Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Deal


__ADS_3

"Semua sudah selesai Mas, tiga hari bisa kita selesaikan kalau memakai tenaga ahli yang menata semua dagangan kita dan semua perlengkapan toko ini. Kita tinggal pulang menjemput Karina dan pembukaan Mini market itu akan kita buka saat kita balik lagi ke sini," ucap Andhini saat mereka pulang dengan begitu lelahnya dari satu minimarket yang belum mereka buka dengan rencana pembukaan akan ditinggal dulu seminggu pulang ke Indonesia baru setelah datang lagi ke sini mereka akan membuka secara resmi minimarket kedua mereka.


Radit sibuk dengan ponselnya, seakan tak mendengar apa yang Andhini katakan.


"Mas, dengar Aku nggak?"


"Baiklah, Andhini kita pulang besok seminggu di Indonesia kalau bisa kurang lebih baik kamu harus bisa meyakinkan perempuan itu dengan perjanjian yang akan kamu buat dan berikan padanya keyakinan semua akan baik-baik saja. Perempuan itu harus jelas mengerti semuanya jangan sampai suatu saat ada kesalahpahaman Aku tidak mau Aku ingin semua sandiwara ini sempurna sampai waktu yang di tentukan."


"Baik, Mas."


Malam itu Radit tidur duluan dengan memunggungi Andhini yang tidur belakangan, hati dan fikirannya begitu kacau tak bisa fokus pada satu permasalahan hatinya selalu berkicau menyerukan tentang penolakan dan penerimaan.


Andhini tak ingin mengusiknya sibuk juga dengan pikiran tentang kepulangannya, melepas kangen sama kedua orang tuanya, pada kedua mertuanya dan akan tinggal lagi di rumah mereka. Rumah cinta mereka yang penuh dengan kebahagiaan dan mengisi rumah itu setiap saat dengan perasaan cinta kasih yang mereka rajut bersama dari awal pernikahan.


Andhini memeluk punggung suaminya yang tetap saja diam entah sudah tidur apa masih terjaga yang pasti Mas Radit tetap diam.


'Maafkan Aku Mas, Aku takut kehilangan cinta Mas Radit dan kasih sayang yang selama ini Aku rasakan, Aku begitu rela dan ikhlas berbagi beberapa waktu, asal Aku tidak kehilangan malam hari, karena Aku begitu takut melewati malah hari sendirian.' suara hati Andhini.


Mas Radit bergerak dan berbalik menatap Andhini yang sama lagi menatapnya.

__ADS_1


"Sayang, besok kita pulang. Yakinkan dulu hatimu jangan sampai ada penyesalan diantara kita dengan keputusan itu," ucap Radit sambil menyingkap sedikit rambut Andhini yang menghalangi mukanya.


"Tak ada cara lain Mas, semua cara telah kita jalani tapi tetap tak membuahkan hasil yang menggembirakan dan yang kita harapkan. Tolong jangan berubah pikiran mungkin kita akan sanggup menjalani kebersamaan berdua sampai maut memisahkan kita, tetapi orang tua kita bagaimana? mereka begitu mengharapkan satu keturunan dari kita terutama orang tuaku, jadi tolonglah Aku kali ini."


"Andhini yang Aku pikirkan bukan orang tuaku lagi saat Aku melangkah ke gerbang pernikahan dan bertanggungjawab atas kamu, tapi Kamu yang aku pikirkan apa kamu sanggup melewati waktu saat aku lagi bersama perempuan itu?"


"Jangan sebut perempuan itu panggil saja dia Karina," sela Andhini.


"Kamu belum yakinkan dia belum pasti 100% dia menerima tawaran kamu oke bagaimana perasaan kamu saat aku sama perempuan itu misalnya Karina? karena akyu jujur takkan sanggup membayangkan kamu kalau seandainya suatu saat kamu bersama pria lain," tutur Radit sambil memegang kedua sisi muka Andhini dan menyatukan kening mereka.


"Itu akan berbeda Mas karena Karina itu akan menjadi sepenuhnya milik Mas Radit. Karina akan dinikahi Mas secara resmi. Jangan pikirkan Aku dalam hal ini satu yang Mas pikirkan siapkan mental untuk semuanya biarlah semua kita jalani bersama."


