Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Kesedihan Karina


__ADS_3

Hari menjelang senja di


penghujung musim dingin menuju musim semi. Tempat Pemakaman Umum Fawkner Memorial Park menjadi saksi kesedihan mendalam Karina Radit dan Andhini saat Bayi mereka dikebumikan di sana dengan protokol keagamaan dari Team Dinas Sosial setempat.


Kesedihan Karina memang tak berujung, dan akan menjadi memori terburuk sepanjang hidupnya, tapi Andhini berusaha memberinya harapan kalau masa depannya bukan dengan Bayi itu, tapi dunia baru yang masih terbentang panjang. Itu yang terbaik yang sudah di gariskan Yang Maha Kuasa. Tak ada yang harus di sesali semua sudah terjadi, semua sesal tak akan menjadi semua kembali.


Andhini mengurus semuanya dengan sempurna di bantu dr Fadli dan pihak rumah sakit, sehingga semuanya berjalan dengan lancar.


Andhini ingin memberi satu kenangan terakhir bagi Karina, tentang Anaknya walau sekedar pemulasaraan yang terbaik, dan itu sudah menjadi kewajibannya.


Walau bagaimanapun akhir dari kisah perjalanan Karina berada di Melbourne Australia, tetap bermula dari niat Andhini merubah hidupnya menjadi lebih berwarna dengan menginginkan seorang anak dari hasil pernikahan suaminya dengan Karina.


Hikmah terbesar yang di syukuri Andhini kini dirinya bisa merasakan hamil walau perjalanan begitu berliku.


Taman pemakaman Umum Fawkner Memorial Park yang terletak sekitar 20 km dari pusat kota Melbourne memiliki monumen bersejarah, taman yang dirawat dengan rapi, sebuah kafe dan juga akses yang begitu mudah di jangkau karena dihubungkan dengan stasiun kereta. TPU ini dibangun di tahun 1906 dan luasnya lebih dari 100 hektar.


Di Australia, Pemakaman Umum Pun Bisa Dijadikan Tempat Wisata tidak menjadi satu daerah yang identik dengan sesuatu mistik dan menakutkan. Setiap waktu bisa mengunjunginya serasa pergi ke taman saja.


Taman Keabadian di Fawkner Memorial Park adalah TPU plus yang bisa berkunjung dan bersantai setiap waktu melepaskan kangen dan do'a pada semua keluarga yang di semayamkan di sana, sehingga tercipta keharmonisan merasa dekat dengan siapa saja yang sudah berada di alam lain.

__ADS_1


Semua bisa di lakukan, berkunjung setiap waktu dan setelahnya mau bersantai minum kopi di sekitar pinggir area kuburan atau membawa anak-anak bermain di dekat makam keluarga, zaman sekarang itu sudah biasa, Apalagi TPU ini menyediakan dan mengedepankan kenyamanan bagi siapa saja pengunjungnya, semua bisa merasa dekat dengan keluarga dan orang terkasih yang telah mendahuluinya.


Kebiasaan itu dilakukan di negeri seperti Inggris atau Australia ketika Ratu Victoria masih berkuasa, dan sekarang beberapa orang di Australia berusaha mempopulerkan kembali kebiasaan tersebut.


Memang selama ini kuburan atau tempat pemakaman umum lebih sering diasosiasikan sebagai tempat yang menyedihkan, hal-hal berhubungan dengan kematian, dan bahkan angker. Tapi semua kini telah berubah karena semua di fasilitasi dan dikelola pemerintah dengan nyaman layaknya taman yang aman buat berjalan-jalan.


Jacqui Weatherill dari Yayasan Greater Metropolitan Cemeteries Trust yang mengurusi berbagai TPU di Melbourne ingin agar lebih banyak TPU menarik mereka yang masih hidup untuk berkunjung, dan di ciptakanlah Fawkner Memorial Park.


Air mancur di taman TPU Fawkner Memorial Park begitu indah kalau di lihat pada malam hari dan terasa nyaman di musim panas.


