Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Negosiasi 2


__ADS_3

"Mas Aku berada jauh bersama Kak Ros entah di mana, naik kereta ekspres kurang lebih satu jam, dan tinggal di satu rumah petak, mungkin rumah kontrakan atau tempat persinggahan," ucap Karina begitu jujur.


"Astagfirullah Karina? sepertinya jauh banget pantas Bayi itu sekarang panas, coba Kamu baca daerah apa itu? masa di stasiun Kamu tak baca apapun? ide siapa Kamu seperti ini?" berondong Radit penuh kecemasan.


Yang diingat Radit hanya putranya, kecemasannya semakin bertambah saja, saat Karina bilang perjalanan satu jam pakai kereta ekspres


"Mas Radit Jangan menyalahkan Kak Ros, Dia telah begitu baik kepadaku walaupun tadinya Aku tidak tahu mau dibawa ke mana dikira Aku tidak sejauh ini tapi tak apa semua telah terlanjur," jawab Karina begitu membela Ros.


"Rina, bukan masalah salah ataupun tidak tapi yang Aku tanyakan adalah ide siapa semua ini? kenapa Kamu begitu berubah pikiran sekarang apa tidak berpikir kesehatan Bayi itu seperti apa? di sini Andhini telah menyewa seorang baby sitter dan menyediakan semua keperluan Bayi itu, sekarang Kamu membawanya begitu jauh tanpa perlengkapan yang ada dan hanya dibawa dari rumah sakit coba Kamu pikirkan kalau terjadi apa-apa dengan Bayi itu gimana?" jelas Radit begitu membuat Karina merasa bersalah.


"Iya Mas. Aku salah tapi Kak Ros berniat baik."


"Karina bukan Aku menyalahkan Ros tapi niat orang belum tentu seperti yang diucapkannya Rina! kamu baru kenal Ros belum begitu lama, belum tahu karakter yang sebenarnya Aku malah begitu khawatir keadaan Kamu sekarang Dia telah begitu melanggar aturan membawa Kamu tanpa izin begitu jauh, dan kalau Aku laporkan itu pelanggaran hukum juga pada bayi yang baru beberapa hari lahir tanpa perlengkapan di musim dingin ini, bisa diindikasikan kejahatan, pulanglah dan nanti Aku akan jemput." ujar Radit memberi pengertian pada Karina.


Karina diam, mungkin mengerti apa yang di ucapkan Radit, begitu polosnya Karina dalam bicara hingga Radit mengerti semua bukan idenya, jadi harus hati-hati dalam bicara apalagi Ros mungkin berada di dekatnya.


Kecurigaan Radit, Erika Andhini juga Rai sepertinya akan mengerucut pada seorang yang punya ide dan mempengaruhi begitu besar pada keputusan Karina yaitu Ros

__ADS_1


"Tapi bagaimana permintaanku itu Mas?" ucap Karina begitu kedengaran penuh harap.


"Kita bicarakan di sini nanti dan yang lain-lainnya setelah kita mendapatkan kesepakatan setuju sama setuju mungkin itu kesepakatannya, Pokoknya Aku jemput kita bertemu dimana bilang saja Aku cari dan siapkan mobil sekarang ya?" Radit begitu mendesak Karina, tetapi jawaban Karina selalu saja berbelit.


"Mas, Aku tak ingin kita bercerai seandainya tak ada izin dan tetap harus memberikan Bayi ini pada Nyonya Andhini Aku meminta tambahan kompensasi dua kali lipat!" ucap Karina akhirnya jujur juga apa yang di inginkannya.


"Maksud Kamu apa ini berarti negoisasi Karina? kenapa jadi begini?" tanya Radit seakan tidak setuju dengan keinginan Karina mungkin begitu juga Andhini sendiri.


