Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Rahadian mencari cinta


__ADS_3

"Hi, we meet again looks like you live here too huh?" sapa Rahadian dalam bahasa Inggris yang begitu fasih sambil menghalangi jalan Karina, berlagak sok akrab.


"Oh, uh yeah. Sorry I'm in a hurry," jawab Karina begitu gelagapan dan merasa kaget tiba-tiba ada yang menghadangnya, menjawab dalam bahasa Inggris juga tapi terbata seperti di raba-raba.


"You seem from Asia huh? Indonesia, Malaysia?" sapa Rahadian seperti penasaran.


Untuk mempersingkat waktu pertemuan di pintu mau masuk lift akhirnya Karina berbicara apa adanya apa salahnya juga terbuka siapa tahu seorang laki-laki ini bisa menjadi sahabatnya.


"Yes, I'm from Asia. Indonesia to be precise." Karina menjawab apa adanya.


"Astaga, Aku juga orang Indonesia, akhirnya Aku ketemu juga sama orang satu negara di sini, kenalan! Rahadian status jomblo masih nganggur baru lulus." Dengan percaya dirinya Rahadian mengulurkan tangan pada Karina yang masih tergagap dan sedikit membuang muka tidak berani menatap seorang laki-laki di hadapannya.


Ada sedikit ketakutan di wajah Karina karena melihat senyum Rahadian seperti melihat senyum di wajah Mas Radit jangan-jangan ini adiknya dan kenapa mereka begitu kebetulan Karina tak bisa menghindar kalau dirinya telah mengaku tinggal di kondominium ini.


"Karina, maaf sekali lagi Aku buru-buru." Karina menghindar Rahadian tanpa bersalaman melengos lalu berjalan ke samping Rahadian yang menghalangi jalannya, seperti putri malu yang ketahuan salah di hadapan majikannya.


"Hait! tunggu dulu, Kamu kerja di sini apa masih kuliah?" cecar Rahadian seperti tak memberi kesempatan, dua kali bertemu hampir di tempat yang sama Rahadian tak ingin melewatkan kesempatan berkenalan dengan gadis yang satu ini, apalagi tahu Karina berasal dari Indonesia senang rasa hatinya.


"A-aku su-sudah menikah, maaf!" jawab Karina terbata.


Rahadian melepaskan pegangan tangannya dan sedikit mundur, Deg! sudah menikah? gadis muda dan cantik seperti ini sudah menikah?


"Oh, maaf tapi apa salahnya kita kenalan di negeri orang, kata orang bijak bertemu dengan seseorang satu kampung, satu negara, di perantauan seperti bertemu dengan saudara terima kasih, Semoga kita bisa bertemu lagi." Rahadian menatap Karina yang tersenyum juga mengangguk, terlihat Karina begitu cantik dengan pakaian yang tertutup.


Rahadian menarik nafas dalam-dalam sampai Karina hilang di balik lift yang tertutup dan membawa Karina naik ke lantai tujunya, hilang kesempatan untuk bisa lebih jauh perkenalan dengan seorang yang berasal dari Indonesia, Karina sudah menikah, mana suaminya? kenapa selalu keluar sendiri? di mana kamar huniannya? apa suaminya saja yang bekerja? apa suaminya orang Indonesia juga?


Seribu pertanyaan berdengung di hati Rahadian melihat jam tangannya entah kenapa dirinya jadi malas naik lagi ke lantai di mana Kakaknya Raditya bersama kakak iparnya Andhini tinggal, juga mau apa naik ke atas? yang pasti Kakaknya Radit sama Kakak iparnya Andhini sekarang lagi berada di minimarketnya.

__ADS_1


Sekali lagi Rahadian melirik pintu lift dan berjalan ke arah mini market tempat Kakaknya Radit kemarin membawanya pertama kali saat datang dari Bandara.


Sampai di mini market yang ada hanya ada satu pramuniaga yang potongannya sama kayak Karina, seperti orang Asia sama berhijab, Rahadian tersenyum sebelum kenalan. Semoga yang ini belum menikah!