Mereka yang datang ke TPU sekarang bisa melihat memiliki tempat bermain bagi anak-anak, mereka bisa minum kopi di cafe, atau membawa binatang kesayangan jalan-jalan, naik sepeda, jogging, mereka bisa datang ke sini dan meditasi sebagai tafakur diri pada sebuah kata kematian dan alam lain, karena semua mahluk hidup pada dasarnya akan kembali pada kata kematian.


Weatherill mengatakan kuburan baru menjadi tempat yang menakutkan atau menyedihkan setelah Perang Dunia Pertama di tahun 1918, tapi kini di Fawkner Memorial Park semuanya telah berubah dan mengubah image itu menjadi sebuah taman yang mengasyikkan untuk di kunjungi setiap waktu.


Karina tak menjawab, hatinya memuji ketulusan Andhini yang sejak awal tak pernah bicara kasar dan selalu menghargainya, sedangkan balasan dari dirinya tak ada sesuatu kebaikan yang bisa diberikan.


Rai sedikit memberikan penjelasan pada dr Fadli yang bertanya Kalau sebenarnya itu adalah Anak siapa?


Dr Fadli bengong tak menyangka sedikitpun kalau Andhini yang selama ini dirinya kenal ternyata menyimpan cerita rumah tangga yang sangat rumit, dr Fadli begitu mengagumi ketulusan dan kebesaran hati Andhini merelakan suaminya menikah mereka sendiri perasaannya dan melewati setiap proses dan permasalahan yang terjadi sampai pada akhirnya berakhir dengan seperti ini.

__ADS_1


Ros mengirimkan pesan terakhir pada ponsel Karina sepertinya sebelum Dia ke rumah sakit menelepon dulu pada pihak rumah sakit dan bertanya keadaan Bayi yang ditinggalkan di situ, ternyata pihak rumah sakit mengatakan kalau Bayi itu dalam keadaan krisis. Akhirnya Ros tidak kembali ke rumah sakit dan terus mengabarkan kepada Karina kalau dirinya sedang dalam perjalanan terbang pulang ke kampung halamannya Malaysia.


Ada sedikit permintaan maaf jika Bayi itu sampai tidak tertolong, tapi dirinya telah berusaha, begitu ucapan Ros dalam pesannya.


Semua tak bisa mengembalikan Bayi Karina, dan Ros kini telah pergi membawa segala yang Karina punya. ATM dan rekeningnya, uang sisa dan surat berharga lainnya.


Sempurna sudah kini kesedihan Karina, tak tersisa sedikitpun dari dirinya, seperti kata Nyonya Andini waktu sedang marah saat itu, Tak ada yang bisa Kamu dapatkan dari perjalananmu di Australia ini, hanya merasakan mengandung dan merasakan sakit saat melahirkan, dan pengalaman berumahtangga yang Kamu belokkan pengendaliannya. Itu dimana titik awal semua bencana dan malapetaka juga pengalaman kelam sepanjang hidupnya.


Kehilangan apa yang di milikinya kabali ke titik nol sungguh tak di perkirakan Karina tapi ini nyata adanya.


Ada secercah harapan Rai memberikan pencerahan, kalau dirinya akan mencoba berkomunikasi ke Indonesia bisa memblokir rekening Karina biar tidak bisa di bobol siapa saja, termasuk Ros yang memegang buku rekening dan Kartu ATM nya, Rai punya teman yang bekerja di perbankan di Indonesia.


Kabar terakhir masih dalam pengecekkan, menimbulkan secercah harapan bagi Karina tapi selebihnya pasrah apapun yang terjadi, jangankan harta nyawa Anaknya juga kalau memang tidak bisa di tertolong semua lewat.


Hanya satu yang menjadi harapan kalau dirinya belum pernah memberikan dan mempertahankan nomor PIN dan nomor itu hanya dirinya yang tahu.


Senja semakin temaram dalam kelam, sekelam hati Karina dalam duka yang mendalam, hilang kini Akan yang dipertahankan sebagai jaminan masa depannya, hilang kini semua materi yang di milikinya dan uang kompensasi juga gaji yang di kumpulkan selama bekerja dulu seperti hilangnya gairah hidup dan harapannya.


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2