Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Bertemu


__ADS_3

"Rai, siap hari ini kita berangkat? Aku sudah bicara sama Karina kalau Kita akan bertemu di stasiun Caulfield, perjalanan dari stasiun terdekat Flinders tidak begitu jauh, pokoknya kita ke stasiun Flinders saja dulu nanti naik dari stasiun itu menuju Caulfield." Radit sedikit memberikan penjelasan pada Rai, Rai hanya mengangguk saja karena Dirinya belum terlalu tahu rute-rute perjalanan naik kereta sebenarnya ada keinginan untuk jalan-jalan bersama Vira karena kata Vira juga perjalanan dengan naik kereta sangat nyaman dan bisa menjangkau ke seluruh pelosok dan obyek yang kita inginkan.


"Baik Kak, Apa Karina siap pulang?" jawab Rai sedikit menyelidik, sambil melihat raut muka Kakak satu-satunya.


Kelihatan rona mukanya tetap seperti itu agak dingin tapi kalau sudah bicara enak buat ngobrol tentang apapun, apalagi soal meledek dirinya itu jagonya, juga kata temannya Kak Radit memang romantis dan juara kalau urusan merayu cewek.


"Sepertinya iya, Aku ingin segera bertemu Anakku dan membawanya pulang Rai, kekhawatiran ku semakin bertambah saat tahu permintaan Karina yang semua sulit Aku dan Andhini kabulkan," ucap Radit sedikit curhat pada Adiknya.


"Permintaan apalagi selain tak ingi di cerai?" jawab Rai merasa ingin tahu.


"Sulit di mengerti Rai, Karina meminta empat kali lipat kompensasi yang di berikan Andhini di awal pernikahanku dengan Karina, seandainya Aku tetap menceraikannya dan menginginkan Anak itu," ucap Radit dengan nada tak suka dengan negosiasi yang di sodorkan Karina.


"Busyet! niat banget itu namanya, Kak Andhini gimana tanggapannya?"


"Andhini tak mau dan membiarkan anak itu dalam pengasuhan siapapun, tapi Aku tetap Bapaknya Rai, di posisi mana Aku harus berada? di satu sisi istri dan di satu sisi lagi anak tetapi bagi Andhini tak ada kata persetujuan untuk memperpanjang pernikahan yang di pinta Karina cukup sampai di sini tak mau memperpanjang masalah lagi, memang itu sangat dipahami dan Aku juga sudah tahu karakter Karina yang sesungguhnya hanya mengambil kesempatan dan memanfaatkan pernikahan ini Aku jadi tidak begitu suka," ucap Radit jujur dan terbuka kini.


Radit sama Rai membawa mobil dan di simpan ditempat penitipan berbayar.


Mereka telah duduk sambil ngobrol di kereta super elit, pelayanan transportasi publik yang memberi kenyamanan bagi siapa saja.


Caulfield adalah stasiun untuk berganti kereta di wilayah Melbourne Timur Laut, dimana stasiun itu dilewati kereta untuk tiga jalur yaitu Cranbourne, Frankston dan Pakenham.


Petugas mengatakan stasiun Caulfield dimana penumpang bisa menggunakan terowongan untuk pindah ke platform lain, mengalami kesesakan di malam hari, dan akan bertambah buruk ketika jalur baru yang sedang dibuat sekarang di bawah yang dikenal dengan nama proyek Metro Rail Tunnel dibuka.


Tapi Karina meminta Radit bertemu mungkin menjemputnya di sana, mungkin juga Karina bersama Ros datang entah dari arah mana yang pasti stasiun Caulfield adalah stasiun transit.


Sedang stasiun kereta api Flinders Street adalah stasiun kereta api Metro Trains yang berlokasi di Melbourne, Victoria. Dari segi Metro Trains, stasiun ini merupakan salah satu dari lima stasiun City Loop yang bisa leluasa digunakan buat melihat lihat dan keliling kota Melbourne Australia.

__ADS_1


Tujuan dan janjian di stasiun Caulfield sebenarnya karena stasiun Caulfield itu stasiun transit mau melanjutkan perjalanan ke mana bisa dari stasiun ini.


Meeka turun dan celingukan di peron dengan jubel ratus bahkan ribuan orang dengan tujuannya masing masing.


Rai menarik tangan Radit menepi dan ke arah di mana mereka bisa memandang ke segala penjuru di ruang tunggu.


Radit memanggil nomor Karina dan langsung nyangkut.