Harapan seorang jomblo memang selalu begitu, tak perduli siapapun juga dari kalangan manapun, walau Rahadian berasal dari orang berada dan kalangan atas tapi urusan jodoh dan pacar memang sulit di tebak selalu susah dan mendapatkan yang tidak cocok belum sesuai dengan kriterianya tetapi desakan dan dorongann dari kedua orang tuanya untuk segera memiliki pendamping membuat dirinya begitu gencar melakukan aksi pendekatan.


"Halo cantik, kita baru ketemu ya?" (dalam bahasa Inggris tentunya) sapa Adrian di depan meja kasir.


Vira kaget seorang laki-laki datang begitu saja tidak membawa belanjaan untuk di total tetapi langsung menyapa dengan sebegitu akrabnya padahal dirinya tidak tahu dan belum kenal sama sekali timbul rasa takut di diri Vira.


Vira malah celingukan mencari orang takut laki-laki ini berbuat tidak senonoh, tampang cakep ala mahasiswa tapi kenalan seperti tak ada etika.


"Kamu dari mana aslinya? pasti dari Asia kan?" tanya Radit dan di jawab dengan sendirinya.


"Ya, Aku dari Asia."


"Indonesia!" Vira menjawab perlahan sambil tetap waspada karena pengunjung jam segini lagi sepi, Kenapa pula si Dion nggak masuk hari ini katanya sudah minggu tenang. Mungkin dirinya nggak akan ketakutan seperti ini.


Kenapa nggak dari tadi bilang? Aku sendiri sudah menebaknya, masih kuliah? kerja hanya mengisi waktu saat libur tak bisa pulang kan? atau memang di sini mencari kerja?" berondong pertanyaan Rahadian membuat Vira bingung yang mana dulu yang harus dijawab.


Karena Vira hanya diam Rahadian menyadari kepedean nya lalu melembut dan menyodorkan tangannya.


"Rahadian! sama asli asal Indonesia, tepatnya Bandung di sini lagi liburan, baru lulus kuliah status sementara High Quality Jomblo, dan dalam proses pencarian." cerocos Rahadian sambil senyum-senyum menebar pesona wajah tampannya.


"Aku Vira, asal Tasikmalaya." timpal Vira sambil menahan senyum mengingat semua yang di ucapkan Rahadi tadi.


"Pasti orangtuamu pengusaha bordir kalau nggak sendal kelom, atau usaha dodol ya?" canda Rahadian masih sok begitu akrab dan tahu semuanya.

__ADS_1


"Orangtuaku usaha tahu bulat, Aku pikir di Tasikmalaya nggak ada yang usaha dodol bukankah dodol itu dari Garut?" jawab Vira sambil menahan senyumnya.


"Trik usaha memang harus lain dari yang lain kita berada di tengah-tengah dodol tapi usaha kita tahu bulat itu sah-sah saja atau sebaliknya, itu yang Aku dapatkan dari pelajaran salah satu mata kuliahku."


Mas Rahadian kuliah di mana?


Aku di Malaysia, ekonomi bisnis."


Jauh-jauh kuliah dari Bandung di Malaysia Aku rasa hanya sia-sia kalau cuma bisa berpendapat di tengah-tengah usaha dodol kita buka usaha tahu bulat atau sebaliknya." ledek Vira mulai kelihatan tidak takut lagi.


"Hahahaha ... Aku suka pendapatmu Vira"


"Terus kuliah di Malaysia kenapa liburannya ke Australia? kenapa nggak sekalian dulu kuliahnya di sini saja?"


"Aku suka Melayu, tidak terlalu jauh kalau mau pulang, kalau sekarang Aku liburan di sini Aku kangen Kakakku dan mencari seorang pacar." jujur Rahadian berucap tanpa rasa malu.


Vira jadi bersemu merah mukanya, kejujuran Rahadian memang luar biasa apalagi sekarang mereka baru saja kenalan.


"Kamu anak kuliahan ya?" tanya Rahadian saat bersalaman sama Vira.


"Iya, Aku dapat beasiswa dari Yayasan sekolahku, Alhamdulillah di sini bisa berkesempatan kuliah sudah tiga tahun, walau belum pernah pulang."


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2