
Radit akhirnya berangkat sendiri dengan perasaan yang masih terbagi, antara Andhini istrinya juga Istri sirinya Karina yang di tinggalkan begitu saja juga Rahadian yang membuat semua kegiatannya terganggu.
Jujur Radit sama Andhini belum menikmati keberadaan mereka di Melbourne Australia saat ini, karena setiap harinya sibuk merintis usaha dan bekerja menata semua pekerjaannya hingga mencapai titik saat ini.
Tiga pencapaian usaha sampai saat ini bukan hal mudah dirintis Radit sama Andhini mungkin setelah yang ketiga ini supermarket nya buka dan berjalan seperti harapan Radit sama Dhini akan mengurangi keterlibatannya di dalam mengurus supermarket dan minimarket mereka.
Mereka hanya akan fokus di kantor mengurus administrasi nya dan mengendalikan dari kantornya saja karena Radit sama Andhini sudah sepakat mengangkat Erika teman Andhini sebagai manajer umum yang membawahi supermarket dan minimarket mereka.
Radit sangat memahami perasaan istrinya Andhini selain tertekan dengan keadaannya yang sampai saat ini belum memiliki anak menjadi sangat sensitif, walau jadwal terapi dan kontrol kesehatan juga program anak tetap mereka lakukan karena yang utama keberadaan mereka ini adalah untuk hal utama itu.
Dua pekerja yang di nilai Radit sangat rajin sudah datang di depan minimarketnya, Dion dan Vira adalah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Australia sekedar mencari sampingan mau bekerja buat tambahan biaya hidup walau Radit tak tahu keberadaan orangtuannya di Indonesia seperti apa, mungkin orang berada sampai bisa menyekolahkan anaknya ke Australia tapi kelihatan mereka berdua anak muda yang baik dan rajin.
Dion sama Vira bergantian kalau ada kuliah satu diantara keduanya salah satu masuk kerja begitulah Radit kondisikan, semua enjoy menjalaninya.
Kemungkinan lowongan kerja di tempat Dion sama Vira kuliah sudah tersebar sehingga Andhini agak kerepotan memilih dan menyaring semua mahasiswa yang berminat menjadi pegawai magang di tempat supermarket nya.
Radit mengkondisikan supermarket nya serapi mungkin dalam penanganan dan pelayanan dan juga penyediaan barang-barang yang dibutuhkan semua konsumen.
Melihat perkembangan usahanya Radit sama Andhini patut berbesar hati dan begitu bangga semangat mengelolanya hingga lupa mengeksplorasi Australia itu sendiri setiap hari hanya pekerjaannya tempat tinggal dan pekerjaannya itu dan itu saja.
Radit merasa khawatir permasalahan rumahtangganya tak seiring dengan kesuksesan yang di raihnya saat ini dalam hal usaha, Radit berusaha ingin rumahtangganya utuh seperti sedia kala walau permasalahan semakin banyak mengintai di balik rumah tangganya.
Setelah mengkondisikan mini marketnya Radit berpesan pada Dion dirinya akan keluar dan Karina mengambil cuti sampai waktu yang tidak bisa ditentukan, akhirnya Dion mengerti dan berharap kalau memang tidak ada kelas dalam studinya diharapkan Vira bisa masuk kapan saja karena Radit sendiri tidak akan standby di sini banyak yang harus di persiapkan untuk pembukaan supermarket barunya, dan pastinya banyak waktu keluar.
"Dion kan masuk kuliah malam jadi siang leluasa bisa bekerja, kalau Vira juga ada waktu biar dia masuk juga jam siang tak hanya malam saja ya, tolong di sampaikan pada Vira," ucap Radit sebelum keluar memberikan sedikit keinginannya yang tidak bisa di sampaikan pada Vira langsung.
__ADS_1
"Baik Pak Radit, nanti Aku sampaikan," jawab Dion sambil membereskan barang-barang yang berserakan di meja kasir ditempatkan pada tempatnya kembali setelah mengecek dan menata dan menambahkan stok barang di pajangan.
Radit keluar yang di tuju tak lain tempat Andhini berada, Radit melajukan mobilnya terasa lapar perutnya dari pagi belum terisi apapun biasanya di rumah selalu sarapan setidaknya walau hanya dua lapis roti isi selai dan minuman hangat yang ada dibikinkan Andhini tapi tadi pagi semua itu terlewatkan.
