
"Rina, kamu sudah lapar? biar Aku cari dulu makan, kelihatan sarapan kamu tadi sedikit banget padahal kerjaan kamu banyak lho hari ini," ucap Radit di sebrang meja kasir Karina sedang menghitung belanjaan pelanggan.
Karina tersenyum manis membuat Radit juga tersenyum membalas menghampiri dan mengusap pundaknya.
"Aku terserah Mas Radit saja, kalau Mas Radit sudah mau silahkan, lapar banget belum sih tapi kalau bisa Aku mau istirahat duluan gantian nanti."
"Aku juga mesti istirahat dong, kita istirahat bareng tapi Aku cari makan dulu ya, hanya ke sebelah kok," ucap Radit di sela-sela ada beberapa orang yang berbelanja dan Karina melayaninya di meja kasir.
Karina mengangguk sangat manis, seperti mengerti semua keinginan satu sama lain, Mas Radit mulai banyak bicara dan Karina juga mulai nyaman menjalani semuanya.
Akan ada Mas Radit tiap pagi yang menjemputnya lanjut dengan kemesraan mereka, dan pergumulan panas yang mulai Karina tunggu setiap waktunya.
Seperti candu saja bagi Karina, dua kali melakukannya sungguh kurang dan menagih lagi dan lagi bagi gejolak jiwa mudanya.
Begitupun Radit semakin semangat saja melakukan kewajiban dan ada sensasi lain yang di rasakan bersama Karina walau bersama Andhini juga tetap dirinya jaga.
Radit masuk lagi minimarket dan mendapatkan Karina lagi sedikit menyapu dan membereskan meja kasir, yang sedikit berantakan termasuk struk struk bekas yang tidak dibawa pulang oleh setiap orang yang belanja dibiarkan di meja atau dibuang sembarangan di dekat tempat sampah.
Tak perlu adaptasi terlalu lama buat Karina semua pekerjaan sebagai kasir telah dilakukan di sana bersama Pak Budi sebelum dirinya beralih ke pembukuan mengecek semua barang yang keluar dan masuk.
Karina mulai merubah panggilan pada Radit tak menggunakan kata Tuan lagi tetapi menjadi Mas seperti layaknya Andhini memanggil.
__ADS_1
"Rina, Aku tutup saja barang satu jam minimarketnya biar kita bisa makan dan istirahat karena menjelang sore biasanya pengunjung akan lebih banyak setelah keluar jam kerja jadi usahakan setiap siang kita bisa beristirahat dulu."
"Baik Mas."
"Makanannya bawa dulu ke belakang, Aku mengunci dulu rolling door sementara dari dalam."
Karina tak menyahut hanya mengambil satu bungkusan di kantong kertas besar dan membawanya ke belakang.
Radit mengekornya, Karina duduk duluan di sofa panjang dan Radit menghempaskan tubuhnya di samping Karina duduk dan menariknya ke pelukannya.
"Mas! apa siang-siang juga?"
"Kenapa memang?" nafas Radit mulai tinggi menatap Karina dengan sedikit beringas.
"Aku masih menginginkan kamu Rina, kita hanya punya waktu siang jadi kita manfaatkan sebisa mungkin," ucapan Radit seperti lagi di buru waktu.
Karina mengerti berarti bukan waktu pagi saja akan ada waktu siang kebersamaan mereka dilewatkan dengan kenikmatan seperti sekarang. Makan siang di lewatkan dalam kebersamaan.
Selesai melakukan hajatnya Radit lebih dulu ke kamar mandi membersihkan diri dan berpakaian kembali. Karina masih berpakaian dan sama mau ke kamar mandi menunggu Radit keluar dulu.
Karina bingung haruskah dirinya mandi? sedang sudah dua kali dalam satu hari ini mereka melakukannya.
__ADS_1
Ternyata di manapun tempatnya jadi juga, mau di tempat tidur di sofa, semua bisa di lakukan.
Radit keluar dan Karina masuk, hanya ada handuk kecil dalam kamar mandi, akhirnya Karina mandi juga terasa segar tubuhnya dalam guyuran shower.
Karina mengusap perutnya yang masih rata dalam hatinya ada harap semoga cepat ada isi bibit dari Mas Radit.
Karina keluar kamar dengan rambut terurai basah, Radit tersenyum sambil pergeseran memberi ruang buat karena duduk.
"Mandi ya?"
"Iya Mas, nggak enak rasanya gimana gitu."
"Hahaha ... nanti juga biasa. Besok bawa saja handuk ke sini pakaian salin juga boleh."
Raditya menyodorkan makanan pada Karina dirinya terlebih dulu memakan bagiannya.
Karina makan dengan lahapnya, spaghetti cheese juga minuman yang terasa begitu enak di lidahnya.
"Pelan-pelan makannya kalau enak nanti beli lagi buat makan malam sambil kita pulang." Radit memandang cara Karina makan yang masih kelihatan malu.
"Enak banget Mas, mungkin pertama kali Aku makan begini."
__ADS_1
*****