
Andhini sama Radit tak bisa memungkiri di antara keduanya ada sedikit kekakuan sejak Andhini memutuskan memilihkan calon istri bagi suaminya dan mereka jadi menikah secara siri.
Diakui ataupun tidak rasa itu dirasakan Andhini tapi itu hanya perasaan dan hanya ada di dalam hatinya saja, bahkan Erika sendiripun tak di beritahu soal yang satu ini Andhini merasa itu adalah rahasia pribadinya.
Andhini tak bisa menolak sebagai suami Radit wajib berlaku adil terhadap dirinya juga Karina soal waktu dan nafkah lahir bathin walau sebenarnya kendali keuangan Andhini yang pegang.
Tapi Andhini sangat menghargai suaminya dalam hal tertentu mewajibkan Radit untuk menjadi yang paling bertanggung jawab seperti saat ini makan bersama dan biaya ke dokter Karina Radit yang harus mengeluarkan dari sakunya sendiri di hadapan Karina demi menjaga citra wibawa seorang suami.
Andhini sangat mengerti akan hal itu, bagi keduanya antara Radit dan Andhini tak menemukan permasalahan dalam soal keuangan mereka lebih dari cukup memiliki segalanya.
Andhini mengantar Karina di periksa di dokter karena Karina belum terbiasa berkomunikasi dalam beda bahasa di negara ini jadi Andini mewakilinya.
Andhini yang menyampaikan dan berkonsultasi langsung dengan dokter, yang menggembirakan adalah hanya faktor kecapekan selain harus periksa urine karena Andhini mengkonsultasikan Karina sudah menikah.
Selang beberapa saat Karina sudah duduk di ruang tunggu Andhini di temani Radit masih berkonsultasi sambil menunggu hasil lab di ruangan dokter.
Suster datang dengan hasil dan testpack yang menyatakan Karina positif hamil, Andhini menjerit kecil sambil memeluk suaminya Radit kebahagiaan terpancar dari wajahnya, Radit hanya bengong saat Andhini berlari keluar tanpa memperdulikan kata-kata dokter yang masih memberikan keterangan hasil test.
"Ya ampun Karina, rencana kita berhasil. Selamat ya, kamu hamil Rina, kamu mengandung anak Mas Radit dan Anakku." Secara tiba-tiba Andini datang di hadapan Karina memeluk dan menciumnya Karina dengan sepenuh perasaannya memberikan selamat sambil mengelus-elus punggung Karina dengan linangan air mata.
"A-Aku hamil Nyonya?" suara Karina serasa tak percaya bicara sambil terbata.
"Ya Karina, mulai sekarang jaga pola makan dan hidup kamu, makan yang bergizi, minum susu untuk pertumbuhan bayi kita, minum vitamin dan penambah darah jangan terlalu capek nggak kerja juga nggak apa-apa yang penting kamu bisa istirahat tugas kamu mulai sekarang adalah menjaga janin bakal calon bayiku itu," tutur Andhini begitu panjang dan belum sempat Karina cerna, berupa saran dan nasehat bagi seorang ibu hamil.
__ADS_1
Andhini berlari ke ruang dokter kembali, langsung memeluk Raditya suaminya mengucapkan selamat sambil berpelukan, meninggalkan Karina di ruang tunggu yang tanpa komentar sedikitpun.
"Akhirnya kita akan punya anak Mas, Karina akan mempersembahkannya buat kita, Aku rela kehilangan waktu Mas kalau Mas Radit sewaktu-waktu Mas punya waktu lebih untuk menjaga Karina." ucap Karina sambil membelai kedua pipi suaminya.
"Iya, Sayang. Sudah dulu kita selesaikan administrasi dan konsultasi sama dokternya biar kita ucapkan selamatnya di rumah saja," jawab Radit memegang kedua pergelangan istrinya
Aku bahagia banget Mas, silahkan Mas selesaikan semuanya Aku mau bersama Karina dan mengucapkan selamat kembali yang tak terbatas semoga ini adalah awal kebahagiaan kita Mas."
"Iya, Sayang tunggu di luar ya." ujar Radit sambil mencium kepala Andhini.
Berjalan kembali ke luar tanpa memperdulikan tatapan mata orang-orang yang melihatnya dengan keheranan seperti mendapatkan lotre saja kebahagiaan yang luar biasa yang Andini rasakan saat ini.
