Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Lahiran


__ADS_3

Dalam kantuknya Andhini dan Radit dikagetkan dengan decit pintu yang di buka dokter diikuti suster di belakangnya keluar dari dalam sambil membuka masker muka, dokter memanggil keluarga pasien Karina. Sontak saja Radit dan Andhini langsung saja menghampiri dokter yang berdiri di tengah pintu antara ruangan tunggu dengan ruang dokter.


"Pak Radit sama Bu Andhini, selamat ya, semuanya berjalan lancar, Ibu Karina berhasil melewati masa kritis dan kami tim dokter telah sukses menjalankan tugas sehingga Ibu dan bayinya bisa lahir dengan selamat, sekali lagi selamat ya bayinya laki-laki tapi harus di inkubator untuk mengurangi lemahnya saat lahir dan Ibunya masih di ruangan isolasi menunggu siuman dan nanti langsung dipindahkan ke kamar perawatan, mungkin hanya itu yang bisa kami sampaikan sementara, semoga selanjutnya sesuai harapan kita semua Ibu dan bayinya cepat sehat kembali," ucap dokter sambil memberi salam dengan mengangkat sebelah tangannya.


"Terima kasih dokter," ucap Andhini dan Radit hampir bersamaan.


Dokter sama suster masuk lagi, mereka hanya datang mengabarkan kabar gembira tadi.


"Alhamdulillah Ya Allah, Andhini Sayang Karina selamat. Karina, terimakasih Kamu begitu kuat ternyata bisa melewati semuanya," ucap Radit dengan muka kelihatan berseri dan mengucap syukur.


"Iya Mas Alhamdulillah, semoga Karina dan bayi laki-lakinya terus sehat dan berangsur pulih, tadinya Aku suda khawatir banget," ucap Andhini sambil memeluk Radit suaminya, Radit juga menyambut kebahagiaan mereka dengan saling berpelukan dan mengusap-usap punggung Andhini.


"Selamat Andhini, Kamu sekarang telah menjadi seorang Ibu dari bayi itu," ucap Radit dengan penuh keharuan, memegang kedua pergelangan tangan Andhini dengan roman muka penuh suka cita.


Andhini tak menduga kalau Mas Radit akan mengucapkan kata-kata seperti itu, sepertinya Mas Radit di rasa Andhini telah kembali setelah lama pergi mengabaikan dirinya berkelana bersama Karina.

__ADS_1


Andhini hanya bisa tersenyum dingin menerima ucapan selamat menjadi ibu dari suaminya, Andhini belum merasa memiliki saat Andhini tahu Kondisi Karina masih lemah, ada hati yang harus di jaga sebelum semua berakhir tanpa menyisakan ganjalan di dalam hati masing-masing.


Andhini meragukan itu akan berjalan lancar, tapi Andhini tidak memperdulikan itu yang terpenting lepas beban kini, Karina telah lahir dengan selamat dan nanti seperti apa nasib perjanjiannya itu semua ditentukan oleh waktu Andhini tidak berpikir jauh lagi tentang nasib perjanjiannya karena yang ada dalam pikirannya sekarang yang utama dan paling prioritas dalam hidupnya adalah kandungannya sendiri merawat dengan sebaik-baiknya adalah itu yang terpenting.


"Mas jangan bicara apapun dulu, biar semua tenang dan Karina bisa sembuh total tetapi hanya satu yang aku inginkan jangan biarkan Karina berlama-lama dengan bayinya karena seorang Ibu dan anak akan menguatkan pertalian batin mereka biarkan anak itu bersama Bapaknya dan sesuai perjanjian karena hanya boleh memberikan ASI selama seminggu paska melahirkan, itu perjanjian yang telah di sepakati dari awal.


"Iya Sayang, rasanya Aku baru lepas dari beban yang begitu berat bagiku terasa sudah selesai semuanya sekarang," ucap Radit seakan mengembalikan kesadarannya yang selama ini kemana saja?


"Kenapa Mas bicara begitu? bukankah sejak awal Mas menginginkan pengunduran waktu dan sudah diutarakan dan dimohonkan waktu itu kenapa sekarang semuanya berubah?" tanya Andhini sambil duduk kembali di kursi menenangkan diri, dari rasa deg-degan juga ketegangan menjadi sedikit lebih tenang.


