Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Kegundahan yang datang


__ADS_3

Andhini mulai sibuk dengan semua kegiatannya setelah memantapkan hati untuk menempati satu kondominium yang lumayan lebih besar dari yang Erika tempati.


Begitu banyak terima kasih Andhini terhadap sahabatnya dan sekaligus menjadi teman dalam suka duka selama perjalanan memulai usaha dan memulai ikhtiar pengobatan dan cek kontrol berdua dengan suaminya di rumah sakit yang rutin tiap seminggu sekali. Andhini sama Mas Radit rutin diperiksa, dicek dari mulai kesehatan mental fisik sampai ke hal yang sangat pribadi di konsultasikan total.


Hasil yang didapat memang tidak ada kendala apapun secara fisik dua-duanya sehat lahir batin dan secara mental sangat menunjang untuk menerima kehamilan tetapi dokter menyarankan untuk lebih dekat lagi dengan Yang Maha Kuasa karena ikhtiar yang dijalani selama ini adalah hanya usaha manusia bahkan dokter menyarankan maksimalkan usaha dengan doa karena selama ini dokter tidak menemukan keganjilan apapun dari hubungan suami istri ini, murni hanya masalah waktu saja.


Semua pendapat dokter menumbuhkan harapan baru yang begitu besar bagi Andhini sama Raditya setelah berjalan usaha di bidang retail yang dibuka secara resmi Andhini telah punya kesibukan baru merintis usahanya kembali dengan Raditya menjadi pemasok semua barang kebutuhan bahkan banyak yang didatangkan dari Indonesia segala.


Kesibukan menenggelamkan mereka di dalam kesenangan baru yaitu bekerja, Andhini berhasil merayu mengajak Erika untuk ikut andil di dalam usahanya walaupun membawa anak sekalipun.


Bagi Andhini bukan masalah kerjanya tetapi lebih bisa dekat dengan Jeanny dan bisa ngobrol segala hal dengan Erika adalah suatu kebahagiaan bagi Andhini.


Tinggal di negeri orang dengan usaha langsung dipegang sendiri sama Andhini membuat kehidupan sehari-hari Andhini dan Raditya begitu dinamis.


Dengan begitu anteng dan semangat mereka menjalani hari-harinya hanya ada kebahagiaan bagi mereka.


Walau jauh di sudut Andhini terkadang terbersit harapan selalu dan selalu kapan datangnya keajaiban untuk dirinya? hingga sampai pada enam bulan pertama usaha telah berjalan dirinya telah begitu betah tinggal di kondominium itu, semakin sibuk saja Mas Radit memenuhi pesanan karena mereka bergabung juga dengan komunitas orang Indonesia yang ada di Australia mereka begitu senang bisa berbelanja di toko pribumi yang menyediakan sebagian produk Indonesia.

__ADS_1


Dengan kesibukannya yang semakin meningkat tidak membuat Andhini lupa akan misi yang sebenarnya berada di tempat ini yaitu rutin periksa ke rumah sakit tetapi sampai saat ini hanya sabar dan sabar yang selalu dirinya jalani.


Hiburan serta ucapan motivasi belum saatnya, belum rezekinya, suatu saat akan datang keajaiban, selalu orang terdekat katakan pada dirinya baik Erika ataupun Mas Radit bahkan Tommy sendiri.


Akhirnya menginjak bulan ke-7 keberadaan Andhini di Australia datanglah kegundahan yang tidak bisa dirinya kendalikan lagi terbersit keinginan gilanya seperti yang dulu Erika ucapkan walaupun hanya sekedar bercanda.


Menyuruh Mas Radit untuk menikahi secara siri dengan seseorang sampai dia memiliki anak. Andini sanggup membayar berapapun yang diminta oleh perempuan itu, asal anaknya buat dirinya dan Mas Radit.


"Gila! itu gila Andhini! jangan bilang kalau itu idenya datang dari gue, gue nggak mau jelek di hadapan suami lo Mas Radit," jawab Erika saat Andhini mengemukakan keikhlasan hatinya membiarkan Mas Raditya menikah dengan seseorang dengan perjanjian.


"Tapi sampai saat ini gue belum hamil-hamil Rika, walaupun kata dokter gue nggak ada masalah, hasil tes membuktikan bahwa gue juga bisa hamil tetapi kapan? usia gua sudah beranjak naik gue tak bisa menunggu lebih lama lagi, gue ingin anak dari rahim gue atau dari benih Mas Radit tak masalah titik." ucap Andhini begitu menggebu.


