
"Suster Karina, ikut aku sekarang ke luar ya."
"Baik Nyonya," jawab Karina sopan.
"Antar aku ke salon sekalian kamu juga ikut perawatan, dan setelah itu nanti aku perkenalkan kepada wakil direktur perusahaan Pak Budi dia orangnya baik walaupun dia terlalu banyak menilai terhadap orang. Nggak apa-apa saya akan titipkan suster tanpa lamaran kerja tanpa riwayat hidup dan riwayat pendidikan juga CV lainnya, karena modal suster Karina sudah aku pegang yaitu kepercayaan, Aku berharap suster betah di sana di manapun nanti ditempatkan."
"Terimakasih banyak Nyonya, saya tak bisa membalas semua kebaikan Nyonya sama Tuan tapi saya berdo'a dengan setulus hati semoga semua harapan dan segala yang di cita-citakan Nyonya sama Tuan menjadi satu kenyataan, hanya itu yang bisa saya lakukan," tutur Karina mencoba berkata-kata walau tak apa yang harus dikatakannya semua kenyataan ini melebihi kebahagiaannya.
"Tidak usah berlebihan suster Rina, saya juga mengucapkan terima kasih banyak telah di bantu sampai sembuh begini, sudah sepantasnya sesama manusia kita wajib tolong menolong saya belum pernah memberikan keistimewaan terhadap seseorang tetapi saya akan mencoba memberikan keistimewaan kepada suster Rina semoga suster Rina orang yang tepat yang bisa aku percaya."
Sesak rasa hati Karina penuh dengan kebahagiaan. Rasanya ingin bersujud di kaki Nyonya Andhini saking berterimakasih nya.
"Satu lagi, karena saya akan pindah ke Australia membangun usaha di sana merintis dari awal, sambil saya akan berikhtiar di rumah sakit terkenal untuk harapan dan cita-cita saya soal anak, berhubung rumah ini tidak ada yang menempati saya tetap akan mempekerjakan di rumah ini Bi Ummah, Pak satpam dan Pak kebun, saya berharap selama suster Rina bekerja di perusahaan saya suster Rina bisa tinggal di sini biar tidak sewa rumah atau kost, sekalian kalau ada waktu senggang bisa bantu-bantu Bi Ummah sambil menemani di sini, karena satu lagi Bi Minah nggak masuk lagi karena masalah kesehatan katanya."
"Masya Allah Nyonya apa yang harus saya ucapkan pada Nyonya sudah saya ditampung akan bekerja di perusahaan Nyonya saya dikasih tempat berlindung tempat yang sudah seperti surga buat saya."
"Hahahaha ... suster jangan berlebihan, saya hanya meminta satu saja pada suster Rina menjaga kepercayaan saya dan bekerjalah dengan baik dan jujur karena walaupun saya jauh akan berada di luar negeri, perusahaan dalam pantuan saya juga dalam kendali saya jadi saya akan tahu setiap apa yang ada di sini dan yang di lakukan semua karyawan baik di rumah ataupun di perusahaan saya."
"Insya Allah Nyonya saya akan bekerja sebaik mungkin dengan memegang amanat Nyonya."
"Bagus, ayo kita berangkat sekarang."
__ADS_1
Karina sudah berdandan sebaik mungkin, tak ingin dirinya mempermalukan dan mengecewakan Nyonya Andhini.
Menaiki mobil super mewah keluaran terbaru saja sudah satu kebahagiaan buat Karina, duduk di depan samping Nyonya besar yang menyetir mobilnya dengan perlahan.
Tak terlukiskan perasaan Karina antara mimpi dan kenyataan tetapi terkadang dirinya juga mencubit paha atau bagian tubuh lainnya meyakinkan kalau ini adalah bukan mimpi, tetapi karena merasa semua ini adalah cobaan yang harus diterima dengan tafakur diri. Jangan sampai kepercayaan yang Nyonya Andhini berikan menjadikan dirinya lupa diri dan dengan pendapatan yang dimilikinya tidak menjadikan dirinya sombong.