"Anggap seperti itu, Karena Aku pikir untuk kebahagiaan Mas Radit bersama Nyonya Andhini terlalu banyak dan besar pengorbananku dan Aku juga harus menikmatinya seumur hidup, bahkan belas operasi di perutku akan menjadi ingatan yang tak pernak aku lupakan seumur hidup, tak ada pilihan lain ngeselin Aku menginginkan Mas Radit tetapi kalau tidak memungkinkan beri aku kompensasi empat kali lipat karena itu akan Aku anggap impas dan cukup."


Radit mengatupkan rahangnya sesat Karina menaikkan lagi tuntutan kompensasi yang dimintanya, ada kemarahan di hatinya. Mahar menikah dengan Andhini juga Radit tidak sebesar itu, tapi kenapa Karina bisa meminta dan punya keinginan seperti itu?


Kalau bukan Ros siapa lagi? semua begitu jelas. Tapi Radit tidak gegabah juga hanya dari awal semua seperti sudah di rencanakan.


"Karina, semua tuntutan Kamu sudah Aku dengar sebelum semua terlanjur bicaralah sama Ros, pulanglah atau bilang di mana Kamu berada, Andhini sudah menitipkan pesan kalau selama satu minggu Kamu tidak datang dan menyelesaikan permasalahan ini, Andhini akan meng-kasuskan dan melaporkan kalian pada polisi karena membawa Bayi tanpa izin walaupun Kamu Ibunya semua akan dijadikan delik aduan dan kita akan berhadapan dengan hukum otoritas di sini, Aku tidak mau semua ini terjadi Karina, semua akan bertele-tele dan permasalahan panjang yang akan kita jalani, sekali lagi bicara sama Ros bilang di mana kalian berada nanti sampaikan sama Ros kalau Aku sama Rai akan menjemputmu."


"Ya, baiklah Mas sebenarnya Aku juga sangat khawatir dan capek tapi tolong hargai keinginanku Mas, Aku mencintai Mas Radit, Aku tak bisa melupakan semua yang telah terjadi diantara kita, Aku tak bisa jauh apalagi ada Anak Kita," ucap Karina bicara dengan kejujurannya.

__ADS_1


"Ya Karina Aku mengerti, Aku juga sama tapi kita harus bicara dulu baiknya seperti apa?"


"Mas tunggu sampai besok ya, karena hari ini turun salju cukup tebal, juga sudah sore keburu malam besok kita bicara lalu bertemu setelah Aku bicara sama Kak Ros," jawab Karina membuat hati Radit sedikit tenang.


"Ya Rina jaga diri dan Bayimu baik-baik, satu pesanku jangan terlalu percaya sama orang yang menganggap baik, apalagi orang irang baru kita kenal, Rina apa kuta bicara Ros ada di situ? Apa Kamu bicara begini tidakkah Dia mendengar?


"Nggak apa Mas, Kak Ros tahu keinginanku, Aku begitu percaya Ros juga begitu percaya padaku, Aku hanya menganggapnya sebagai teman dan menerima uluran tangannya, kebaikannya juga mengerti dan setuju apa yang Aku tuntut pada Mas Radit," ucap Karina masih saja membela Ros dengan begitu gigihnya.


"Ya sudah jaga diri baik-baik juga Anak Kita, besok Aku tunggu apa naik kereta yang sama atau Aku tunggu di mana? tolong ponsel Kamu jangan di matikan biar Aku tentram." Radit agak sedikit punya harapan semua akan selesai kini.


"Iya, Mas."


"Ya sudah Aku ke kantor dulu ya banyak yang harus Aku kerjakan, apa kamu masih menyimpan uang cash kalau sudah tidak menyimpan? makanya besok jangan meleset lagi ya, telepon Aku pagi-pagi kita janjian di mana dan kita bertemu Aku jemput di situ." Radit sekali lagi mengingatkan Karina dengan sesuatu penawaran yang biasa Karina pinta setelah mereka bertemu yaitu isi dompet Radit. dengan tanpa beban Radit selalu royal mengeluarkan isi dompetnya," apalagi setelah mereka bertemu.


*******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2