
"Apa kabar Andhini? kenapa Kamu baru mengabari Aku kalau suamimu di rawat di sini? apa sebegitu mengancamnya keberadaan ku di sini?" ucap dr Fadli pada Andhini yang baru saja menutup teleponnya dr Fadli sudah datang ke kamar perawatan dimana Radit masih di rawat.
Suara dr Fadli begitu perlahan sehingga Andhini tak sempat menjawabnya hanya senyuman yang membuat dr Fadli sesaat tak bisa lepas dari wajah yang selalu melintas dalam pandangan dan mata hatinya.
Radit berusaha bangun dan Andhini membantunya sampai Radit bisa duduk dengan nyaman.
"Seandainya ada yang bisa Aku bantu mungkin Aku bantu," ujar dr Fadli sambil menghampiri Radit yang duduk di ranjang perawatan.
"Terimakasih dokter semua sudah terlewati, kini tinggal penyembuhan saja, hanya insiden kecil tapi sempat membuat Aku takut dan syok, nggak apa mungkin Mas Radit perlu istirahat dalam segala hal jadinya di beri cobaan seperti ini," jawab Andhini sambil menatap wajah suaminya.
"Apa yang terjadi Mas sehingga terjadi insiden seperti ini?" tanya dr Fadli sambil menyalami Radit dihadapannya.
"Kita terlalu nyaman dalam menjalani kehidupan ini mungkin saatnya kami mendapat teguran dan cobaan jadi seperti sekarang ini, di kagetkan dengan ujian dan kejadian," jawab Radit dengan sunggingan senyum di bibirnya.
Berusaha ramah di hadapan dr Fadli kali ini, walau hati Radit tidak seutuhnya menerima, tapi demi Andhini istrinya yang telah begitu terbuka meyakinkan dirinya kalau hubungan dengan dr Fadli hanya sebatas persahabatan saja.
__ADS_1
"Realita kehidupan harus ada ujian, semoga cepat sembuh dan pulih kembali," jawab dr Fadli menjawab ucapan Radit dengan datar.
Sebenarnya Radit tidak terlalu suka dikunjungi dr Fadli, entah kenapa ada saja kecurigaan dari tiap pandangannya yang terus tertuju pada Andhini dan layak di curigai, tapi Radit lebih bisa bersikap bijaksana menanggapinya.
Banyak alasan kenapa Radit tidak suka dan merasa cemburu pada laki-laki yang cukup tampan ini, mungkin dr Fadli punya rasa pada Istrinya tapi semua itu sesuatu yang tak mungkin, Andhini adalah miliknya tak akan biarkan orang lain menyentuhnya sedikitpun.
Andhini adalah cinta dan hidupnya, disadari Radit keiklhasannya juga kesabaran dan kerelaan Andhini sangat luar biasa walau dirinya pernah sia-siakan Andhini hanya demi Karina yang tak jelas tujuannya.
Radit tak suka ada orang lain ada yang merongrong rumahtangganya, walaupun Radit sendiri selalu dari kemarin-kemarin membuat masalah di dalam rumah tangganya.
"Mas mau minum?" tanya Andhini dengan suara lembutnya. Mengusap tangan suaminya menyentuhnya dengan perlahan.
"Boleh Sayang, tapi bisa kok cuma ambil air di samping situ," jawab Radit memandang Andhini yang sedikit salah tingkah di depan suaminya juga dr Fadli tapi Andhini berusaha biasa dan datar saja tidak malah membuat tanda tanya dua laki-laki di hadapannya.
"Gimana kandunganmu sehat tanpa keluhan apapun? semoga saja tumbuh sempurna sesuai usia kandungan itu sendiri," ucap dr Fadli sekilas melirik Andhini dan beralih pada Radit.
__ADS_1
"Baik dok, Alhamdulillah sampai saat ini baik-baik saja, nanti kalau sudah ada gambaran Mas Radit bisa pulang Aku kontrol kandunganku dulu sebelum pulang biar Aku merasa tenang, boleh kan Mas?" jawab Andhini dengan bertanya pada Radit.
Radit mengangguk tanda setuju dan Andhini tersenyum sambil mengangguk juga.
"Sudah berapa hari Mas menginap di sini sepertinya lukanya sudah mulai kering," tanya dr Fadli pada Raditya.
"Dua hari, sepertinya besok boleh pulang kalau kondisinya semakin membaik, biar istirahat di rumah dan sewaktu-waktu bisa kontrol untuk total penyembuhannya," jawab Andhini membantu jawab suaminya yang ditanya dr Fadli.
"Baiklah, semoga cepat sembuh dan bisa pulang secepatnya Mas juga Andhini," ucap dr Fadli sambil berjalan menghampiri Radit dan menyalaminya juga pada Andhini.
Dr Fadli tahu ada ketidaknyamanan Andhini di hadapan dirinya juga suaminya, walau bagaimanapun dr Fadli tahu hati Andhini karena mereka pernah menghabiskan waktu bersama-sama dan saling tertarik dalam keadaan Andhini terpuruk dengan masalahnya.
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1