Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Memantapkan rencana


__ADS_3

"Apa Aku bilang Karina? kenapa Kamu seolah bersikap biasa saja menerima apa adanya? kalau ada sedikit usaha itu apa digenggaman kamu?" ujar Ros dengan gembiranya menunjuk tangan Karina yang memegang banyak lembaran uang.


"Bagi suami kamu kelihatan uang bukan masalah, asal terpuaskan keinginannya, kalau bisa tahan lebih lama lagi di sini biar tambah banyak lagi kasih uang lebihnya," ucap Ros lagi sambil tertawa cekikikan dan Karina hanya senyum saja.


Karina mengipas ngipas kan uang di tangannya dan di jejer dengan rapi membentuk kipas.


"Kak Ros begitu banyak ide," sahut Karina dengan muka berbinar.


"Laki laki kalau puas dengan pelayanan kita semua akan di berikan, apalagi kamu sekarang sedang mengandung Anaknya kenapa tak dari awal di manfaatkan? minta uang selain jatah pada suamimu setiap bertemu apapun alasannya, apalagi kalian habis melakukan hubungan intim, rayu Dia percuma punya istri dua kalau tidak banyak uang!" ucap Ros lagi seperti memberi semangat pada Karina kalau itu adalah lahan yang benar-benar harus di manfaat kan.


Karina tersipu saja, memang benar sudah beberapa kali Mas Radit kalau di pinta memberikan uang dalam jumlah besar, terkadang Karina bengong sendiri melihat uang di tangannya yang dikumpulkan dari sisa uang makan dan biaya hidup setiap bulannya dan di dalam rekeningnya jumlahnya sudah banyak.


Karina memang tidak boros, bisa di bilang irit banget, gaji bulanannya utuh masuk rekening, tiap minggu Nyonya Andhini mengirimkan uang cash buat kebutuhan sehari-hari terutama makan, kontrol dokter di tanggung semuanya, kini kalau habis bertemu Mas Radit Karina mencoba menerapkan apa yang di ucapkan Ros meminta uang dengan berbagai alasan, gak punya uang cash, makan Kak Ros, beli obat ini itu dan keperluan lainnya, ternyata itu manjur juga uang begitu longgar keluar dari dompet Radit.


"Aku senang melihat Kamu senang Karina, karena Aku juga akan dapat uang itu," lanjut ucap Ros sambil tertawa.


Karina memberikan sebagian uang itu pada Ros, dan Ros mencium lembaran uang tak terduga itu. Sepertinya Ros terbiasa bermain akal-akalan dan tipu daya bagi siapa saja sasaran di depannya, langsung atau tidak langsung seperti memanfaatkan orang lain seperti Karina yang masih begitu polos.

__ADS_1


"Gimana barusan suamimu minta jatah?" tanya Ros sambil tersenyum.


"Begitulah Kak Ros, biasanya minta nambah tapi karena Kak Ros datang akhirnya semua selesai," jawab Karina tak berhenti tersenyum. Mengingat setiap datang dirinya harus selalu siap sedia dan tubuhnya harus dalam keadaan bersih dan wangi karena tujuan Mas Radit datang hanya memenuhi kewajibannya, atau saat hasratnya tinggi karena mungkin lama tak menyentuh Nyonya Andhini yang kebanyakan bertengkar nya. Karena Mas Radit datangnya tak terduga, Karina selalu merawat dan selalu berdandan seolah Radit akan datang setiap waktu mengetuk pintunya.


"Suamimu tahu yang terbaik bagi istrinya yang lagi hamil besar, biar jalan lahirnya lancar jadi selalu nambah, sepertinya suamimu itu begitu kuat juga ya Karina? apa Kamu rela kehilangan kegagahannya nanti?" selidik Ros sambil membuka box makanan di depannya.


"Aku sepertinya mengikuti saran Kak Ros tadi, meminta tak ingin di cerai dan kalau bisa ingin tetap tinggal di sini sudah Aku sampaikan. Tapi belum dapat jawaban, kelihatan Mas Radit juga semakin berat padaku juga bayi yang masih ada di dalam kandunganku ini.


