Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Permintaan Radit


__ADS_3

"Mas, kenapa tak mau menyentuhku? apa alasannya? apa karena kecurigaan itu dan takut Aku menyamarkan semuanya? jadi apa artinya Mas mengantar Aku kontrol, menebuskan vitamin dan melayaniku dalam segala hal?" tanya Andhini sesampainya mereka di rumah dan Andhini tiduran di pangkuan suaminya, tapi Radit seakan menghindar dengan berbagai alasan dan banyak ini itu.


Andhini merasa suaminya belum pernah menyentuhnya sejak tahu di kabarkan dirinya hamil, Andhini tahu suaminya Radit masih seperti ingin melihat perkembangan hubungan dirinya sama dr Fadli tapi Andhini tak perduli dengan semua itu, Dirinya terlalu bahagia dengan keadaan dirinya kini.


Menurut Andhini apa harus sampai dirinya melahirkan nanti terus saja setiap waktu mempermasalahkan keraguan dan kecurigaan? Bagaimana meyakinkan suaminya tak cukup dengan menyanggupi test DNA nanti kalau anak dalam kandungannya lahir?


Radit hanya diam mengatupkan rahangnya tanpa melihat istri di pangkuannya. Hatinya terlalu sensitif bicara apapun dengan istrinya kini.


Rasa trauma melihat Andhini di peluk dr Fadli dipusat perbelanjaan itu juga pernyataan Andhini kalau diantara mereka tidak ada apa-apanya tidak membuat Radit mencair hatinya.


Radit masih saja dengan kecurigaannya, walau hatinya begitu senang mendengar Andhini hamil juga susah di hilangkan rasa tak percaya pada istrinya seakan hilang.


"Mas? se-begini nya hubungan kita kini? Aku mau tanya maunya Mas Radit apa sih?" tanya Andhini sambil bangun dan duduk di sebelah suaminya. Memandang tajam ke arah mata Radit yang hanya duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kenapa? tak boleh Aku bersikap begini? Aku begitu mencintaimu Andhini tapi sikapmu mampu merubah rasa itu menjadi keraguan apa tidak sebaliknya Aku yang bertanya maumu apa?" jawab Radit balik bertanya pada Andhini.


"Mas, apa yang harus Aku lakukan biar Mas percaya? kenapa begitu egois? Mas sendiri dalam menjalani semua pernikahan ini denganku juga dengan Karina begitu banyak melenceng dari perjanjian sedang Aku yang tak ada apa-apa di tuduh tak setia dan begitu seenaknya di ragukan! Aku kecewa, sangat kecewa!" suara Andhini begitu keras dan melengking.


"Aku bisa saja berlindung di balik semua kesalahanku Andhini! Aku menikahi Karina atas keinginanmu! jadi jangan salahkan Aku, tapi Kamu ada main di belakangku saat kita pisah ranjang, Itu Kamu tak pernah jujur selalu mengelak saat Aku tanya, wajar Aku ragu siapa Bapak biologis anak itu walau kamu masih terikat dalam tali pernikahan denganku." jawab Radit begitu dengan entengnya menjawab seakan semua tak memberikan efek apapun pada Andhini.


"Apa yang harus Aku jujur kan? faktanya apa? inilah kejujuran yang sejujurnya kalau Aku sekarang hamil! Kenapa Mas tak bertanya dan bicara pada hatimu sendiri? bisanya hanya menuduh saja, malah berlindung dalam kesalahan yang Mas lakukan lalu melimpahkan kesalahan lain padaku?" ucap Andhini kelihatan marah.


"Mas jangan samakan Aku dengan Karina! karena kami berbeda. Aku punya suami yang sah terikat dalam perkawinan resmi dan cinta itu sendiri yang sampai saat ini di hatiku masih belum berubah. Aku sebagai istri berhak menuntut apapun jangankan untuk di temani untuk minta apapun Aku berhak atas suamiku sendiri!" Andhini merasa sikap suaminya kali ini sudah keterlaluan.


"Sudahlah Andhini jangan memancing semakin rumit permasalahan kita, Aku hanya mau kita saling mengerti mungkin Aku akan meminta waktu sedikit lebih lama dari waktu yang di janjikan nanti dari waktu bercerai sama Karina." jawab Radit mulai kelihatan berpikiran lain.


"Maksud Mas apa? jujur saja kalau saatnya tiba nggak mau bercerai sama Karina, silahkan! Aku tak keberatan tapi tak akan ada pernikahan denganku lagi, jangan harap ada kata Anak diantara kita, ini Anakku tak akan Aku perkenalkan siapa Bapaknya camkan itu!" jerit Andhini seperti hilang kesabarannya.

__ADS_1


Berharap dengan adanya kabar kehamilan dirinya akan merubah sikap Radit suaminya, tapi tetap saja Radit bersikap egois dengan prinsip kuatnya juga tuduhan yang di alamatkan pada Andhini hanya karena melihat dr Fadli memeluknya spontan dipusat pembelanjaan waktu itu.


Radit diam entah salah atau benar apa yang di ucapkannya tapi dirinya juga merasa kaget dan tertegun dengan jawaban Andhini yang begitu tak terduga.


"Aku tak Akan bercerai dengan kamu Andhini hanya Aku minta waktu sebentar saja setelah karina lahiran kalau Kamu mengizinkan. Radit keluar meninggalkan Andhini yang masih emosi.


Andhini duduk di sofa dengan mengusap airmatanya semua belum tuntas uneg unegnya di keluarkan Radit malah menghindar dan pergi entah ke mana. Mungkin ke tempat Karina.


Rasa sesal menggunung dada Andhini, mungkin dengan mengabarkan pada kedua orang tuanya juga pada mertuanya semakin merubah sikap Mas Radit. Andhini berharap semua akan baik-baik saja dan Andhini menolak memberikan waktu lebih pada suaminya dan Karina. Rasanya ingin segera berakhir semua perjanjian ini akan seperti apa nantinya biarlah waktu yang akan bicara.


*******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2