menyuruh kamu berpikir begitu keras, sehingga kamu begitu terkejut? hingga kamu begitu syok memikirkannya?" tanya Andhini sambil turun dari mobil memasuki satu klinik kesehatan mewah yang bukan seperti biasa Karina datangi saat dirinya sakit.
Andhini melihat Karina seperti kepada adik sendiri tidak seperti kepada seorang madu lebih tepatnya calon madu. Andhini begitu perhatian malah lebih banyak bertanya Andhini daripada dokter yang memeriksa Karina.
Karina hanya diam, tak punya alasan untuk mengalihkan alibi kalau dirinya memang terlalu berpikir keras semalam sampai tidak bisa tidur sama sekali karena kantuknya terlalu berat menjelang adzan subuh baru bisa memejamkan mata hanya beberapa menit saja.
Andhini bertemu dengan dokter langganan keluarganya dan mengkonsultasikan Karina, Radit hanya menunggu di dalam mobil.
Karina hanya kecapekan dan butuh istirahat untuk menyembuhkan dan memulihkannya kembali. Setelah selesai mereka pulang kembali Andhini menyuruh Karina istirahat jangan berpikir apa-apa dulu yang penting sembuh saja.
"Apa? kamu serius? oke, oke. Karina, terimakasih dan Alhamdulillah tapi Aku meminta simpan dulu kata-kata itu pikirkan lagi semalam karena saat ini kamu dalam keadaan kondisi tidak sehat jangan mengambil keputusan saat kamu dalam keadaan sakit jadi Aku belum menerima semua itu tetapi seandainya kamu sudah merasa pulih esok atau lusa kamu mau memberikan jawaban yang sama itu yang akan Aku terima." Andhini kelihatan gembira dan tersenyum mengantar Karina sampai ke kamarnya.
Sudah diduga sebelumnya kalau Karina akan memberikan jawaban seperti itu Andhini tahu mungkin kebaikan dirinya selama ini menjadi daya tarik Karina untuk tidak bisa menolaknya.
Tak sabar Andhini segera mengabarkan pada Mas Radit dan ingin tahu seperti apa responnya apapun responnya keputusan telah diambil tinggal menunggu Karina sehat, sudah sembuh Andhini akan berkunjung kepada kedua orang tuanya dan mertuanya juga mengontrol perusahaan dan bertemu dengan Pak Budi untuk membicarakan permasalahan Karina yang akan dibawa ke Australia bagian dari pekerjaan.
__ADS_1
Segalanya di rasa Andhini begitu lancar dan mulus semoga semulus harapannya juga untuk segera bisa mengemong anak walaupun bukan dari rahimnya sendiri.
****
Karina dengan sadar dan sesadar-sadarnya berani mengambil keputusan besar di dalam hidupnya. Demi masa depan yang masih panjang bersama adiknya rela berkorban untuk menjadi seorang istri siri dengan harapan bisa memberikan anak kepada keluarganya Nyonya Andhini dan Tuan Radit.
Selain kebaikan Nyonya Andhini yang selama ini dirasa Karina tak bisa dirinya balas sedikitpun, mungkin hanya lewat doa-doa kebaikan untuk kebahagiaan majikannya hanya itu yang bisa Karina berikan.
Menikah 6 bulan mengandung anak juga melahirkan adalah kodrat wanita, di rasa Karina begitu mudah tinggal menjalaninya walau Karina sendiri tidak tahu seperti apa rasanya menikah, mengandung anak, dan melahirkan.Tapi perjanjian berupa uang satu miliar bonus 1 rumah seandainya dirinya bisa hamil selama 6 bulan pernikahan siri dalam perjanjian dengan Nyonya Andhini dan Tuan Radit begitu menggoda Karina.
Satu harapan Karina jika dirinya memiliki anak dari Tuan Radit pasti sampai kapanpun akan ada ikatan antara dirinya dengan keluarganya Nyonya Andhini dan Tuan Radit. Seperti apa masa depannya tak terpikirkan sedikitpun bagi Karina akan dijadikan semua ini adalah masa lalunya yang memberikan peluang baik untuk masa depannya.
Karina merasa mantap untuk menerima tawaran yang siap menjadi istri siri selama 6 bulan dan lanjut seandainya dirinya hamil dalam masa-masa itu.
Dunia seakan terbalik dalam kehidupan Karina yang tadinya hanya seorang anak Panti yang begitu kucel yang hanya bisa merawat diri seadanya sekarang berubah menjadi seorang Karina yang punya pekerjaan, tiap hari bisa merawat diri dan berdandan cantik, tiap bulan bisa menabung gaji dan mungkin sebentar lagi akan berada di Australia walaupun pada kenyataannya Karina akan menjalani kehidupan dalam rahasia pernikahan siri di atas perjanjian yang mengikatnya.
Memang tak lazim tapi semua itu mungkin saja terjadi bagi kehidupan siapa saja yang menginginkan dan siap menjalaninya akan ada uang dengan berlimpah juga akan ada satu pengorbanan itulah kehidupan.
__ADS_1
******