Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Gelisah dengan kepastian


__ADS_3

Andhini bangkit dan meninggalkan Kakak beradik yang lagi selisih paham. sarapan yang baru di makan sedikit dan minuman baru di kocek di tinggalkan begitu saja.


Hati Andhini semakin gelisah serasa semua begitu jadi masalah dan sulit untuk menyelesaikannya.


Seperti makan buah simalakama saja rasanya begini salah dan serba salah, Andhini perlu waktu untuk berpikir sebaiknya bagaimana, semua masalahnya telah melibatkan banyak orang termasuk Rahadian yang kena imbas dari masalahnya.


Andhini tak perduli Kakak beradik itu berbeda paham, sulit memberi pengertian pada Mas Radit hatinya hanya cemburu dan minta semua yang di lakukannya harus di mengerti sedang apa yang di lakukan Andhini semua salah di matanya.


Andhini membalikkan badan melihat ke belakang tak satupun Kakak Beradik itu ada yang menyusulnya mungkin masih dengan pertentangan di tempat makan itu.


Sebaiknya ke kantor apa langsung ke Rumahsakit itu? Andhini begitu gamang dengan apa yang akan di lakukannya tapi Andhini mau ada yang menemani siapa yang bisa Andhini ajak, Mas Radit masih seperti itu sikapnya, Erika mungkin sibuk dengan semua pekerjaannya, Rai entahlah semua masih bingung tak bisa memastikan siapa yang akan di ajak, harusnya Mas Radit orang yang paling bahagia tapi Andhini malah enggan memberitahukan kabar bahagia karena melihat sikapnya masih seperti itu.


Satu lagi Andhini masih ngambang dengan kabar dari dr Fadli belum percaya 100% jadi masih antara percaya dan tidak.


Tapi Andhini mau hari ini menemui dr Fadli ada atupun tidak yang menemaninya, satu kepastian tak ingin di tunda tunda. Semoga saja ini adalah kebahagiaannya dan Mas Radit bisa berubah kembali.


Andhini berjalan menuju kantornya yang tidak begitu jauh dari huniannya, menikmati pagi di musim semi terasa segar, terasa hidupnya kini semakin bermakna walau masalah silih berganti datang di kehidupan dan rumahtangganya.


Andhini bingung haruskah orang lain yang tahu duluan tetang kehamilannya? Baru saja Andhini bercerita sama Rai juga haruskah Erika orang kedua yang di beritahu, sedang suaminya kapan akan di beritahu?

__ADS_1


****


"Apa maksudmu semua itu Rai?"


"Aku tak punya maksud apa-apa hanya sekedar menerima curhatan Kak Andhini saja, Aku tidak melibatkan perasaan dalam hal ini Aku tahu posisiku dan mengerti Kakakku sebagai suami Kak Andhini kenapa Kak Radit begitu curiga menuduh Aku memanfaatkan situasi ini? Aku bukan orang yang seperti itu, walaupun Aku suka tapi tak sepantasnya!" ucap Rai meyakinkan Radit dengan ucapannya.


"Tapi Aku melihat faktanya kalian begitu dekat, itu suatu yang tak lazim!" ucap Radit memandang penuh selidik kejujuran ucapan Adiknya.


"Kak Radit! Boleh saja Kak Radit curiga tapi buktikan kenyataannya, Aku sebagai keluarga di sini! ada hal besar yang kak Andhini katakan tadi, Apakah Kak Andhini selama ini belum memberitahukan pada Kak Radit? kalau sekarang Kak Andhini itu sedang hamil? kenapa dia tidak bicara pada Kakak menyampaikan semua itu karena dia tidak tahu dan tidak punya waktu yang tepat untuk mengatakan nya kalian hanya bertengkar dan bertengkar setiap bertemu! sedang Kak Andhini dekat dengan Aku dengan siapa saja Kak Radit begitu marah!" ucap Rahadian seakan ingin membuat Kakaknya itu sadar akan kesalahannya


"Apa? Andhini hamil?" Radit tertegun.


