Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Rai di efektifkan


__ADS_3

Andhini ditemani Radit juga Erika akhirnya masuk ke ruangan asisten dr Fadli SpOG yang lagi mendalami ilmu spesialis dan menimba ilmu di bidang itu yang masih dalam satu naungan dengan Rumah Sakit dirinya ditempatkan.


"Ini bukan main-main, hasil ini adalah fakta dan kenyataan kalau Aku melakukan riset ini, maaf mungkin saat Ibu Andhini bersama Pak Radit berhubungan suami istri setelah seminggu yang lalu dan waktu itu Ibu Andhini pas kontrol ke sini langsung melakukan cek urine rutin dalam masa program kehamilan dan terapi di sini, memang cek itu terlalu dini untuk dinyatakan hamil, tetapi riset juga telah membuktikan kalau fakta yang sudah ada di penelitian melalui laboratorium resmi telah mengeluarkan surat resmi kalau Ibu Andhini menyatakan positif hamil."


"Kami percaya dokter, Aku tegaskan kembali apapun keputusanku runding dengan suami nanti, Aku tetap melakukan kontrol rutin dan ingin di pantau di rumah sakit ini Aku tidak mau ambil resiko dengan kehamilanku ini bahkan seandainya ada sesuatu yang mengkhawatirkan dari kehamilanku Aku siap melakukan apapun." Radit yang mendengar pernyataan istrinya kelihatan diam mengatupkan rahangnya jelas dirinya menantang, tetapi juga ingin memberi kenyamanan kepada istrinya di tengah keraguan yang masih dirinya pikirkan.


"Itu Aku serahkan kembali kepada Ibu Andhini bersama Pak Radit biar mencari perbandingan ke tempat lain itu boleh saja dan tidak dilarang bahkan diharuskan untuk mencari second opinion silakan atau sudah merasa nyaman di sini kami tidak memaksa apapun itu adalah keputusan bersama demi kenyamanan demi ketenangan bukankah itu yang diharapkan?" ucap dr Fadli sambil silih berganti menatap Andini Erika dan juga Radit yang ada duduk di seberang mejanya.


"Mungkin untuk konsultasi lanjutan kami menunggu jadwal dari dokter saja," ucap Andini seperti tetap pada keinginan awal.


"Silahkan pertimbangan saja dulu baik buruknya hanya pernyataan dari kami dari pihak rumah sakit mungkin karena Bu Andhini itu salah satu yang sukses melakukan program kehamilan di rumahsakit ini, melakukan metode program yang sangat baru dengan teknologi terkini di rumahsakit ini besar keinginan kami untuk memantau kehamilan Ibu Andhini sampai berhasil membuahkan buah hati, besar animo kami untuk memantaunya, tetapi itu juga balik lagi kepada Ibu Andhini sama Pak Radit yang menjadi pemegang hak sepenuhnya," jawab dr Fadli begitu praktis bisa dimengerti dan dipahami kalau keberhasilan Andhini adalah hasil program rumah sakit ini dengan sukses. Ingin membuktikan kalau metode yang sedang Andhini ikuti adalah metode yang sangat menjanjikan dan merupakan program rumah sakit ini.


"Apa istri dan kehamilannya nanti tidak akan di jadikan bahan percobaan? karena Aku pribadi meragukan itu."


Pak Radit boleh meragukan tetapi sekarang banyak pembuktian dan teknologi penelitian secara keilmuan secara ilmiah dan penelitian secara reel melalui labolatorium itu bisa jadi pilihan, justru kami dari pihak rumah sakit ini begitu antusias ingin memberikan penghargaan kepada Ibu Andhini dengan pelayanan terbaik yang bisa kami berikan. mungkin secara semangat terhadap ibu-ibu yang lain yang masih belum bisa berhasil melakukan program kehamilan ini Aku rasa semua itu akan lebih bermanfaat dan mensupport orang lain untuk menjadikan semangat dan menumbuhkan pelopor keberhasilan di mata suami istri suami istri yang lain," ucap de Fadli memberikan penjelasan yang sangat bisa dimengerti bukan hanya menginginkan Andhini periksa lanjutan dan dalam pemantauan rumah sakit ini tetapi pihak rumah sakit begitu bangga dan ingin Andhini menjadi pelopor keberhasilan program itu sendiri.

