Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Ikut menjaga kehamilan


__ADS_3

Sampai di hunian mereka Karina diantar Radit sama Andhini ke kamarnya, Andhini merapikan tempat tidur Karina yang sejak pagi berantakan selalu begitu setelah Mas Radit mampir ke kondominiumnya.


Ada rasa aneh dalam hati Karina melihat majikannya Nyonya Andhini merapikan tempat tidur bekas dirinya sama Tuan Radit berhubungan suami istri tadi pagi.


Tak tega rasanya Karina melihatnya, walau semua itu Andhini lakukan demi kenyamanan Karina sendiri dan calon anaknya, anak yang di damba dan di harapkan sama Andhini.


Andhini juga merasa kalau tempat tidur Karina adalah tempat tidur suaminya sendiri. Tetapi demi satu tujuan yang ingin segera dicapai dan sekarang sudah nampak di hadapannya seorang anak yang menjadi harapan sudah ada di depan mata Andhini ingin memberi yang terbaik sejak anak itu dalam kandungan.


Bagaimanapun anak yang di kandung Karina nantinya akan menjadi anaknya juga, apa salahnya Andhini pikir semuanya di persiapkan seperti menyambut anaknya sendiri.


Kasih sayang tiada tara limpahan cinta akan menjadi tumpahan Andhini pada anak itu, semua di lakukannya mulai dari suaminya menikah dengan Karina.


Sekarang Karina hamil jelas semakin menumbuhkan rasa sayang di hati Andhini terhadap Karina juga terhadap bayi yang ada di dalam kandungannya.


Serasa tak percaya apa yang dialami Karina saat ini sejak awal memang dirinya juga mengharapkan kehamilan ini, tetapi tidak secepat ini biarlah dirinya menikmati dulu masa-masa di mana bisa bersosialisasi dengan suaminya sendiri walaupun pada akhirnya mereka akan bubar tunduk pada peraturan yang telah disepakati bersama dalam perjanjian.


Karina merasa punya senjata yaitu kehamilannya, dirinya bisa saja bebas meminta Mas Radit menemaninya di suatu malam yang menjadi jatah kebersamaan Andhini sama Mas Radit, atau saat dirinya malas untuk bekerja mungkin Karina akan memanfaatkannya tapi apakah semua itu sebanding dengan kebaikan yang diberikan Nyonya Andini terhadap dirinya? Di situ Karina sadar diri tapi ego seorang isteri kadang datang menggodanya meminta hak lebih apalagi sekarang dirinya sedang hamil.


Kehamilan, ya kehamilan pertama kali Karina akan merasakannya satu kodrat wanita seutuhnya, tapi dirinya harus rela memberikan anaknya melepaskan anaknya tanpa bisa menimbang, menyayangi dan menyusui sekaligus mengasuh karena keberadaan bayi ini di dalam kandungannya berawal dari sebuah perjanjian.


Semua ini terjadi karena ada kesepakatan antara dirinya dengan Nyonya Andhini, sudah sepantasnya dan seharusnya dirinya mengikuti aturan sampai selesai dan dirinya harus rela memberikan bayi yang dikandungnya ini setelah lahir untuk keluarga Tuan Radit dan Nyonya Andhini, sebaiknya dirinya akan memiliki uang satu miliar dan satu rumah cluster jauh melampaui harapan dan impiannya.

__ADS_1


Karina mengusap perutnya yang masih rata, ada kehidupan di dalam rahimnya kini, hasil hubungan Mas Radit dengan dirinya walau semua dilakukan tanpa rasa.


Ingin rasanya Karina berbagi kebahagiaan ini untuk keluarganya yang berada di panti yakni keluarga terdekat yang sudah seperti orang tuanya sendiri yaitu Ibu Elyana Ibu Panti Asuhan dan adiknya Lila, tapi mungkinkah? semua akan mendatangkan kekisruhan.


Sampai saat ini status Karina masih gadis baik yang bekerja di luar negeri di bawa majikannya karena cocok dengan keinginan majikannya. Akhirnya ditempatkan di salah satu perusahaan dan terakhir Karina diajak untuk bekerja di luar negeri masih di perusahaan yang majikannya rintis.