"Aku akan tawarkan memberinya 1M saat mau menikah. jika sampai Dia hamil dan melahirkan lalu memberikan anaknya padaku, tambah satu rumah dan pekerjaan kalau Dia masih mau bekerja di perusahaan ku, jaminan pendidikan buat Adiknya dan hubungan baik kedepan selamanya. Karina masih bisa menengok anaknya setiap Dia mau tapi tanpa identitas seorang Ibu"


Raditya diam, tak bisa membayangkan dirinya nanti akan punya istri dua Andhini sama Karina kalau Karina mau sebagai istri di atas perjanjian dengan dirinya.


Malam hari dirinya milik Andhini tapi kalau siang hari milik Karina entah kenapa seperti itu, entah atas dasar apa Andhini memilih seperti itu. Biasanya seorang suami yang memiliki istri dua akan bergantian dua malam atau seminggu di tempat istrinya yang pertama lalu begitulah seterusnya tapi entah kenapa Andhini menginginkan seperti itu.


Radit sedikit mengerti kalau pada dasarnya Andhini tak ingin kehilangan malam bersamanya, hanya karena keadaan dan merasa ada kelemahan yang di milikinya semua itu bisa di siasatinya.

__ADS_1


"Mas, kenapa tak berkomentar? apa nilai segitu itu layak tak merugikan?"


"Kalau bicara layak tidaknya tak ada harga untuk sebuah perasaan yang dikorbankan. Mungkin bagi orang lain nilai seperti itu adalah nilai yang paling besar yang tidak ada dalam bayangannya selama ini, tetapi bagi kamu nilai satu miliar itu tidak ada apa-apanya ditambah harga rumah juga. Sedang perasaan kamu yang kamu korbankan Aku akan hargai seperti apa? sudahlah silakan kamu atur sendiri masalah kelayakan kamu lebih tahu dan mengerti mungkin itu nilai yang lebih dari cukup bagi seseorang yang sangat memerlukan."


"Baiklah, Mas. Apa ada lagi yang akan Mas tanyakan padaku?"


"Tidak, hanya itu saja yang aku pertanyakan, mungkin itu pertanyaan terakhir. Semoga kita sehat selalu dan bisa menjalani semuanya dengan lancar," ucap Raditya mengusap rambut Andhini dan mendekapnya dengan berbagai perasaan berkecamuk di dalam dadanya.


Andhini menyelusupkan kepalanya dalam dekapan nyaman suaminya, betapa tak ingin kehilangan malam-malam seperti ini, tapi kalau siang hari mungkin dirinya akan sibuk dan mengalihkan pikirannya dengan pekerjaan sehingga tak terpikirkan lagi soal Mas Radit sama Karina nanti.


Pengorbanan yang terberat Andhini baru akan di mulai, tapi hatinya sendiri begitu gamang dan rapuh juga, tapi akan bisa saja Andhini menyembunyikan perasaannya sendiri walau sakit seperti apapun semua harus di lewatinya.


Biarlah akan aku jalani hanya 6 bulan saja Mas Radit menikahi Karina, sudah itu usai Mas Radit kembali seutuhnya menjadi miliknya, dan Andhini telah membuktikan kalau Mas Radit bersama perempuan lain juga tetap tak bisa hamil, tapi kalau hamil? hanya akan tambah tiga bulan saja atau di hitung dari bulan ke berapa Mas Radit sama Karina menikah dan Karina hamilnya


Begitu tak sabar Andhini ingin berbagi cerita sama Erika kalau dirinya telah berhasil meyakinkan Mas Radit dan menyetujui usulannya. Lusa mereka akan pulang entah seperti apa prosedur selanjutnya yang pasti datang ke Indonesia akan langsung berbicara sama Karina mungkin akan menikah di Indonesia secara siri di pemuka agama yang hanya disaksikan oleh saksi atau mungkin akan menikah di Australia dengan mendatangi pemuka agama yang bermukim di sini.


Andhini tertidur dalam kelelahan raga dan pikirannya, Raditya mencium kening istrinya dan menyelimutinya.


******

__ADS_1


__ADS_2