Mobil belok ke salah satu Mall terkenal, Andhini memarkir mobilnya dan berjalan di samping Karina yang begitu minder.
"Biasa saja, biarkan orang memandang kita seperti apa, belajar menatap orang lain suster, dan jangan selalu menunduk. Yang sebenarnya mereka itu tidak kenal sama sekali sama kita dan tak tahu urusan kita, jadi berusaha biasa saja."
Karina tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang rapi dan putih Andhini yakin Karina bisa sama cantik dengan dirinya kalau sudah dipoles dan berdandan.
Masuk ke salah satu salon branded di Kota Kembang, Andhini di sambut dengan hormat dan pelayanan maksimal, apa yang dirinya inginkan, kebiasaannya seperti apa, semua pekerja salon sudah biasa dan sudah tahu karena Andhini berlangganan.
Begitu juga Karina langsung mendapatkan pelayanan pertamanya.
Selesai ke salon Andhini mengajak Karina ke lantai yang paling atas di Mall itu, dimana terdapat stand butik terkenal, Andhini mengambil semua pakaian yang di inginkan nya tanpa melihat atau mempertimbangkan harga yang tertera di merk nya.
Selesai memilih dan puas dengan semua belanjaannya, Andhini mengajak Karina ke bagian lain Mall itu masih menjual pakaian juga hanya itu dari beberapa merk yang terdiri satu lantai dan segala macam aksesoris juga kosmetik dan segala keperluan.
"Suster Rina, ambil sepuluh pasang pakaian yang suster suka, juga pelengkapnya seperti underwear, kerudung dan kosmetik yang di perlukan, juga kebutuhan lainnya."
__ADS_1
"Saya Nyonya? bukankah Nyonya sudah memberikan uang lebih gaji saya kemarin itu cuman saya belum sempat membelanjakannya."
"Anggap saja ini semua sebagai hadiah dari saya dan pakaian itu yang bisa dan di rasa suster sopan untuk nanti mulai bekerja."
Karina diam tak di sangka akan seperti itu, hatinya ragu, semua pakaian di sini tak ada yang murah harganya begitu mahal kalau saja sepuluh setel pakaian mungkin akan menghabiskan separuh dari jumlah gaji dan tiga kali lipat kelebihan yang dikasih Nyonya kemarin.
"Hayo! tunggu apalagi? biar aku yang bayar nggak usah ragu! aku tak akan menerima kamu bekerja seandainya kamu masih berpenampilan seperti ini, Maaf bukan aku merendahkanmu tetapi untuk bekerja itu kamu harus bisa berpenampilan lebih baik dan penampilan itu harus dimulai dari fashion kamu sendiri, makanya aku perkenalkan kamu walau nanti bukan ke tempat ini kalau mau belanja."
Andhini mengambil keranjang dan memberikannya pada Karina yang masih saja
mematung.
"Pilih sesuka hatimu suster, aku akan istirahat di sini sambil menunggu suster memilih."
Andhini membiarkan suster Rina berjalan secara perlahan yang seperti orang kebingungan mencari sesuatu yang tidak direncanakannya memang sulit tetapi kesempatan ini tak akan datang dua kali suster Rina begitu memanfaatkan waktu takut Nyonya kelamaan menunggunya.
Andini tersenyum saat suster Rina datang menghampirinya dengan troli yang penuh dengan pakaian dan kebutuhannya. Walaupun Karina mencari sesuatu yang cocok dengan dirinya dan mencaru harga yang paling rendah, tapi semua barang dan pakaian di sini tidak ada yang murah jadi Karina memilih semua yang cocok dengan pilihan hatinya.
"Sudah? komplit nggak?"
"Aku merasa belum bisa belanja Nyonya, tapi inilah pilihanku." ucap Karina malu-malu.
__ADS_1
"Nggak apa-apa ayo kita bayar sekarang, karena kakiku mulai pegal, satu lagi kita ke kantorku memperkenalkan suster Karina pada manajer perusahaan ku."