"Ya! Kak Andhini hamil butuh seseorang untuk memberikan dukungan dan siang ini Dia akan meyakinkan kabar yang baru malam tadi di terimanya, haruskan Aku yang mengantarnya?" jawab Rai sedikit mencemooh Kakaknya.


"Aku belum yakin kalau Andhini hamil karena selama ini kami lagi pisah ranjang, Aku perlu pembuktian yang valid, kenapa datang kabar Andhini hamil saat kemarin malam Aku melihatnya pelukan sama dokter sialan itu? dan pagi ini juga Dia berpelukan sama kamu Rai! Aku sebagai suami apa merasa tidak percaya lagi sama istriku sendiri!" ucap Radit. Jelas itu membuat Rai begitu terkejut ingin rasanya Rai menonjok mulut Kakaknya itu.


"Astagfirullah Kak Radit! Kak Andhini lagi hamil tega bicara seperti itu? seperti meragukan anak sendiri? dan istri sendiri? Masya Allah hati-hati kalau bicara kalau Kak Andhini dengar dan dia tidak bisa memaafkan Kak Radit, Kak Radit pasti menyesal!" Rai emosi bicara sambil berdiri di hadapan Kakaknya yang lagi duduk di kursi makan.


"Aku hanya mengatakan keraguan pada istriku Rai! karena melihat faktanya seperti itu, Aku hanya curiga walaupun Aku belum bisa membuktikan istriku ada main dengan dokter itu bahkan Aku curiga bersama kamu!" ucap Radit dengan entengnya.

__ADS_1


"Kak Radit, sekali lagi hati-hati bicara dan menuduh dihadapan Kak Andhini jangan sampaikan Kak Andhini sakit hati apalagi dia sedang mengandung sekarang. Jangan berbicara yang menyakitkan dan menyudutkan tanpa pembuktian, Aku orang yang akan membelanya dan waktu yang akan membuktikan kalau diantara Aku dan Kak Andhini tidak ada apa-apa." Rahadian menggebrak meja, dan satpam rumah makan itu datang bertanya dan mengingatkan kalau apa yang terjadi di meja Rahadian dan Radit telah mengganggu pengunjung lain mereka bertengkar dan marah-marah sehingga pengunjung lain tidak jadi duduk tidak sarapan di situ atau yang sarapan juga menjadi tidak enak karena menonton dua orang yang sedang bertengkar.


Radit pergi keluar duluan, Rahadian membayar semua makanan dan minuman yang dirinya sama Andhini pesan tadi, walau cuma sedikit yang bisa di nikmati.


Radit duluan menyusul Andhini ke kantor dan langsung duduk di mejanya memeriksa semua dokumen dengan pikiran tidak fokus, begitu juga Andhini lebih dulu duduk memeriksa laporan keuangan dari perusahaan orangtuanya dan telah berkomunikasi dengan Pak Budi sebagi orang kepercayaan Andhini di Indonesia.


Erika datang belakangan dengan tergopoh-gopoh, alasan Jeanny tadi ngadat nggak mau di tinggal sama pengasuhnya maunya ikut tapi harus sekolah walau cuma kelas bermain.


"Halo cantik, paginya kelihatan tak berseri padahal diluar lagi musim bersemi!" sapa Erika sambil tersenyum melirik Andhini yang lagi asyik melototi laptop.


"Pagi juga Rika, maunya kita selalu bahagia tapi kadang bahagia itu tidak membuat bahagia bagi sebagian orang." jawab Andhini.


"Hai, Mas Radit. Kenapa Nyonya cantik ini pagi-pagi sudah begitu puitis? sapa Erika pada Radit yang juga asyik dengan semua kertasnya.


"Sejenius apapun orang kalau tidak jujur dan memberitahukan tak akan pernah tahu apa yang ada di pikirannya! Orang akan percaya kalau bisa membuktikan tapi fakta kenyataannya begitu meragukan, apa yang harus kita lakukan?" ucap Radit begitu sulit di cerna kata-katanya.


Erika bingung melihat Radit dan melirik Andhini seakan dirinya berdiri di antara orang yang lagi gencatan senjata dan perang dingin.


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️



__ADS_2