__ADS_1


"Aku pikirkan dulu mungkin sekarang istriku perlu istirahat kalau memang konsultasinya sudah selesai kami akan mohon diri," jawab Radit tetap begitu dingin.


"Baiklah, ini hasil test akhir dan ini pernyataan rincinya ada di sini semoga Bu Andini sehat dan bisa mengemban amanat sebagai calon Ibu," ucapkan Fadli saya sebentar saja memandang Andhini.


Andhini mengambil amplop hasil test lab dan masih saja dirinya tidak percaya kalau kini dirinya sedang berbadan dua ada kehidupan di dalam perutnya.


Erika memeluk Andhini yang kelihatan masih saja layu walau mukanya berseri, mereka keluar setelah bersalaman dokter Fadli menyambutnya dengan mengangguk. Hanya Radit yang tidak bersalaman dan itu dimengerti dipahami oleh dr Fadli walaupun sangat tidak beralasan.


Andhini duduk di belakang bersama Radit yang masuk duluan, Erika memegang kemudi di depan mereka lebih banyak diam tanpa ada obrolan yang berarti hanya Andhini menyatakan ingin pulang ke kondominiumnya tidak ke tempat kerja dulu ingin merefresh diri dan istirahat juga melakukan cek urine sendiri di tempat tinggalnya, seperti yang disarankan Erika.


"Iya Rika, gue percayakan semuanya pada lo, mungkin gue istirahat dulu, gue hanya bisa memantau, mungkin Rahadian bisa diefektifkan kembali bisa kemana mana Dia," jawab Andhini sambil memandang lurus ke depan yang ramai lalu lalang," jawab Andhini pada Erika.


"Kenapa Kamu meragukan kemampuanku mengelola semuanya? Aku adalah suamimu sudah sepantasnya Aku yang bertanggung jawab meneruskan dan mengembangkan semua perusahaan ini, Kamu jangan khawatir Aku lebih bisa diandalkan dengan siapapun!" ucap Radit masih dengan nada dingin walau ada sedikit penekanan dalam dana bicaranya.


"Aku hanya menghargai Mas dengan kesibukan yang sudah ada Mas, Mas jangan salah paham kalau ada Rai bukankah bisa di posisikan?" ucap Andhini sambil memandang suaminya.

__ADS_1


"Semua bisa di atur, istirahat lah semua demi kebaikanmu, jangan banyak yang di pikirkan apalagi soal pekerjaaan Aku bisa menghandle semuanya," balas Radit seperti ingin meyakinkan kepada Andini kalau dirinya yang berhak mengatur semuanya walaupun Andhini adalah orang yang kompeten dalam memegang kendali usahanya.


"Syukurlah kalau Mas bisa membagi waktu lebih dari kesibukan yang ada," sela Andhini nada suaranya datar.


"Rai yang akan menggantikan posisiku kesana kemari mengantar pesanan dan mengambil semua pesanan di kantor ekspedisi dan mengurus dokumennya, Aku yang stand bye di kantor dan memantau semua supermarket."


Pembicaraan sampai di situ karena Andhini telah sampai di halaman gedung kondominiumnya, Radit membukakan pintu bagi Andhini sedang Erika kembali ke kantor meneruskan pekerjaannya.


Radit berusaha menjaga Andhini yang berjalan di sampingnya, ada rasa khawatir mungkin walau Andhini merasa sakit hati dengan tuduhan yang dirasa andhini begitu kejam. Andhini bersama dengan perasaannya membiarkan akan seperti apa sikap Mas Radit menghadapi dirinya yang sekarang sedang berbadan dua.


Akankah sikapnya sama seperti pada Karina? lebih perhatian dan memang seharusnya begitu. Andhini tidak menuntut lebih sma juga tak mengapa, walau seharusnya harus lebih dari perhatian Mas Radit terhadap Karina karena Andhini adalah istri sahnya.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2