
Astaghfirullahaladzim Andhini! kamu di mana? di telephon nggak nyambung suamimu sudah ke sini bolak balik telephon cari kamu, di minimarket manapun juga nggak ada, masalah apalagi sih? kenapa jadi serumit ini?
Erika mondar mandir sambil bersungut-sungut bicara sendiri tak habis pikir dengan masalah sahabatnya Andhini. Kok aneh banget Andhini tiba-tiba tak tentu di mana rimbanya.
Erika tahu semua akan jadi biang permasalahan, sedikit saja percikan akan membesar menjadi permasalahan yang akan menjadi sensitif untuk di bahas menyangkut privasi dan hal pribadi yang akan terbuka.
Semua sudah Erika perkirakan walau detil dari masalahnya seperti apa, tapi pasti akan mendatangkan masalah tak segampang perkiraan diawal semua di mulai.
Andhini sendiri pernah berucap, kalau bisa semua di putar mundur tak ingin dirinya ada di pusaran permasalahan sekarang, karena semua mungkin berjalan tak sesuai alur semestinya.
Pagi-pagi Erika baru saja datang Mas Radit tiba-tiba datang menyusul dengan tergesa bertanya apa Andhini sudah datang ke sini? jelas Erika juga kaget lha kunci supermarket aja dirinya yang bawa?
Lalu Radit tanpa cerita apapun buru-buru balik lagi entah pergi ke mana mungkin mencari Andhini ke minimarket yang lain lalu sebentar menelepon dan menelephon lagi apa Andhini sudah datang?
Pasti Radit sebentar lagi juga nelephon, lihat saja! dimanakah Andhini?
Di kondominiumnya sudah tidak ada, ke sini belum datang, di dua minimarketnya juga tidak ada jelas menimbulkan kecemasan di hati Radit, Erika sebagai keluarga dan orang yang paling dekat.
Radit adalah orang yang paling bertanggung jawab semua dari perlakuan dirinya yang tak terkontrol, Andhini jadi tak terima mengambil jalannya sendiri entah ke mana perginya, mungkin menenangkan diri atau menghindari sementara waktu pertemuan dan pertengkaran.
__ADS_1
Benar saja telephonnya berbunyi lagi juga bergetar di tangan Erika.
Mas Radit memanggil ....
"Rika, gimana Apa istriku sudah datang ke situ?" Suara Radit di ujung sambungan telephon.
"Belum Mas, baru mau Aku telepon ke ponsel Andhini tapi kelihatannya masih tidak aktif, terlihat dari terakhir aktif menggunakan ponselnya" jawab Erika ikut cemas juga.
"Aku telephon berkali-kali tapi tetap tak ada jawaban, Aku jadi nggak fokus mau ngerjain apa-apa juga, pokoknya kalau ada kabar Andhini datang atau mengabari tolong kabari Aku ya secepatnya," pinta Raditya dengan nada begitu cemas kedengeran begitu jelas sama Erika kalau Radit sudah setengah panik.
"Iya, Mas. Tapi kalau Mas Radit mau jujur ada apa sih sebenarnya? kenapa jadi begini? Andhini biasanya bicara apapun padaku, sampai saat ini dia bicara baik-baik saja semua berjalan sesuai rencana sampai pada akhirnya datang adik Mas Radit Apakah semua ini berawal dari kehadiran Mas Rahadian?" Erika menyampaikan rasa penasaran, sebenarnya ada apa dalam rumah tangga mereka? Andhini tidak memperlihatkan reaksi yang berlebihan tapi kenapa tiba-tiba semuanya begitu menghentak seketika?
"Bukan Rika! semua salahku, Aku yang membuat Andhini begini pergi dari tempat tinggal, mungkin kecewa sama Aku, kalau kehadiran Rahadian semua bisa di kendalikan, tapi ada hal lain yang membuat Andhini kecewa." ucapan Radit begitu perlahan seperti ada sesal dari ucapannya, dan menyayangkan semua sampai terjadi begini.
"Iya Rika, semalam Aku antar makanan buat Karina, pulangnya kami janji makan malam berdua, Andhini sudah pesan makanan salahnya Aku malah ketiduran di tempat Karina, mau pulang sudah terlanjur larut Aku pulang pagi di tempat hunian ku hanya ada Rahadian dan makanan yang tak di sentuh sejak malam di meja," jujur Radit bicara apa adanya mungkin bermula dari situ maka permasalahan perlu Erika tahu, kenapa Andhini sampai pergi tidak bilang pada siapapun. Ada rasa sesal di nada bicara Radit, tapi semua terlanjur terjadi, tak pernah Radit sama Andhini bertengkar soal apapun selama mereka berumahtangga, selalu ada yabg mengalah demi kebaikan setiap ada beda pendapat.
"Ya ampuuuuun Mas, Mas goblok banget! juga tega sama istri yang telah rela memberi kesempatan pada Mas sendiri untuk membagi cintanya? itu keterlaluan menurutku, bukankan jatah kebersamaan kalian sudah di bagi? kenapa masih saja hal seperti itu jadi masalah? walau Karina sekarang sedang hamil bukankah yang lebih prioritas adalah Andhini? karena Karina mendapat perhatian dari Mas Eadit juga Andhini? harusnya Karina juga tahu diri bisa menjaga perasaan Andhini! bukan malah sebaliknya manfaatkan dan mengambil kesempatan sesuka kalian berdua!"
Erika seperti memarahi Radit Erika merasa kalau dirinya berada di posisi Andhini mungkin akan lebih melakukan apapun, Erika tahu hati Andhini seperti apa, Dia begitu tulus menelan perasaan sakitnya sendiri menelan perasaan cemburunya sendiri mungkin cara ini yang diambilnya adalah yang terbaik menenangkan diri entah di tempat mana dia berada sekarang.
__ADS_1
Spontan Erika mencaci Radit emang keterlaluan banget.
"Iya Rika, akhirnya permasalahan jadi merembet ke sana kemari itu semua kesalahanku. Aku terlalu terbawa perasaan dengan kehamilan Karina tapi Aku lupa perasaan istriku sendiri."
"Sudahlah Mas, nanti kalau Andhini datang Mas Radit dikabari sekarang Aku banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Nggak tahu Jadi apa nggak besok mau pembukaan supermarket ini semoga tidak membatalkan semua agenda yang telah direncanakan."
"Oke Rika, maaf telah merepotkan mu, di tunggu kabarnya."
Sambungan telepon putus Erika menarik nafas dalam-dalam.
Andhini di mana kamu berada? setidaknya kabari Aku dari
manapun kamu berada teleponlah, Aku akan mengerti perasaanmu Aku akan mendukung keputusanmu seandainya kamu tak ingin bertemu dulu dengan siapapun.
Walau dalam keadaan tak tenang Erika meneruskan pekerjaannya menginstruksikan pada karyawan baru memberikan petunjuk bagaimana mengkondisikan dirinya pada saat besok pembukaan dan juga untuk hari-hari selanjutnya.
Juga memberikan pengarahan kepada semua yang berada di lapangan di kasir dan di gudang. Semua harus proaktif saling membantu saat ada kesulitan satu sama lain dan jangan segan-segan bertanya kepada supervisor yaitu dirinya yang akan membantu semua kesulitan yang dialami.
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️