Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Tak ingin tahu sedetail-detailnya


__ADS_3

"Mas, Aku belikan pakaian tuh, tadi siang Aku sama Erika jalan-jalan semua kebagian buat Karina juga," ucap Andhini sambil menyimpan minuman di hadapan Radit.


"Oh, ya? Makasih Sayang kamu baik banget. Sudah tahu kita nggak punya banyak waktu untuk bisa bersama tapi kamu masih bisa menyempatkan diri untuk belanja." ucap Radit sambil menatap wajah Andhini yang seakan tak berubah dari dulu tetap cantik.


"Kebetulan tadi Aku jalan-jalan sama Erika sengaja Aku pengen baju buat musim semi nanti yang sesuai dengan iklim di sini."


"Masya Allah makasih Sayang kamu repot amat sih? Aku masih banyak pakaian sepertinya belum perlu-perlu banget tapi tak apa kalau sudah di belikan Aku senang saja."


"Tapi nggak tahu itu seleraku Mas cocok apa nggak aku tidak tahu yang pasti menurutku bagus dibeliin aja."


"Semua yang kamu pilihkan dan beli pasti cocok Aku selalu memakainya kok."


"Semoga Mas, Aku juga beliin buat Karina juga takut dia nanti hamil ada beberapa pakaian hamil dan juga yang lainnya."

__ADS_1


Radit tertegun ada Karina diantara mereka yang menjadi perhatian Andhini istrinya.


"Sayang Andhini entah terbuat dari apa hatimu walaupun aku tidak mengerti semua jalan pikiranmu tapi sebagai suami aku berusaha menghargai dan seharusnya Aku memberikan apresiasi terhadap apa yang kamu lakukan terhadap orang lain." jawab Radit merasa hati Istrinya begitu ikhlas.


"Aku tidak menganggap Karina orang lain Mas Aku menganggap keluarga kita sendiri sampai kapanpun juga, apalagi suatu saat nanti akan ada anak di antara kita akan ada ikatan selamanya," ucap Andhini sambil memeluk lengan suaminya. Radit hanya diam dan tertegun merenungkan keluasan hati istrinya.


"Maafkan Aku sayang, Aku belum bisa menjadi suami yang sempurna tapi selalu akan berusaha menyempurnakan setiap ketidak sempurnaan yang kumiliki di hadapanmu dengan nyata, keinginanku hanya ingin memberikan kebahagiaan dengan apapun caranya dan mengabadikan cinta kita dalam satu ikatan yang utuh." Ada rasa sedih di ucapan Radit yang di tangkap Andhini.


Radit tersenyum memeluk dan membeli Andhini dengan sepenuh perasaannya.


"Mas, Aku harap Mas bisa hadir dan datang di acara pembukaan minimarket yang baru kita, mungkin Erika akan mengundang komunitas Indonesia yang ada di Melbourne Australia, sebagai tanda rasa syukur kita aja."


"Boleh sayang, Aku standby di minimarket, kasir udah ada yang menghandle Karina kecuali Aku ada pengambilan barang yang mengharuskan keluar baru keluar."

__ADS_1


"Oh ya Mas, Aku sudah nge-list lagi daftar belanjaan yang akan dikirimkan ke Pak Budi tapi Aku belum menerima laporan dari minimarket yang Mas pegang apa-apa yang sudah menipis semua produk Indonesia."


"Iya nanti Aku minta sama Karina, biar nanti Aku juga sendiri turun mengecek semuanya tapi sebaiknya sayang kalau kita lagi berdua jangan bicara soal pekerjaan dulu Aku ingin quality time bersama kamu."


"Ah Mas, bisa aja kita selalu punya waktu istimewa untuk kebersamaan kita. Ya sudah, besok aja ya kita bicara lagi sekarang kita mau ngapain?"


"Aku menginginkan kamu."


Andhini mengerti walau dalam hatinya berkata sudahkah Mas Radit berhubungan suami istri dengan Karina? Kapan waktunya mereka lakukan? Andhini merasa terlalu sensitif kalau harus bicara dan bertanya untuk hal yang sangat pribadi seperti itu walau Mas Radit adalah suaminya sendiri, tetapi Andhini merasa tidak berhak untuk mengatur semua itu atau ke arah situ sudah memberikan jodoh kepada suaminya adalah sudah seharusnya dan sepenuhnya itu adalah hak Mas Radit sendiri mengaturnya.


Kapan waktu Mas Radit sama Karina berhubungan? apa saat istirahat? atau sebelum buka toko atau pagi sebelum berangkat di kondominium Karina atau juga setelah pulang kerja? Andhini tak mau tahu, itu urusan mereka Andhini tidak ingin tahu untuk hal se-detil detailnya.


****

__ADS_1


__ADS_2