Sampai di supermarket terlihat agak ramai waktu menunjukkan kurang lebih jam 09.00 tetapi Andini sudah sibuk dengan file menyeleksi dan menerima data dari semua calon pegawai yang melamar pekerjaan hanya akan diangkat untuk pertama kali adalah dua kasir untuk siang malam dan satu orang di gudang kurang lebih 10 orang untuk semuanya.
Radit mengamati wajah istrinya yang lagi serius sampai tak menyadari kehadiran dirinya dan mengamati semua gerak-geriknya, sampai Erika melihat dan menyapanya.
"Eh, Mas Radit ada di sini, gimana nih kelihatannya banyak juga peminatnya walau hanya membagikan brosur dari tangan ke tangan," ucap Erika yang tahu kalau Andhini lagi diam sama Mas Radit dari semalam.
"Alhamdulillah, berarti kita bisa memberi manfaat pekerjaan, bahkan Adikku sendiri katanya mau melamar juga pekerjaan di sini, tapi mana? jam segini belum kelihatan batang hidungnya."
"Anak muda masih belum serius sepertinya, masih mengutamakan kesenangannya seperti main, apalagi Mas Rahadian baru keluar sekolah mungkin masih menikmati masa-masa kebebasannya," tutur Erika sambil melirik Andhini yang tak bicara hanya sibuk membaca berkas yang ada di depan mejanya.
"Aku sama Dhini sudah tadi, kalau Mas Radit mau biar Aku Carikan dulu maunya apa?"
"Oh boleh, apa aja yang penting ada yang di makan, asal hangat makanannya. Thank ya Rika."
"Oke Mas." Erika keluar meninggalkan Andhini sama Radit berdua di ruangan itu."
Radit semakin mendekat dan mengambil satu map di hadapan Andini lalu menutupnya membuat Andhini menatapnya ke atas dimana Radit duduk di pinggir meja kerja Andhini.
"Kamu masih marah Sayang? Aku juga merasa salah dan saat ini aku minta maaf, semua tak akan terulang lagi."
"Dikira Mas tak sadar diri dengan kesalahan, mungkin Aku juga salah tapi dimana letak kesalahanku?"
__ADS_1
"Sudahlah Sayang, Aku terlalu banyak beban fikiran dengan kehadiran Rahadian, Aku janji tak akan mencuri waktu malam kamu lagi, Aku terlalu egois," ucap Radit sambil mengangkat kedua tangan Andhini dan memeluknya.
Andhini mendorong tubuh suaminya. "Menjauh dariku Mas, apa Mas sudah mandi? Aku merasa geli membayangkannya, karena malam adalah hak milikku."
"Ya ampun Andhini, Aku sudah mandi coba cium sini aromanya," Radit menunjuk badannya sendiri.
"Aku perlu berdamai dengan hatiku sendiri, kalau bisa Mas pulang saja sampai bisa memahami perasaan seorang istri." tutur Andhini menatap dingin suaminya.
"Andhini, jangan seperti itu, kita flashback kembali, semua ini ide kamu Aku yang hanya mengiyakan karena Aku sayang kamu dan ingin menyenangkan juga menyetujui keinginanmu."
"Tapi aku tak menyuruh Mas tidak konsekuen pada perjanjian yang ada, Aku juga melakukan semua ini dengan mengorbankan perasaanku sendiri dengan menekan perasaanku sendiri cobalah mengerti jangan menciptakan masalah di hadapanku. Semua bukan untuk di bahas dari awal, semua telah kita jalani dengan baik, Aku hanya minta tolong hargai perasaanku."
"Aku tak akan mengulanginya lagi, itulah janjiku, sekarang ikut Aku, Aku tak ingin semuanya berantakan kita harus mulai menyadari diantara kita sudah tercipta kekakuan karena kesibukan dan pekerjaan."
"Mas mau ke mana?"
"Pokoknya ikut Aku." Andhini tak bisa menolak saat Erika datang dengan makanan yang di peruntukkan buat Mas Radit.
Erika gak bisa berkomentar saat Radit membawa Andhini pergi dengan mobil entah ke mana.
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1