Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Penawaran terberat Andhini


__ADS_3

"Pokoknya Aku tidak setuju harus pisah ranjang sama kamu, Aku tak rela kamu bersama teman kamu yang menyebalkan itu, beri Aku waktu sebentar lagi sama Karina sampai dia melahirkan, dan selama dia dalam tanggung jawabku Aku ingin memberi perhatian lebih, Aku harap kamu mengerti Andhini," ucap Radit mengemukakan keinginannya.


"Mas cemburu saat melihat Aku dengan pria lain? Aku juga sama jauh dalam hatiku ada rasa tidak ikhlas saat Mas Radit bersama Karina walau itu atas izinku, Aku juga cemburu hatiku sakit, ada hal yang harus Mas tahu sebenarnya, Aku bisa saja bermain gila dengan siapa saja, sekalian rumah tangga kita hancur dan berantakan, tapi bukan itu yang Aku inginkan." jawab Andhini sedikit emosi. Di beri pilihan suaminya tak bisa menerima kukuh dengan keinginannya sendiri.


Andhini merasa penawarannya untuk pisah ranjang sementara sampai Karina melahirkan itu adalah penawaran yang wajar untuk berendam semua emosi di antara mereka terutama Radit sendiri yang tidak bisa merubah kebiasaannya.


Radit diam. Menatap Andhini yang berdiri bersandar pada meja kerja sambil melipatkan tangan di dadanya.


"Mari kita ingat awal mula kita menjalani pernikahan seperti ini, Aku yang menginginkan semua ini terjadi, Aku ikhlaskan suamiku dalam sakitnya berbagi, sampai Aku tak bisa membayangkan suamiku di mana, dengan siapa, sedang apa? Aku sekuat tenaga dengan menekan perasaanku, berusaha alihkan semua pertanyaan itu dari otakku, Aku masih mencintai suamiku, Aku masih menginginkan permainan Mas seperti pagi tadi, Aku masih ingin menikmati kebersamaan seperti dulu, dan jauhnya Aku masih berharap bisa hamil dan memiliki anak dari buah cinta kita, walau sakit Aku terima semuanya dengan senang hati, tapi kalau Mas sama Karina sudah tak mengikuti aturan lagi silahkan jalani pilihan Mas sendiri, karena bagiku itu bukan mempertahankan rumahtangga kita lagi tapi demi kepuasan Mas sendiri!" Andhini menyatakan sikapnya setelah minta pisah ranjang di tolak Radit ini Andhini menyerahkan keputusan rumah tangganya pada sikap pilihan Radit sendiri dalam arti memilih dirinya atau Karina?


Radit tahu Andhini tak akan semudah itu berpaling tapi kalau mendapatkan kenyataan dirinya sudah cemburu dan sakit hati mungkin saja dia akan membalaskan dan itu yang tidak ingin Radit lihat.


Andhini terlalu cantik untuk untuk ukuran seorang perempuan Asia, wajah yang sulit di lupakan dan tak akan pernah di lupakan dengan kepribadian baik diatas rata-rata, ramah dan penyayang hanya satu kekurangannya yang dirinya akui juga, Andhini belum bisa jadi Ibu sebenarnya, Andhini belum bisa hamil.


Awalnya Radit juga tidak mempermasalahkan semuanya tetapi Andhini sendiri yang ingin mencoba menjalani hidup seperti ini.


Andhini tak kurang suatu apapun dan sanggup membeli apapun yang dirinya inginkan termasuk seorang pria manapun. Pewaris tunggal dari seorang pengusaha sukses dan terkenal di tanah air Surya Group yang kalau di bandingkan dengan dirinya masih jauh lebih unggul Andhini dalam soal materi.

__ADS_1


"Silahkan maunya Mas Radit sekarang apa? Jujur kalau aku diperlakukan tidak adil Aku tidak terima, Aku mengerti Karina hamil dan itu kebahagiaan juga buatku karena sebentar lagi Aku akan memiliki anak kalau sampai pada waktunya, semoga lahir dengan selamat, tetapi cara Mas Radit dan Karina telah menciptakan ketidaknyamanan di hatiku." Andhini masih saja dengan uneg-unegnya.