"Oh ya? gimana tanggapan suami ganteng Kamu? Apa ada sedikit harapan seperti apa yang kita rencanakan semula?"


"Dia diam saja Kak Ros, bilangnya jangan bahas apapun kalau lagi di atas ranjang, kita nikmati selagi bisa katanya." ucap Karina sambil tetap senyum.


"Berarti itu sudah membatalkan perjanjian Kak? bagaimana uang yang sudak masuk ke rekeningku saat Aku bersedia menjadi istri siri Mas Radit, apa Aku kembalikan lagi?" ucap Karina dengan polosnya.


"Itu tinggal di balikkan gampang Karina, apalah arti uang segitu? kalau di banding dengan Kamu punya Mas Radit untuk selamanya, tak perlu berbagi dengan Nyonya Kamu itu, Kamu memiliki Tuan Kamu seutuhnya, kapanpun mau main siang malam sepuasnya tak ada yang mengganggu, Terus Kamu punya Anak dan bisa mengurusnya dengan kasih sayang yang bisa Kamu berikan sepenuhnya, jadi Nyonya Radit yang kaya raya itu bukan impian lagi tapi sebentar lagi akan jadi kenyataan," ucapan Ros, kata-katanya begitu membuai Karina, semua terasa manis dan gampang, semulus jalan tol yang bebas hambatan.


Karina diam tapi akhirnya mengangguk juga, dalam hatinya mengaku Kak Ros begitu baik walaupun kenal belum terlalu lama tetapi rose begitu memberikan harapan baru di dalam hidup Karina.

__ADS_1


"Satu lagi pertahankan anakmu nanti batalkan perjanjian itu kita lihat apa suamimu memilih sama kamu dan anaknya apa pada istrinya yang tidak bisa memberikan anak itu?" tambah Ros seakan semua akan berjalan sesuai rencana dan ide yang di berikan pada Karina.


"Iya Kak Ros. Aku siap memberikan pilihan pada Mas Radit nanti, sepertinya itu pilihan terbaik bagiku, uang segitu mungkin tak ada apa-apa nya tapi memiliki Mas Radit sungguh suatu hal yang tak bisa Aku bayangkan," ucap karina. Akhirnya keluar juga kejujurannya karena itu semua membuat Ros begitu senang. Ross begitu ingin memanfaatkan kepolosan Karina bukan saja untuk kemenangan Karina tapi harus ada keuntungan yang di peroleh dari situasi ini.


"Bagus, pilihan Kamu sudah benar Karina, Aku akan selalu ada di belakangmu dan seandainya hal terburuk terjadi misalnya Kamu diusir Aku siap menampung Kamu nanti, tapi menurutku itu sesuatu yang tidak mungkin, tidak mungkin seorang suami mengusir istri dan anaknya sendiri, jadi semua pasti akan berhasil memanfaatkan perasaan suami kamu itu." Ros bicara sangat di mengerti Karina dan begitu meyakinkan.


"Terimakasih Kak Ros, Kak Ros sangat baik, Aku janji akan memberikan bonus besar kalau semua rencana kita berhasil nanti," ucap Karina, sudah seperti jual beli saja kalau berhasil gool pasti akan ada bonus menarik.


"Aku senang Karina bisa bantu Kamu, jangan hanya di manfaatkan saja, ambil keuntungan sebanyak banyaknya, tak semua orang punya kesempatan seperti ini, hanya satu ingat Aku jangan lupa kalau semua berhasil ya!" ujar Ros seperti mengingatkan Karina kembali


"Tentu Kak Ros," sahut Karina ikut membuka makanan di hadapannya.


"Hait, Kamu habis gituan sama suami Kamu jangan dulu makan mandi dulu sana, Aku tungguin. Pantesan dari tadi bau amis begini!" ucap Ros sambil tertawa.


"Ah, Kak Ros Aku lapar, mandinya nanti saja!"


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️



__ADS_2