
Andhini tidur di pangkuan radit dan mereka sama sama tidur di situ Radit tidur sambil duduk menunggu pagi setelah mereka mendengar khabar Karina telah selamat dan bayi laki-lakinya juga.
Mereka bangun saat petugas kebersihan datang membawa alat penyedot debu dan pengepel termasuk penunggu pasien lainnya juga ikut bangun dan sama-sama menunggu keluarganya di situ.
"Sayang, bangun kita pindah membersihkan diri dulu lalu sarapan sebelum pulang," ucap Radit membangunkan Andhini.
Andhini yang sudah bangun sejak tadi merasa masih ngantuk cuma pikirannya masih jauh melayang-layang seperti percaya dan tidak kalau dirinya sekarang berada di rumah sakit.
"Kita tengok dulu Karina Mas sebelum kita pulang, pastikan dia sudah di ruang perawatan dan mendapatkan pelayanan yang terbaik," ucap Andhini, Karina harus mendapat pelayanan terbaik berapapun biaya yang harus dikeluarkan, itu tak masalah buat Andhini asal semua keinginannya terpenuhi. Andhini ingin memberi semua yang terbaik karena menghargai Karina dan perjuangannya sungguh tidak terbatas dan tak akan terbalas dengan apapun.
"Iya kalau memungkinkan tengok juga bayi kita semoga semuanya semakin sehat," jawab Radit setelah minum air hangat dan menyimpan gelas kertas di hadapannya.
Rahadian sudah tidak ada, mungkin ke kamar mandi atau pulang setelah tahu kabar Karina telah lahiran dan selamat. Ros kelihatan bertanya pada salah satu suster dan bertanya tentang Kamar Karina di rawat, lalu bicara sama Radit Ros pamit mau melihat karina duluan dan Radit izinkan karena biar Karina ada yang menemani.
Andhini seperti sadar semalam pembicaraan terakhir dengan Radit membahas tentang apa, tetapi yang diingat adalah saat Radit menyadari kesalahannya dan menurut pandangan Andhini Radit batal meminta perpanjangan pernikahan dengan Karina.
Walau masih merasa heran dengan perubahan Mas Radit, Andhini berprasangka baik saja, semoga Mas Radit benar saja menyadari semua kesalahannya dan ingin memperbaiki semuanya dan hikmah dari kelahiran putranya juga mungkin begitu menurut pandangan Andhini.
Andhini tahu kalau orang tua mereka sudah dikabari mertuanya juga sama Rahadian, dan orang tuanya sendiri Andhini yang kabari mungkin hanya untuk do'a restu dari orang tua dan do'a terbaik yang diharapkan bagi janin yang masih ada dalam perutnya, Restu orang tua mungkin akan menjadi jalan lancar dan jalan baik bagi kehidupan perjalanannya mejalani kehamilannya.
Andhini duduk dengan masih rasa kantuknya yang berat di kantin rumahsakit yang buka 24 jam.
__ADS_1
Andhini ingat semalam dirinya tidur di pangkuan suaminya di kursi ruang tunggu dengan beberapa orang di situ.
"Kalau sudah bertemu Karina kamu pulang dulu Sayang, biar bisa istirahat dan mengganti tidur Kamu yang terganggu. Apa sama Rai saja atau Erika yang jemput terserah Aku belakangan saja mau memastikan dulu dan konsultasi dengan dokter untuk perawatan dan kesehatan Karina dan bayinya," ucap Radit setelah memesan menu sarapan mereka.
"Iya Mas, mungkin sama Rai saja nggak apa-apa, Hari ini jadwal kontrol kandunganku mungkin sama Rai juga nanti di mintai tolong. Atau minta antar sama Erika nggak apa-apa, yang penting Karina sudah selamat nanti setelah Aku bisa istirahat Aku bisa menengok kembali dan memberi ucapan kepada Karina, mungkin kalau mungkinkan Aku sekedar mengingatkan aja, juga hanya sebagai hiburan untuk mempercepat kesembuhannya
"Iya, maaf Aku tak bisa mengantar Kamu kontrol hari ini, sama Rai juga tidak apa-apa mungkin hanya kontrol biasa tidak ada yang harus dibicarakan sama dokternya secara spesifik kecuali kalau sudah hamil besar dan Kamu ada keluhan," ucap Radit minta maaf dan menyayangkan kalau hari ini dirinya akan berada di rumahsakit.
