Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Memberi kata sejuk


__ADS_3

Karina serba salah saat Tuan Radit masuk ke ruangannya dan berjalan ke mejanya. Di situ memang tak ada siapapun biasanya memang jarang ada orang hanya Karina juga pegawai lainnya yang seringnya kerja tugas keluar. Pak Budi menempati ruangan yang berbeda.


Hatinya begitu deg-degan entah kenapa begitu canggung saat berdekatan dengan Tuannya itu. walau kini Tuan Radit telah jadi suaminya.


Tatapan Radit membuat Karina salah tingkah, seperti meneliti seluruh tubuhnya yang semalam telah memberinya kepuasan.


Karina kebanyakan menunduk walau tetap menjawab semua omongan Raditya.


"Rina, kalau semua barangnya sudah beres di packing bisa minta Satpam bawakan ke mobil, Kamu bisa pulang dan beres- beres barang bawaan kamu yang akan di bawa." ucap Radit begitu dekat sambil membantu Karina memasukkan barangnya ke kantong plastik besar. Yang kebanyakan pernak pernik jepit, Bros dan lainnya.


Meja kerjanya sudah jadi tempat pribadi yang


Ada sendal jepit segala biasa Karina pakai saat ke kamar mandi dan istirahat siang.


Radit membantu membereskan memasukkan charger ponsel, peralatan wanita ada kosmetik, dan semacamnya yang biasa Karina pakai untuk di kantor saat sebelum kerja dan sesudah istirahat.


"Hanya sedikit Tuan, Aku tenteng juga bisa nggak apa-apa tidak usah merepotkan."


"Iya, justru karena Aku takut Kamu repot tinggal pulang naik taksi aja nggak usah naik angkot, ini ongkosnya soalnya nggak bisa antar dulu Kamu pulang. Andhini belum bertemu orangtuanya kamu bisa kan pulang naik taksi?" Radit menyodorkan beberapa lembar uang dari saku dompet belakang celananya.

__ADS_1


Menarik tangan Karina dan menyelipkan di tangannya.


Karina


"Nggak apa-apa. Aku naik angkot aja Tuan, bawaan sedikit gini nggak berat juga repot kok." Karina berusaha menolak perintah Radit.


"Jangan menolak ku, simpan saja di mobil, sudah beres semua? apa perlu Aku antar ke mobil? atau antar dulu kamu ke rumah?"


"Tuan, A-ku tak enak nanti ada Nyonya ke sini. Aku begitu menjaga bagaimana kalau Nyonya melihat Tuan lama-lama di dalam sini." Karina bicara agak ragu dan terbata.


"Nyonya lagi periksa laporan pembukuan bersama Pak Budi dan kontrol semua manajemen, Aku hanya mau melihat Kamu siang ini, dan baik-baik saja setelah semalam kita bersama." ucap Radit dekat di telinga Karina, membuat Karina merinding.


Karina menjadi panas dingin hatinya apa Tuan Radit jadi balik sekarang suka pada dirinya?


"Kamu sungguh tidak apa-apa?" Tangan Radit memegang jemari Karina yang ada di sisi meja.


"Maksud Tuan apa? aku baik-baik saja," jawab Karina sambil memandang wajah simpatik di sampingnya.


"Syukurlah kalau baik-baik saja, waktuku bersamamu hanya siang hari jadi Aku memastikan kalau setiap hari pasti akan menyempatkan waktu melihat kamu, melihat kondisi kamu lihat keadaan kamu dan semua itu akan berlangsung selama kita di Australia dimulai hari ini kecuali malam tadi." ucap Radit perlahan.

__ADS_1


Karina diam, mengerti sekarang semuanya berarti keberadaan Tuan Radit di dalam ruangan ini adalah bagian jatah kebersamaannya.


"Aku hanya berhak mengiyakan semuanya Tuan, apapun yang menjadi keputusan Aku mengikuti dan sepakat dengan semua perjanjian," jawab Karina menegaskan.


"Aku hanya memastikan kalau kamu harus baik-baik saja karena semua itu adalah tanggung jawabku, Aku mengerti banyak hati yang harus kita jaga tetapi mungkin akan lebih nyaman seandainya kita sudah berada di negeri orang nanti."


Karina diam sebagian malah tak mengerti apa yang diucapkan Tuan Radit di hadapannya.


"Aku telah menanamkan bibit di dalam rahim kamu dan pastikan itu akan menjadi tanggung jawab kita untuk menjaganya."


Tangan Radit masih saja menggenggam sebelah tangan Karina yang agak basah lembab dengan keringat dingin.


Rasanya ingin Karina di peluk, di kuatkan dan di besarkan hatinya juga di sayang seperti istri-istri lainnya setelah menikah, dan melewati malam pertama, tapi walau cuma di genggam jemarinya Karina merasa nyaman.


Melewati malam pertama dengan seseorang yang baru dan dengan beban begitu banyaknya mungkin bagi sebagian orang akan meninggalkan trauma yang membekas di dalam hati.


Tak terkecuali juga Karina hubungan tanpa cinta hanya ada cinta di atas perjanjian dan hubungan tanpa rasa hanya pasrah menyerahkan tubuhnya pada perjanjian.


Mungkin akan seperti itu yang akan di jalani Karina selanjutnya. Sudah menjadi keputusannya

__ADS_1


"Sabarlah, seiring waktu mungkin Aku juga akan bisa menerima kamu secara perlahan."


Kata-kata Radit terasa sejuk di hati Karina.


__ADS_2