Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Istirahatlah


__ADS_3

Andhini masuk setelah mengetuk pintu kamar Karina, terlihat Karina yang lagi bereskan pakaiannya.


"Rina, ini teh manisnya diminum dulu mumpung lagi hangat siapa tahu bisa menjadi obat buat mual pusing mabuk perjalanan kamu," ucap Andhini lembut sambil menyodorkan gelas dengan teh yang masih mengepul.


"Iya Nyonya, terima kasih. Aku sudah banyak merepotkan," jawab Karina sambil menerima gelas yang di sodorkan.


"Nggak repot kok, semoga kamu bisa betah dan menyesuaikan dengan keadaan di sini. Biar nanti Mas Radit menemani Kamu dulu sampai kamu merasa enakan bisa tidur istirahat.


"Iya Nyonya. Tak apa biar Tuan Radit istirahat juga, Aku merasa sudah baikan." Jawaban Karina membuat Andini mengangguk sambil tersenyum.


"Istirahatlah, Aku kembali ya kamu baik-baik saja di sini Ingat jangan lupa kalau ada perlu sudah ada nomorku di sini di ponsel kamu bisa panggil Aku kalau ada masalah apa-apa." ucap Andhini menunjuk ponsel Karina yang tergeletak di kasur.


Andhini keluar hatinya lega Karina sudah baikan, mungkin besok sudah segar kembali.


Mulai besok dirinya harus bisa merelakan Mas Radit bersama Karina setiap hari dan baru bisa malamnya menjadi kebersamaan mereka Andhini telah lama menyiapkan mentalnya sendiri kesiapan hatinya untuk menjalani semua ini.

__ADS_1


Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ada penolakan dan ketidakrelaan, tapi demi memenuhi satu harapan dan cita-citanya memiliki anak dari garis keturunan dirinya atau suaminya begitu kuat mengalahkan segalanya.


Andhini berjalan gontai ke kamarnya perjalanan jauh mau tidak mau membuat dirinya juga merasa begitu capek dan ingin beristirahat.


Tadinya ingin menelepon Erika mengabarkan dirinya sudah ada di sini dan mengabarkan kalau dirinya telah dengan rela membagi suaminya dengan seseorang yang sudah berada di kondominium yang telah Erika siapkan sebelumnya.


Andhini sudah membuktikan janjinya telah memenuhi keinginan hatinya semua kini tinggal menjalani dan menunggu hingga batas waktu yang ditentukan.


Andhini mengusap kepala Radit yang tiduran di sofa ruang tamu, memandang wajah tampan suaminya. Cinta di dalam hatinya yang tak pernah surut membuat dirinya melakukan semua ini.


Walau begitu banyak resiko yang harus di hadapannya tapi Andhini yakin semua bisa di lewati bagaimanapun caranya.


Lama Andhini memandang wajah suaminya, Radit terbangun dan membuka matanya balik memandang pada Andhini yang duduk di sampingnya.


Mungkin juga Radit tidak tidur hanya tiduran saja atau mungkin sedang berpikir sesuatu yang mengganjal di pikiran dan perasaannya Andhini merasakan itu.

__ADS_1


"Mandi dulu Mas, baru istirahat."


Radit memeluk pinggang Andhini dan menciumnya hingga Andhini teriak karena kegelian.


"Sayang, sekali lagi Aku tanya apa kamu siap menghadapi semuanya mulai besok?" Radit memeluk Andhini dari tiduran menjadi bangun.


"Jangan tanyakan semua itu. Kita tinggal menjalani semua satu yang belum kita lakukan adalah memberitahu Erika Kalau Mas sama Karina sudah menikah dan saya menjadi suami istri."


"Iya, takutnya Erika sudah membooking satu tempat peribadahan dan sudah melapor atau konsultasi dengan pembuka agama di sini."


"Besok saja, Kita merasa lelah sangat besok semuanya selesaikan." Karina menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Aku ingin tidur memeluk kamu malam ini Sayang." ucap Radit dengan manjanya.


"Biasanya juga nggak minta izin? kan tiap malam kita selalu bersama jadi Aku merasa tidak kehilangan dan Aku meyakinkan hati siang itu Mas kerja walau kerja bersama Karina di satu toko bersama. Mas masih bisa melakukan apapun di sana. Apa semua aturan itu telah memberi keadilan pada istri siri Mas?

__ADS_1


"Jangan bicara keadilan Sayang, yang Aku cintai adalah Kamu, bagaimana bisa Aku adil? selayaknya semua itu hanya memenuhi keinginanmu saja."


"Mas, Aku juga sama mencintai Mas dengan sepenuh hati tak akan terganti tak ada siapapun di hatiku, tapi keberadaan Karina di sini akan menjadi tanggung jawab kita bersama secara lahir dan batinnya."


__ADS_2