
Andhini duduk di tepi tempat tidur melihat kemarahan Radit suaminya.
"Apa yang kamu inginkan dari pernikahan ini heh? berusaha membalas semua yang Aku lakukan? bukankah itu keinginan mu Aku menikah lagi demi satu anak dambaan Kamu? Aku salah selama ini memberi waktu dan perhatian pada Karina tapi Aku kini menyadarinya! lalu apa arti kata-kata laki-laki brengsek tadi yang seakan kalian sudah terbiasa bertemu?" Radit nyerocos sendiri dengan menunjuk nunjuk muka Andhini.
Andhini hanya diam. Membiarkan Radit memuntahkan semua amarahnya, semua kekesalannya.
"Apa Aku harus merubah cara pandang selama ini padamu menjadi tidak percaya lagi? Aku suamimu berhak marah atas semua yang Kamu lakukan, kamu telah curang pada janji pernikahan Aku sebagai suami merasa di rendahkan, Aku tak bisa melihat istriku sendiri di perlakukan seperti itu sama si brengsek tadi! pantas Kamu meminta pisah ranjang dengan alasan menghindar dari pertengkaran nyatanya main gila sama bedebah itu" cecar Radit sambil jalan ke sana kemari seperti masih saja belum menerima semuanya.
"Kenapa kamu tidak bicara? siapa laki-laki itu sebenarnya? teman main gila kamu?"
__ADS_1
ucap Radit menatap Andhini dengan mata merah penuh amarah.
"Mas berubah cara pandang padaku, Aku sudah lebih dulu berubah melihat kelakuan Mas. Mas Radit menurut pandanganku seorang yang tidak bisa pegang janji baik ucapan dan kelakuan. Di sadari ataupun tidak Mas tak melihat kesalahan di diri Mas sendiri!" jawab Andini sambil menatap Radit yang mondar-mandir di hadapan Andhini dalam kamarnya.
"Sudah berulangkali Aku katakan Aku hanya minta waktu lebih karena kondisi Karina! cobalah mengerti!"
"Apa kalau Aku meminta Mas mengerti itu salah? Mas sendiri ingin di mengerti tapi Mas sendiri egois, sudahkah Mas adil selama ini?" jawab Andhini dengan tetap menatap Radit.
"Mas yang susah! Aku biarkan Mas bersama Karina pada waktunya, Aku berusaha tak mengingat momen itu, tapi Mas meminta waktu lebih, Mas bawa Karina ke tempat ruang publik seakan ingin memamerkannya, Mas bawa Karina ke sini apa arti semua itu? Aku baru bertemu seseorang dengan tidak sengaja Mas marah luar biasa, Apa Aku jangan marah melihat Mas berdua di sini bersama Karina? itu adalah salah satu yang Aku nggak mau melihatnya," ucap Andhini dengan berlinang air mata.
__ADS_1
"Baiklah, Aku salah dan bisa memperbaiki diri, Aku masih bisa berpikir dengan baik langkah ke depannya akan seperti apa, tapi Aku tak terima kamu berhubungan dengan seseorang di belakangku, kalian di belakangku seperti apa, orang brengsek itu mungkin melakukan apa saat berdua denganmu, Aku tak bisa membayangkannya." Radit bicara dengan setengah teriak dan menendang apa yang ada di lantai yang dirinya berantakin tadi.
"Sudah Aku katakan itu dokter SpOG, kalau Mas tidak percaya besok kita konsultasi ke sana!"
"Aku jadi tambah curiga kenapa kamu begitu dekat dengan dokter Itu! terang saja dokter itu suka sama kamu!"
"Itu urusan dia, mau suka mau apa ya terserah pokoknya Aku tidak seperti Mas Radit yang biasanya hanya memanfaatkan orang lain buat kepentingan dan kepuasan sendiri."
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️