"Jadi kamu tak terima Aku meluangkan sedikit waktu dari yang di janjikan untuk Karina?" tanya Radit berusaha menyelami isi hati Andhini.


"Tidak! itu adalah kesalahan, Aku sebenarnya yang lebih berhak atas Mas Radit, tapi Aku seakan diabaikan begitu saja, jelas Aku tidak terima. Sekarang Aku tanya sama Mas Radit maunya sekarang seperti apa?" tanya Andhini semakin panas saja perdebatan keduanya.


"Aku hanya ingin memberi waktu lebih buat Karina itu saja!" Radit begitu keras kepala.


"Tapi Aku menolaknya karena dengan cara begitu Mas sudah berlaku tidak adil, Aku bisa saja membatalkan semuanya Aku tak peduli dengan kehamilan Karina, dengan anak, dengan Mas Radit bahkan dengan rumah tangga kita sekalipun. Mulai sekarang kalau memang seperti itu silahkan pergi dan jangan temui Aku lagi kita batalkan semuanya dan nasib rumah tangga kita juga aku tidak bisa memprediksi untuk selanjutnya silahkan Mas pikirkan sendiri sekarang pilihan tinggal satu diantara dua." Andhini lepas bicara sudah tak bisa diajak komunikasi dan kokoh dengan keinginan dan pendiriannya Andhini seperti bukan melihat Mas Radit yang sebenarnya.


Apa kamu sadar yang kamu ucapan itu apa semudah itu semuanya berakhir aku dan Karina sudah ada anak pernikahan kita tidak bisa berakhir begitu saja karena hak talak ada dia seorang suami


"Oke, Aku setuju kita pisah ranjang sampai Karina melahirkan, Aku tak akan menemui kamu lagi, dan setelah Karina melahirkan kita lihat seperti apa perkembangannya!"


Andhini seperti di tonjok dengan tonjokan yang begitu keras, pilihan yang dirinya berikan ternyata tak merubah keinginan Mas Radit untuk tetap bersama Karina, sakit rasanya hati dan perasaannya.


Airmata tak bisa di bendung lagi walau berusaha di telan dengan perasaan sesak Andhini merasa kecewa dengan keputusan Mas Radit dan kalau diulur ke belakang Andhini menyesal berada dalam kondisi permasalahan seperti ini ternyata keputusan yang dipilihnya menjerumuskan dirinya kepada permasalahan yang sangat pelik sekarang ini.

__ADS_1


Rasa hati begitu terhina dengan perlakuan suaminya sendiri, memposisikan Karina yang notabene adalah seorang pegawainya dengan lancangnya mereka melanggar semua peraturan yang telah mereka setujui. Andhini tak bisa berbuat banyak hanya menunggu waktu kurang lebih 2 bulan lagi entah seperti apa kelanjutan semua ini akankah semua terbongkar dan orang tuanya tahu hingga rumah tangganya bubar begitu saja?


Sungguh suatu dilema dari satu konflik panjang yang telah dijalaninya, sebenarnya penyelesaiannya sederhana saja kita berjalan dengan normal dengan apa adanya tempatkan pada posisi masing-masing dan Mas Radit bisa adil itu saja sudah cukup bagi Andhini.


Tapi perasaan yang berkembang di hati Karina tidak terkontrol melambungkan asa dan mengharapkan lebih dari sebuah hubungan dan perjanjian awal, menginginkan seutuhnya sehingga memicu suaminya berlaku tidak adil dan begitu mendominasi.


Andhini melempar kunci dari saku blazernya ke sofa di samping Mas Radit duduk, hilang sudah semua rasa yang selama ini begitu bangga di miliki bagi suaminya.


Haruskah dirinya balas semua ketidakadilan ini dengan lebih menyakitkan lagi?


"Pergilah!" Andhini membuang muka dan berpaling dari tatapan Radit.


Radit lama duduk sambil meremas rambut dan kepalanya sendiri setelah itu mengambil kunci dan keluar.


*******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2