
Benar saja tadi Andhini memilih dan membelikan baju buat Karina juga Radit dan buat dirinya sendiri.
Banyak pakaian yang dipilih Andhini yang di rasa Erika sangat aneh. Memilih beberapa pakaian untuk ibu hamil yang sebenarnya Andhini juga belum tahu kapan Karina akan mulai hamil tetapi sepertinya Andhini menyimpan harapan begitu besar terhadap kehamilan Karina.
Entah sugesti atau terobsesi dengan harapannya seolah esok lusa Karina akan mempersembahkan kehamilan untuk dirinya.
Ada rasa lain kedekatan Andhini sama Karina sejak awal perkenalan mereka, Andhini merasa Karina layaknya seorang adik bukan madunya. Itu kenyataan yang Erika lihat dari perhatian Andhini, obrolan yang menyangkut Karina selalu menimbulkan ekspresi harapan yang berlebihan dari muka Andhini.
"Lo banyak banget belanja hari ini, seakan lupa waktu saking asyiknya." Komentar Erika saat mereka mulai menyantap hidangan makanan yang dipesan di hadapannya.
"Mungkin sekali-kali gue akan bawa Karina juga ke sini biar dia bisa memilih pakaian yang disukainya." sahut Andhini malah semakin memperlihatkan perhatian yang begitu besar pada Karina.
__ADS_1
Erika begitu ingin melihat orang seperti apa Karina itu, dan ingin menyelaminya.
Bukan apa-apa, ketakutan Erika adalah suatu saat Andhini sebagai sahabatnya merasakan kekecewaan yang sangat dalam mungkin dia akan membenci atau mengambil keputusan lain dari rencana semula.
Semoga saja apa yang menjadi harapan Andhini menjadi satu kenyataan yang pasti semua berjalan dengan lancar sesuai rencana awal.
"Ajak aja biar gue bisa kenalan sama Adik lo itu."
"Itu hal biasa jangankan sama adik ketemu gede dan punya hubungan tak lazim seperti lo sama Karina. Sama adik asli atau kakak asli juga terkadang kita banyak hal untuk diperdebatkan sehingga menjadi pertentangan di antara kita," jawab Erika sambil senyum.
"Makanya gue mengatur waktu Mas Radit sama Karina adalah siang karena gue anggap Mas Radit sedang bekerja seperti rutinitas sehari-hari yang dia jalani dan gue jalani selama di Indonesia. Waktu malam adalah kebersamaan gue bersama Mas Radit sebagai suami istri."
__ADS_1
"Lo begitu pintar mengatur semuanya terutama menghargai diri lo sendiri itu yang tidak gue pikirkan."
"Dalam hal ini gue yang punya kuasa. Walaupun ada satu risiko yang paling gue takut yang mungkin saja akan terjadi yaitu gue kehilangan Mas Raditya itu konsekuensi dari sebuah kebijakan dan keputusan. Bisa saja setelah Karina hamil Mas Radit tak mau melepaskannya tapi malah mencintai Karina. Tetapi itu adalah menjadi keputusan yang tak di perkirakan tapi sesuatu yang gue pikirkan juga, gue punya perjanjian hanya itu kekuatan gue tapi sampai saat ini gue yakin Mas Radit masih mencintai gue."
"Semoga Andhini Sayang, sepantasnya lo mendapatkan cinta dari orang-orang yang mencintai lo hanya gue turut prihatin dan tetap mendukung sepenuhnya apa yang menjadi keinginan lo."
"Makasih Rika, di sini gue cuma punya lo setelah Mas Radit yang sudah gue bagi hanya satu harapan gue semoga enam bulan itu akan berlanjut dengan kehamilan Karina atau stop semua berakhir dengan tidak hamilnya Karina."
Ada rasa dan beban yang tak terungkapkan menjadi tertahan di mata sahabatnya. Ungkapan jujur semua harapan dan impian semua pengorbanan menjadi satu keprihatinan bagi Erika.
Andhini satu-satunya sahabat sejak SMA suka dan duka mereka jalani sampai sekarang berumah tangga ingin rasanya Erika memberikan kebahagiaan buat sahabat baiknya.
__ADS_1
******