Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Kabar baik Pak Budi


__ADS_3

"Sayang, Aku keluar dulu mau ke biro pengiriman dan pengambilan barang karena banyak yang harus Aku angkut mungkin aku balik lagi ke sini agak siangan sekalian makan siang bersama ya, Kamu sendiri di sini nggak apa-apa kan?" ucap Radit sambil mengenakan jaket tebal selutut walau cuaca lagi musim panas.


Entah kenapa seolah sudah menjadi kostum kebiasaan di sini orang-orang selalu mengenakan pakaian ber-lapis luar yang begitu tebal, sehingga tubuh mereka terlindungi.


"Nggak-nggak apa-apa Mas, cuma Erika kelihatannya bener nggak jadi masuk sudah kasih kabar barusan."


"Ya sudah, hati-hati ya."


Andhini mengangguk sambil tersenyum.


Radit mencium kepala Andhini, dan Andhini merapikan kerah jaket Raditya yang kelihatan melipat nggak benar.


"Mas juga hati-hati ya ada yang menunggu di sini dengan cinta." Masih saja seperti dulu masa-masa pacaran dan awal-awal menikah sampai sekarang Andhini selalu berpesan dan mengingatkan Radit kalau mereka memang benar-benar saling mencintai saling membutuhkan dan saling menunggu satu sama lain.


Tapi entah kenapa di tengah cinta yang masih begitu membara apa keinginan aneh Andhini?


Tak ada kebahagiaan bagi mereka selain saat mereka bisa berdua memadu kasih yang tiada pernah bosan berciuman, saling mengusap dan membelai serta kemesraan setiap hari yang selalu mereka perlihatkan dengan nyata cinta mereka mungkin begitu sejati.


Kadang Radit berpikir benarkah apa yang disampaikan istrinya tadi malam itu adalah sesuatu yang benar-benar datang dari hati nuraninya? menyuruh dan mengizinkan dirinya untuk menikahi perempuan lain demi satu tujuan memiliki anak? dimana Andhini ingin merawatnya anak dari garis keturunannya.


Kemanakah cintanya? ataukah itu benar demi cinta?


Radit melangkah menyetop bus kota yang sangat nyaman pergi ke belahan sudut kota manapun karena di negara maju seperti Australia angkutan umum dan fasilitas umum paling di perioritaskan kenyamanannya, karena untuk menarik banyak peminat sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi penyebab kemacetan yang tidak bisa dihindari.

__ADS_1


Andhini duduk di meja kasir ada beberapa pengunjung yang mampir di mini market nya, asyik melihat-lihat semua barang dan memilihnya di masukan ke keranjang. Andhini terasa santai karena memang Andhini ingin bersantai hari ini bukan tidak banyak pekerjaan yang harus dibereskan untuk melengkapi pajangan etalase mengontrol semua produk dan banyak lagi pekerjaan yang seharusnya dikerjakan.


Menelphon Pak Budi di Indonesia adalah kesempatannya bicara bebas, ada banyak yang harus di tanyakan tentang perusahaannya dan yang tak kalah pentingnya adalah tentang Karina.


Setelah dirasa sepi pengunjung karena biasanya jam segini belum begitu banyak pengunjung yang datang baru setelah pertengahan hari sampai malam dan pulang kerja juga di hari libur pasti banyak sekali pengunjung yang sekedar ingin melihat-lihat atau berbelanja keperluan atau sekedar penasaran dengan minimarket yang diberi nama A&R itu.


"Halo Pak Budi, Saya Dhini apa kabar?" ucap Andhini kedengaran begitu bahagia.


"Ya ampun Bu Dhini? maaf baru diangkat teleponnya karena saya sibuk tadi mengecek kiriman selanjutnya sebagai pesanan dari Ibu Andhini sama Pak Raditya, juga memenuhi kebutuhan di supermarket supermarket di sini, Saya hanya mengecek globalnya saja karena untuk detailnya sudah ada yang menangani," ucap Pak Budi begitu sopan.


