Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Dua masalah terjawab sudah


__ADS_3

Rahadian sampai di gedung kondominium yang di huni Kakaknya Radit sama Andhini dan Karina juga. Menaiki lift yang biasa dirinya selalu naik dari sebelah Barat karena memang itu arah yang paling strategis menuju lantai dimana Kakaknya tinggal lalu masuk berbarengan dengan yang lain dengan beragam lantai yang di pilihnya, Rahadian memijit nomor lantai tujuan setelah yang lain berhenti dan melanjutkan setelah dirinya sampai di lantai tujuan.


Tak banyak orang yang turun dan naik di siang ini, dengan sedikit bersiul Rahadian menikmati suasananya sendiri, ada satu rambut pirang melihat Rahadian bersiul hanya senyum-senyum saja.


Rahadian tak perduli bule yang senyum senyum, lamunannya mengingat Karina yang baginya misterius tapi sangat cantik dengan kulit tidak terlalu putih, juga tidak terlalu langsing seperti Vira tapi lebih tertarik Rahadian pada Karina dengan semua rahasianya.


Sepertinya Karina punya daya tarik tersendiri bagi seorang pria, juga senyumnya begitu menggoda walau begitu jarang Karina tersenyum saat mereka bertemu lebih banyak diam menunduk dan bicara seperlunya.


Sampai atas Rahadian mengingat lorong yang waktu itu Karina belok lalu menghitung deretan pintu yang berjejer panjang, Rahadian bingung semua pintu tertutup, karena penghuninya mungkin lagi aktivitas di luar.


Kebingungan tak menyurutkan langkah Rahadian walau tak pasti Karina tinggal di nomor berapa tapi setidaknya Rahadian mencobanya dan berpikir dengan keras karena waktu itu pernah membuntuti sampai Karina masuk kamar huniannya.


Berdiri di satu pintu dengan lalu-lalang orang dan ada anak-anak juga Rahadian bingung apa yang pertama kali akan di ucapkannya?


Yakin kalau ini pintunya, Rahadian tidak ragu di kuatkan sama satu sepatu yang ada di keset pernah di gunakan Karina, kelihatan pintunya juga tidak tertutup rapat Rahadian sedikit mengintip tapi tak melihat apa-apa.

__ADS_1


Mengetuknya perlahan tetap tak ada jawaban akhirnya sedikit mendorongnya dengan harapan tuan rumah datang ke pintu menyambutnya dengan senyuman.


Seketika darah Rahadian naik ke puncak ubun-ubunnya, mukanya terasa panas, hatinya juga panas dan bergetar, ada amarah di situ. Dua masalah terjawab sudah saat itu juga masalah Kakaknya dan Masalah temannya Karina.


Di sofa Karina sedang memeluk dan mencium Kakaknya Radit yang hanya diam saja duduk menyandarkan kepala sambil memejamkan matanya.


Rahadian yakin itu Kakaknya yang selama ini jadi idolanya, sukses dalam membangun dan mengembangkan karir dan usaha sukses juga dalam rumahtangga harmonis dan saling cinta, tapi apa yang di lihatnya kini?


Blak! pintu di dorong Rahadian dan terbuka dengan lebar menyajikan pemandangan tak senonoh, Karina yang hanya berpakaian tipis tanpa bawahan dengan leher rendah dan Radit dengan kemeja yang sudah terbuka kancingnya bagai di sambar petir keduanya lompat menjauh sadar diri dengan keadaannya.


Lalu balik badan dan pergi meninggalkan Radit sama Karina yang syok berat dengan membanting pintu.


"Rahadi! tunggu! Aku bisa jelaskan semuanya" teriak Radit sambil melongokan kepalanya keluar membuka pintu.


"Brengsek! ternyata Karina simpanan Kakakku satu bangunan kondominium lagi, satu lantai lagi, sudah sepantasnya Kak Andhini nangis marah dan kabur, dasar tak tahu malu dan sangat memalukan! alasannya mau cari Kak Andhini tapi malah enak-enakan main cewek di sini." sungut Rahadian mencaci maki mencurahkan emosinya.

__ADS_1


Sungguh tak ada prasangka sedikit juga Kak Radit tega menghianati cinta dan mencoret kan noda dalam rumah tangganya.


Aaaaaah! brengsek banget benar benar di luar dugaan semuanya! kenapa begitu cepat semua terungkap? kenapa Kak Radit begitu ceroboh? bagaimana jika semua tembus ke Bapak Subrata bisa di black list dari daftar keluarga dan di sidang dengan dakwaan sangat memalukan keluarga.


Apalagi kalau berita ini sampai ke Bapak mertuanya Pak Suryadilaga bisa-bisa Kak Andhini di tarik langsung pulang.


Rahadian pulang ke Hotel beres beres dan akan pindah kayak kost gitu di dekat Vira karena banyak yang kosong.


Membereskan baju dengan perasaan marah entah pada siapa, yang pasti pada kenyataan kalau yang selama ini Kakaknya satu-satunya dirinya banggakan telah mengecewakan banyak orang, termasuk dirinya.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2