"Aku menyadari semuanya Andhini, setelah Aku sadari di antara Karina dan Kamu, Aku merasa ketakutanku akan kehilangan Kamu begitu besar," jawab Radit seperti ingin diyakini semua ucapannya sama Andhini.


Itu salah satu poin yang ada dalam perjanjian dan telah di sepakati bersama.


"Dhini Sayang, Aku sudah di telpon orangtuaku, mereka amat bahagia mendengar kabar Maku hamil bahkan mereka merencanakan dengan orang tuamu akan datang ke sini, entah kapan itu, Aku ingin saat mereka datang permasalahan kita telah selesai dan perjanjian itu telah selesai juga," ucap Radit seperti ikut bahagia juga, padahal Andhini tahu belum genap dua minggu Radit menuduhnya selingkuh dan meragukan anaknya sendiri yang dirinya kandung kini.

__ADS_1


"Kenapa Mas takut dengan orangtua Mas? kalau selama ini Mas mengabaikan Aku yang lagi hamil? bahkan menuduh Aku berselingkuh bahkan meragukan anak yang ada dalam kandunganku ini? Aku tetap pada janjiku Mas, akan ada test DNA saat bayi ini lahir untuk menunjukkan kalau Aku tidak seperti yang Mas tuduhkan selama ini," jawab Andhini tegas dan jelas dengan ucapannya.


"Maafkan Aku Andhini sekali lagi, mungkin itu hanya egoku saja, sesungguhnya pengakuan jauh di dalam lubuk hatiku Kamu itu benar, Kamu itu jujur, Kamu itu tulus tapi entah kenapa Aku selalu terbius oleh pesona Karina sebelum Aku tahu Kamu mengandung Anakku juga," sahut Radit akhirnya jujur juga.


Oh alah, berarti perhatian pada Karina karena penghargaan saja karena Karina hamil? Kalau Aku hamil apa tak di hargai seperti itu?


"Sudahlah Mas, tak baik kita berdebat soal kita dulu dalam situasi sekarang ini, Semua adalah hak Mas melakukan apapun, dan kini menyadarinya, sedari awal kalau Mas sama Karina sama-sama jujur dalam menjalankan perjanjian mungkin tidak akan terjadi kekisruhan selama ini, saling sangka saling tuduh saling curiga dan saling kesel juga malah saling benci, tapi semua itu dimulai dari Mas sendiri yang tidak bisa adil dalam memimpin dua biduk rumah tangga," ucap Andhini merasa ingin menyampaikan uneg unegnya selama ini.


"Iya Andhini, Aku juga tak menyangka akan seperti ini terakhir mungkin kesadaranku datang saat Aku mendengar Karina kritis yang ada dalam otak dan pikiranku seandainya Kamu yang dalam posisi itu akan seperti apa perasaanku, Aku menyadari kesalahanku selama ini Aku terlalu banyak mengabaikan Kamu sebagai istriku yang dengan rela merelakan Aku berbagi dengan Karina, bahkan Aku banyak mencuri waktu Kamu sehingga hubungan rumah tangga kita tidak berkualitas lagi penuh dengan cekcok, pertentangan dan pertengkaran," Radit jujur kembali dengan perasaannya selama ini. Ternyata semua tak memberinya kenyamanan hanya nafsu saja yang diikuti bersama Karina.


"Syukurlah Kalau Mas menyadari semua itu, tetapi Aku tidak ingin Mas menyadari saat ini saja apalagi hanya karena takut orang tua kita akan datang ke sini, tetapi Aku ingin melihat Mas Raditya yang dulu. Biarlah yang sudah terjadi jadi part bagian warna dari rumah tangga kita semoga kejadian ini menjadi sisi gelap dalam rumah tangga kita tinggal kita berpikir masa depan untuk anak-anak kita nanti Anak mays yang sekarang sudah lahir juga yang masih ada di dalam perutku ini, walau masih belum resmi pengakuannya," ucap Andhini sambil mengelus perutnya sendiri.


"Andhini, jangan bicara begitu lagi, Aku telah menyadari kekeliruanku, Aku akan berusaha melupakan Karina walaupun tidak akan sepenuhnya dan Aku jadikan Anak itu sebagai pengganti Karina di dalam hidupku."


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2