"Tak ada hal lain Pak Budi selama ini?"


"Alhamdulillah Bu, seperti di grafik yang selalu Saya update ke Bu Andhini semua pencapaian supermarket supermarket kita akhir-akhir ini semakin meningkat."


"Baik, sangat baik buat Andhini. Karina cepat banget belajar dan bekerja apapun juga karena mungkin dari niat dan semangat kerja yang tinggi semua yang


Saya ajarkan begitu cepat bisa, dan sekarang dia sudah menangani detil buku pemasukan ke supermarket supermarket yang ada di semua cabang."


"Syukurlah Pak Pak Budi, cuman sepertinya Saya sama Mas Radit juga akan membuka cabang di sini karena melihat perkembangan usaha yang saya rintis bersama Mas Radit selama ini begitu pesat apalagi semua ini di tangani Saya sama Mas Radit langsung yang terjun ke lapangan bukan hanya menangani teknik dan pengaturan di kantor saja. Makanya saya berniat untuk membuka cabang baru dan berniat ingin membawa Karina ke sini."


"Apa? membawa Karina ke Australia?" Pak Budi begitu kaget saat mendengar Karina akan di bawa ke Australia.


"Ya, kenapa memang? dia kan sudah sedikit banyak tahu tentang pekerjaan dan nanti juga di sini Dia akan ditugaskan mungkin seperti yang ditangani Karina bersama Pak Budi di Indonesia sana," tukas Andhini meyakinkan Pak Budi.

__ADS_1


"Baik, Bu Andhini kalau emang itu keinginan Ibu tidak ada yang bisa menolak, tadinya Saya sudah merasa terbantu dan merasa tenang karena dia bekerja begitu ulet dan semakin ke sini sepertinya dia semakin betah saja bekerja di sini, kalau Ibu memerlukan untuk kepentingan di sana silahkan saja apa perlu Saya yang menyampaikan atau Ibu yang akan menelpon langsung sama Dia?"


"Nanti Saya saja yang akan menyampaikan pada Karina sambil bertanya tentang kabar juga kesiapan mental setelah Saya bicara mungkin nanti akan saya jemput langsung."


Kenapa Karina yang terpilih? Karina hanya pegawai baru yang masih baru belajar dalam hal apapun kenapa bukan dirinya atau siapa saja yang sudah punya jam terbang lama bekerja di perusahaan ini? Tetapi semua itu mungkin ada tujuan tujuan lain Bu Andini karena sejak awal penempatan Karina di sini adalah titipan spesial Bu Andini.


"Halo, Pak Budi? masih di situ?"


"Ya, Bu Andhini."


"Baiklah, sementara untuk rencana selanjutnya Saya sampaikan seperti itu dulu, tolong Pak Budi jangan bicarakan dulu sama Karina soal ini, karena ini masih jadi perdebatan dan pertimbangan Saya sama Mas Radit. Nanti kalau sudah deal untuk membawa Karina ke sini Saya akan pulang menjemputnya begitu."


"Baik Bu Andhini bisa dipahami terima kasih untuk komunikasinya."


Andhini mengakhiri pembicaraan dengan Pak Budi


hatinya begitu senang, entah kenapa begitu ingin segera bertemu dengan Karina dan menyampaikan semuanya.


Ingin segera melihat penampilan Karina setelah sekian bulan bekerja dan Andhini ingin segera melihat mata hitamnya yang begitu cantik pasti Mas Radit akan suka saat Andhini tawarkan Karina ke hadapannya sebagai calon istri sirinya selama 6 bulan.


Tak ada keraguan di hati Andhini berbagi suami dengan Karina yang begitu polos dirasa Mas Radit begitu pantas juga serasi seperti serasinya dengan dirinya.


Terasa deg-degan juga hati Andhini saat ini menghadapi siang, karena Mas Radit akan bicara dan seperti apa rencana semuanya yang akan Andhini sampaikan sama Mas Radit tentang teknik semua rencananya.

__ADS_1


******


__ADS_2