Nyaris hilang rasa malunya berlarian kecil diantara orang orang yang duduk.mengantri
"Rina, berbahagialah semoga kandungan kamu sehat sampai melahirkan, Aku berharap kamu bisa menjaganya semaksimal mungkin, berarti perjanjian kita berlanjut ke tahap dua, Aku menyediakan kebahagiaan buat Kamu yang pernah Aku janjikan sebelumnya yaitu bonus sebuah rumah." Andhini memegang tangan Karina dengan air mata mengembang tak disangka perjalanannya memasuki bulan kedua pernikahan sirinya bersama Tuan Radit berada di Melbourne Australia dirinya di nyatakan positif hamil.
"Silahkan kamu ajukan permintaan sebagai ungkapan kebahagiaan kita, Aku akan mengabulkannya sebatas Aku mampu, kamu mau apa katakan saja." desak Andhini sambil memegang pundak Karina.
"Aku tidak punya permintaan apapun, Aku tak punya keinginan apapun sepertinya Nyonya, hanya mungkin setelah menyadari Aku hamil akan ada masa di mana akuy lemah saat awal-awal mengandung karena itu adalah faktor hormon perubahan di dalam tubuhku, mungkin Aku akan mengalami hal yang seperti pagi tadi jadi Aku mungkin akan meminta waktu buat istirahat saja di awal kehamilan saat tubuhku mengalami rasa tak enak, itu saja mungkin Nyonya." sahut Karina panjang lebar sedikit mengajukan keinginan yang ada ditawarkan.
"Sangat boleh Rina, bahkan itu keharusan buatmu untuk beristirahat, istirahatlah saat kamu merasa tidak enak, dan satu lagi izinkan Aku sama Mas Radit untuk ikut protektif menjaga kamu dan mengingatkan."
Radit datang dengan kertas di amplop juga vitamin yang sudah di tebus nya di apotek.
__ADS_1
"Mas langsung pulang saja biar Karina bisa istirahat mulai sekarang jangan terlalu kecapean harus bisa menjaga dan kita juga turut mengingatkan," ucap Andhini setelah Radit menghidupkan mobilnya, Radit tak menjawab hanya mengangguk saja sambil matanya tetap fokus pada jalan yang akan dilalui nya.
Radit langsung menjalankan mobilnya melajukan ke arah jalan pulang.
"Mas, gimana rasanya kita mau punya anak?" ucap Andhini lagi setelah Radit berjalan di jalan protokol utama yang lebar dan lurus, ucapan Andhini mengundang jawaban yang sulit bagi Karina ataupun Radit sendiri.
Siapa yang tak senang akan punya anak dalam perkawinan dan rumah tangga? sepertinya pertanyaan itu kurang tepat untuk Radit jawab juga Karina jawab selain Andhini sendiri yang paling merasakan kebahagiaan walaupun bukan dirinya yang hamil tetapi Karina.
"A-Aku senang Sayang, semua harapanmu sebentar lagi akan terkabul, Karina juga pasti senang ya kan Karina?" ucap Radit tanpa melirik Karina di belakangnya.
"Iya Tuan, Aku juga senang karena dengan kehamilan ini sepertinya akan menjadi kebahagiaan yang akan Aku berikan pada Nyonya sama Tuan." jawab Karina pelan.
"Karina, Aku merasa tak sia-sia menganggap kamu adikku, dan memberi kompensasi juga bonus, itu akan kita tandatangani setelah kamu melahirkan nanti, Aku sudah pesankan ke rumah cluster yang istimewa buat kamu kapanpun kamu mau menempatinya pasca melahirkan sudah aku persiapkan, juga soal pekerjaan nanti seandainya kamu masih mau meneruskan bekerja bersama Pak Budi kesempatan itu masih terbuka sebelum kamu mandiri dan menata masa depanmu sendiri."
"Iya, Nyonya."
"Maaf sebenarnya terlalu dini Aku berbicara seperti ini, tetapi semoga semua menjadi motivasi kamu dan juga atas kebahagiaanku bersama Mas Radit. Jadi Aku sampaikan agar kamu semangat menjalani semuanya sampai pada waktunya dan perjanjian itu akan menjadi kesepakatan kita tanpa sedikitpun hambatan."
*****
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1