Karina ingin tahu akan seperti apa sikap Mas Radit terhadap dirinya akankah lebih baik atau sama seperti kemarin-kemarin? setelah tahu dirinya hamil mengandung anak dari benihnya.


"Rina, tidur harus nyaman jangan terlalu malam lebih banyak istirahat dan gunakan waktumu untuk hal-hal yang positif di saat sendiri, seperti mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa perbanyak ibadah karena masa kehamilan adalah masa di mana kita rentan cobaan, emosi tak terkendali kekhawatiran dan labil dalam mengambil keputusan hormon semakin memuncak merubah pola pikir kita dan banyak lagi segala sesuatu yang menimpa seorang ibu saat menjalani masa-masa kehamilan," tutur Andhini panjang lebar memberi nasehat untuk kebaikan ibu dama bayi yang di kandung Karina.


Karina juga Radit yang duduk di sofa hanya diam saat Andhini menasehati Karina sambil duduk di tempat tidur.


"Aku janji akan selalu mendampingi dan mengingatkan kamu di saat kamu lupa kalau saat ini dirimu lagi hamil mengandung satu kehidupan di dalam perutmu," tambah Andhini.


"Syukurlah, semoga kehamilan mu sehat selalu."


"Mas, nanti kalau pulang dari mini market jangan lupa beli buah dan selalu sediakan di sini untuk menjaga kesehatan Karina karena ibu hamil rawan akan sembelit," titah Andhini ditujukan pada Radit.


"Iya, biar nanti Karina sendiri yang memilih apa yang dia suka." jawab Radit.


"Karina, ini hanya vitamin biasa sama penambah darah khusus untuk ibu hamil untuk menjaga Jangan sampai kita kekurangan darah sehingga pertumbuhan bayi menjadi stabil dan sehat juga jangan lupa ya nanti minum susu bawa dari toko itu. Satu keharusan dan menjadi sesuatu yang sangat penting Aku tidak mau anakku menjadi kekurangan gizi dan terhambat pertumbuhannya."

__ADS_1


Andhini memegang tangan Karina yang duduk di tepi tempat tidur.


"Rina, kehamilan mu ini masih kecil masih jalan memasuki 6 minggu menurut analisa dokter dan perhitungan hari menstruasi terakhir kamu, Jangan lupa sesuai perjanjian hamil 7 sampai 8 bulan nanti yang menggantikan peran Kamu hamil untuk dikabarkan kepada kedua orang tuaku dan mertuaku adalah Aku. Camkan itu baik-baik itu sesuai yang ada di perjanjian dan saat itu kamu akan diposisikan seperti apa untuk antisipasi orang tuaku datang ke sini Aku sudah atur semuanya bersama Erika."


"Aku mengingatnya Nyonya."


"Jangan khawatir Aku sudah punya trik seandainya kedua orang tuaku datang ke sini untuk memastikan Aku hamil dan menengok kami kamu jangan sakit hati seandainya saat itu nanti kamu diasingkan dulu, biar Erika yang mengaturnya."


"B-Baik Nyonya, Aku akan menaati semua butir perjanjian dan mengikuti sampai tuntas dan Aku akan menyerahkan bayi inti untuk Nyonya sama Tuan Aku hanya akan mengambil kompensasinya," jawab Karina memperlihatkan ketegasan juga keseriusan dalam mengingat perjanjian.


"Dengan senang hati Karina kita akan ijab qobul pada saatnya nanti dan semoga itu memberikan manfaat untukku dan kamu sendiri." Andhini meluapkan kebahagiaan dengan memeluk Karina ada airmata kebahagiaan di matanya.


Karina membalas sambil berlinang airmata juga, akhirnya dirinya sampai pada saat ini dalam keadaan di nyatakan hamil. Tak tahu lagi harus berkata-kata apa pada Nyonya Andhini


"Ya sudah, Aku pulang dulu. Baik-baik ya besok pagi kalau masih ada keluhan istirahat saja, biar besok Aku tengok lagi." Andhini bangkit diikuti Karina mengantar sampai pintu.


Ada dilema di muka Mas Radit saat meninggalkan Karina sendiri, tapi Karina tak menatapnya lagi saat Radit keluar belakangan sambil mengusap punggungnya.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2