Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Mulai kehidupan baru


__ADS_3

Paginya Andhini bangun masih bisa menatap wajah suaminya yang tidur memeluk guling di sampingnya.


Hari ini akan memulai harinya dengan acara pertama bertemu Erika dan memantapkan pembukaan mini market baru yang segera akan dibuka akan menjadi tempat Andhini bersama Erika beraktivitas bahkan mengalihkan segala perhatian tentang suaminya Radit dan Karina.


Masih banyak yang perlu dibenahi sebelum sampai pada akhirnya entah hari apa atau seminggu lagi minimarket itu akan dibuka setelah penataan kemarin diserahkan sama Erika selama Andhini pulang ke Indonesia. Minimarket yang akan dibuka tetap di tata dan di bikin komplit semua barang dan propertinya diurus sama Erika.


Baru saja keluar kamar mandi Erika sudah lebih dulu menghubungi. Kontan saja Andhini mempersiapkan apa yang akan disampaikan karena mungkin Erika akan memberi pertanyaan seputar rumah tangganya dan perkembangan rencana Andhini soal pernikahan Radit sama Karina yang semuanya sudah terlaksana.


"Dhini, Kamu sudah sampai?"


"Sudah, kemarin. Tapi Aku capek banget sebenarnya mau hubungi Kamu sejak sore tapi ya begitulah semua serba tak terduga. Karina mabuk berat jadi ada keterlambatan sampai di sini sudah sore dan kami langsung istirahat," tutur Andhini seperti ada ganjalan di nada bicaranya.


"Astaga, lo jadi bawa yang namanya Karina ke sini? Gue jadi pengen lihat gimana sih orang yang mendapat kepercayaan lo sampai rela berbagi suami sendiri sama dia?" cecar Erika dengan niat bercanda dan menggoda sahabatnya sampai-sampai Erika juga tidak percaya kalau Andhini berani melakukan hal di luar kelaziman seperti ini.

__ADS_1


"Gue sudah bilang nggak main-main dengan rencana semula yang pernah kita obrolkan waktu itu, malah Mas Radit sama Karina sudah menikah di Indonesia karena menurut gue lebih mudah melakukan pernikahan di bawah tangan di sana."


"Dhini! Kamu serius?"


"Sudah jangan dibahas lagi segalanya, sudah lancar tinggal Aku, Mas Radit dan Karina menjalani semuanya." Andhini seakan tak mau semua pilihannya menjadi topik pembicaraan dan bahasan karena antara Andhini sama suaminya juga Erika sudah pada tahu masalah dalam rumah tangga Andhini.


"Oke, berarti Karina sudah menempati kondominium itu yang masih satu lantai sama kamu?" kata-kata Karina di ujung telephon.


"Iya lah, masa satu kamar sama gue?"


"Ngaco aja Erika, minimarket yang lo beresin dari minggu kemarin itu kira-kira kapan dibuka? dan itu akan menjadi kelolaan kita berdua nanti setelah diresmikan."


"Baik Dhini, sekalian juga Aku melaporkan hasil kerja selama beberapa hari ini penanganan dan penataan sudah hampir rampung 80% tinggal barang dengan klasifikasi tertentu seperti perlengkapan anak bayi dan susu belum begitu komplit karena itu terlalu banyak merek dan jenisnya.

__ADS_1


"Minimarket yang sudah berjalan akan ditangani Mas Radit sama Karina."


"Oke berarti kita fokus di supermarket baru sampai siap dibuka untuk umum," jawab Erika begitu semangat.


"Ya sudah gue mandi dulu ya."


"Ya sudah lanjutkan."


Sambungan telepon terputus.


Andhini merasa bersyukur mendengar minimarketnya yang mungkin beberapa hari ke depan akan segera dibuka dan akan menjadi tempatnya beraktivitas bersama Erika menghabiskan hari dengan berpisah sama Mas Radit.


Andhini akan konsisten dengan hati dan janjinya nanti sore juga Radit akan pulang dan mereka bisa bertemu lagi itu hiburan bagi hatinya.

__ADS_1


Andhini tak akan banyak mengingat Radit akan di sibukkan semua waktu dan hari harinya dengan menyibukkan diri sendiri.


__ADS_2