"Halo Rina, Aku sudah di stasiun Caulfield posisi di ruang tunggu! Kamu di mana sama Bayi kita?" ucap Radit sambil matanya tetap menyisir orang-orang yang lalu-lalang juga setiap penjuru berharap melihat satu sosok yang begitu dikenalnya.


"Mas tunggu saja di situ, biar Aku yang mencari Mas Radit," jawab Karina.


"Rina, tinggal bilang kamu di sebelah mana pakai baju warna apa? Kamu takut capek Biar aku saja yang ke sana," balas Radit menginginkan kan dirinya yang datang menemui Karina.


"Mas, sama siapa ke sini?"


"Rina, apa itu penting dengan siapa Aku ke sini, Aku hanya ingin bertemu Anakku dan Kamu kita bicara menyelesaikan semuanya," ucap Radit begitu tak sabar.


"Astagfirullah, Rina ini urusan tentang Kita, Aku tidak mau berurusan dengan polisi asalkan Kamu begitu proaktif dan memberikan penjelasan sejelas-jelasnya dan nanti kita bicara setelah kita bertemu, sudah jangan banyak pikiran apapun tak ada polisi dan orang lain Aku datang sama Adikku Rai ke sini," ucap Radit bicara sebulan mungkin kalau hatinya sudah begitu jengkel melihat Karina yang bertele-tele dan seakan ingin mempermainkan dirinya.


"Ya sudah, tunggu saja di situ!"


Sambungan telepon terputus beritanya bisa diam menunggu sampai tetap matanya liar mencari kesana kemari karena karirnya untuk memberikan jawaban saat dirinya tanya di sebelah mana dan pakai baju warna apa biar mudah Radit mengenalinya.


Karina sudah melihat Radit dari jauh, memnag bersama Adiknya Rai tapi Karina takut saja kalau itu adlah jebakan bagi dirinya, karena Karina dalam hal ini merasa bersalah telah pergi tanpa sepengetahuan Radit dan Nyonya Andhini dari rumah sakit dengan membawa Bayi mereka.


Setelah di rasa aman Radit tak bicara sama siapapun selain adiknya, juga menelephon pada siapapun, lalu Karina turun dari lift mendekat ke arah ruang tunggu dimana Radit sama Rai duduk.

__ADS_1


Karina berdiri di depan Radit yang sedang melihat ponselnya,


Saat Karina menyapanya berharap memandangnya lalu Radit memeluknya tapi semua itu baru angan angan Karina.


"Mas!"


Radit dongak ke atas terkesiap melihat Karin sendirian berdiri di depannya.


"Rina? Kamu sendirian? mana Bayiku?"


"Aku memang datang sendirian, Bayi kita lagi kurang sehat Ros menjaganya!"


"Rina, serius Aku tanya kenapa kamu datang sendirian? bukankah Kamu tahu aku datang ke sini untuk menjemput kalian semua? kok jadi begini ayo kita pulang kita selesaikan semuanya kita bicara baik-baik Andhini menunggu kita di rumah" ucap Radit sambil menggoyangkan kedua tangan Karina yang dipegangnya.


"Aku akan pulang membawa Anak kita setelah tahu kesepakatannya seperti apa Mas! itu adalah keputusan ku," ucap Andhini kelihatan agak ragu dalam bicaranya.


"Karina ini di negeri orang! Apa Kamu tidak takut? Kamu begitu memanfaatkan Aku selama ini, mempermainkan Aku dan Andhini kalau Kamu masih dengan penawaran mu tolong jangan manfaatkan Anakku! Kamu tidak mau menyelesaikan semua ini dan datang duduk bersama lalu habis kesabaranku dan Andhini pasti akan menempuh jalur hukum, ingat Rai sebagai saksinya Aku ceraikan Kamu saat ini juga! Aku jatuhkan talak tiga sekaligus dan kini Aku haram menyentuhmu lagi, silahkan maumu sekarang apa? kini Aku ajukan pertanyaan padamu!" Radit dengan di niatkan menceraikan Karina tanpa ada pertimbangkan apapun lagi.


Karina tertegun, tak menyangka sedikitpun Radit akan mengucapkan kata cerai secepat itu, kini dirinya hanya memiliki satu permintaan yang pernah diajukan jadinya.


Karina diam, hatinya kecewa dan marah, keinginannya tak bersambut seperti harapannya.


Karina balik badan dan berjalan cepat, berniat meninggalkan Radit dan Rai yang masih saja terpaku.


"Karina!"


"Karina, tunggu!"

__ADS_1


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_2