"Iya Mas, tidak apa-apa sama Rai juga, tapi tolong jangan kabari kalau Aku kini hamil, biar Aku yang kabari Karina nanti, Nanti aku ke sini lagi saat Karina sudah sedikit pulih dan Karina bisa lebih leluasa istirahat di masa penyembuhannya dan satu lagi kabar bahagia untuk Mas Radit juga keluarga kita Mas, kalau Rai sudah serius sama Vira, Akhirnya mereka cinta lokasi juga di sini, semoga hubungan mereka lancar tanpa hambatan yang berarti tinggal menunggu bulan saja Vira selesai kuliah mungkin mereka akan lebih serius, Jujur Aku suka Vira dengan segala kelebihannya yang Aku lihat begitu cocok dalam segala hal denganku selama ini. Makanya saat Rai sama Vira tahu mereka jadian mungkin Aku yang paling bahagia karena dari awal Aku berharap makanya mereka di parterkan, dan Aku yakin mereka akan bisa saling mengerti dan jatuh cinta." ucap Andhini penuh suka cita
"Oh ya? masa begitu cepat mereka?" Radit merasa kaget juga, penuturan panjang istrinya ternyata menyampaikan kabar itu.
"Ya syukurlah, sepertinya Aku belum jelas melihat Vira yang sebenarnya, apa Aku terlalu sibuk ya?" ucap Radit merasa belum jelas Vira itu yang mana walau telah lumayan lama kerja di perusahaannya.
"Mas Radit memang terlalu, kemana aja selama ini? pekerja sendiri sampai tidak mengenali nya?" Andhini menjawab dengan ketus.
"Bukan begitu Sayang, mungkin Aku bukan orang jeli dan terlalu ingin tahu tentang orang lain, Aku hanya tahu sepintas saja, begitu Sayang," jawab Radit sambil senyum serba salah.
"Oh, jadi perempuan yang Mas kenal hanya Aku dan Karina gitu?"
"Nggak juga, tapi yang begitu dekat hanya itu jawabannya, Mereka pantas dan cocok menurut Kamu?" Radit berusaha mengalihkan. Radit merasa selama ini memang dirinya terlalu sibuk dengan Karina.
__ADS_1
Andhini hanya mengangguk dan selanjutnya diam, sambil menyelesaikan sarapannya.
mereka makan sarapan pagi kelihatan bagian-bagian dua kebahagiaan di pagi ini mereka rasakan dan semoga kebahagiaan itu adalah titik awal dari kebahagiaan selanjutnya.
Andhini jelas melihat perubahan diri suaminya kini tetapi itu apa untuk seterusnya? Andhini belum bisa memegang semua kebahagiaan itu sebelum semuanya benar-benar berakhir.
Karina sembuh, serah terima bayi itu, Andhini serahterima kompensasi yang di janjikan bahkan Andhini akan memberikan bonus tambahan selain rumah cluster siap huni yang telah dipesan sama Pak Budi di Indonesia Andhini akan memberikan kendaran roda dua mungkin bisa membantu Karina menata masa depannya yang lebih baik lagi nantinya.
Tapi Itu nanti saja akan di tambahkan jika semua benar benar sudah berhadapan muka dan Karina dalam keadaan sehat yang terpenting adalah itu dulu.
Mengurus surat-surat kepulangan Karina dan mengantarnya ke Bandara mungkin itu penyelesaiannya.
"Nambah nggak?" suara Radit mengagetkan Andhini yang dari tadi anteng dengan pikirannya sendiri.
"Aku kenyang Mas, masih terlalu pagi sepertinya apa karena kurang tidur ya?
*******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1