"Gue sudah berpikir dibolak-balik, dipertimbangkan semua sudah gue pikirkan secara rasional, yang paling memungkinkan adalah Mas Radit menikah tidak mungkin gue yang poliandri."


"Astagfirullah Andhini? begitu berat masalah lo, gue tak menyangka kenapa kata-kata gue yang lo cerna? kenapa lo simpan di dalam hati lo sehingga memunculkan dan menggoncangkan pikiran lo kembali, datang dan datang lagi di otak lo, gue takut salah dengan pikiran itu gue hanya bercanda waktu itu." Erika berusaha bela diri.


"Tidak Erika, mungkin dengan jalan berbagi seperti itu adalah kebahagiaan buat gue tapi seandainya Mas Radit selama 6 bulan menikah siri dengan satu catatan istrinya tidak hamil aku akan menerima dengan lapang dada hidup dan pernikahan kami tidak ada anak."

__ADS_1


"Oke-oke sabar sayang, jangan keburu nafsu urusannya tidak sesederhana itu, gue percaya lo punya banyak duit berapa miliarpun orang sanggup lo bayar, ngasih apapun terhadap perempuan yang sanggup memberi suami lo anak gue percaya lo sanggup. Namun jangan lupakan satu hal ini menyangkut urusan keluarga besar loh dan keluarga besar Mas Radit pikirkan itu!"


"Gue sudah berpikir sampai ke situ Erika, rahasiakan semua ini dari keluarga gue dan keluarga Mas Radit, yang akan tahu hanya gue, Mas Radit lo sama Tommy dan juga perempuan itu. Kita atur skenario se-rapi mungkin kalau sudah tiba saatnya dia hamil nanti gue akan kabari orang tua kalau gue yang hamil."


"Andhini! saat orangtua lo dikabari hamil tentu mereka semua berkeinginan untuk datang ke sini bagaimana lo menyembunyikan semua kebohongan itu?"


"Gue akan mencegah mereka datang, kalau terpaksa gue akan pura-pura hamil tetapi tidak membiarkan mereka menunggu sampai lahiran, gue sudah siapkan semuanya Erika, bahkan target perempuan yang pantas menjadi istri Mas Radit juga gue sudah punya, dan itu hampir 90% gue pastikan dia mau menerima penawaran gue."


"Astaghfirullahaladzim, Andhini? lo serius?"


"Gue nggak main-main, gue akan beri wanita itu uang satu milyar, di tambah rumah juga tetap bekerja di perusahaan gue kalau dia mau." Begitu emosional bicara Andhini membuat Erika merasa takut dengan semua yang akan terjadi. Andhini telah merencanakan sesuatu jauh-jauh hari bahkan kepindahan ke sininya juga adalah skenario seandainya dirinya tidak berhasil hamil dan ternyata keberadaannya di sini hanya penantian yang sia-sia saja, tetap akan mengambil jalan menyuruh Mas Radit menikah siri dengan perempuan lain.


"Gue perlu minum dulu Dhini sayang, terasa sakit kepala gue mendengar semua yang lo ungkapkan dan semua terasa seperti hanya ada dalam cerita."


"Gue harus gimana lagi Rika? apa gue biarkan usia menggerogoti gue tanpa kehadiran seorang anak? semua ini demi kebahagiaan orangtua gue, juga keluarga Mas Radit, apa salahnya gue sedikit berkorban?"


"Iya Dhini, gue mengerti semua kegelisahan hati lo, lo hanya anak tunggal walaupun kedua orang tua tidak menekan minta secara langsung untuk lo segera punya anak tetapi itu adalah tekanan buat lo, gue merasakan sakit hati lo, apalagi di hadapan mertua lo seorang anak begitu ditunggu dalam keluarga besar, tetapi akan sanggupkah lo sampaikan semua ini pada Mas Radit? Sungguh gue takkan sanggup mendengar apa tanggapan dia, karena gue tahu dia begitu mencintai lo, seperti lo juga yang sangat mencintainya."

__ADS_1


Andhini diam satu yang belum dirinya perkirakan yaitu jawaban Mas Radit saat nanti dirinya ungkapkan keinginannya menyuruh Mas Radit menikah kembali demi anak.


*****


__ADS_2