Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Kedatangan Rahadian


__ADS_3

"Rahadian? Astaghfirullahaladzim kamu ini di mana?" tanya Radit begitu terkejut.


"Aku di bandara Kak baru saja landing, sengaja Aku bikin kejutan buat Kak Andhini habis Kakak sama Kak Andhini juga bikin kejutan padaku pergi tanpa kabar berita menetap di Australia tanpa memberitahukan," jawab Rahadi sambil terkekeh sendiri merasa kejutannya begitu berhasil.


Raditya kaget luar biasa akan kedatangan Adiknya. Bahagia tentu, tapi ada rahasia yang tak ingin di ungkap termasuk pada keluarganya sendiri. Rahasia dalam pernikahannya kalau dirinya kini memiliki istri siri yang tengah hamil.


Begitu tak fokus pikiran Radit saat ini apa yang harus di lakukannya? sedang Rahadi meminta jangan dulu di kasih tahu kedatangannya pada Andhini. Blingsatan tak karuan pikiran Raditya saat ini dan yang paling terpikirkan saat ini adalah menelepon Andhini walaupun Raditya meminta jangan dulu memberitahukan tetapi tetap harus memberitahukan.


"Halo Kak Radit? mau jemput Aku nggak? apa langsung aja ke tempat Kak Radit? share lokasinya dong," cecar Rahadian diujung telephon membuyarkan pikiran kacau Raditya.


"Ya ya ya, nanti Aku jemput saja, tunggu di situ, kamu sendiri kan?" tanya Raditya lagi.


"Kak Radit pikir sama siapa?"


"Kali aja sama siapa gitu."


"Jangan suka menyindir ya!"


"Hahaha ... menyindir apaan? Aku cuma bertanya, nggak jelas banget kamu, sudah lulus ya rupanya? pantasnya bawa seseorang ke sini prewedding atau sekedar survei honeymoon gitu." ucap Radit sekenanya dan memang senang kalau menggoda orang lain termasuk Adiknya.


"Belum kepikiran soal itu, lalu kapan jemput Akunya nih?" Rahadian mengalihkan ucapan Radit yang mulai belok ke arah pribadinya.


"Oke, tunggu 15 menit. Kalau macet bisa setengah sampai satu jam!"


"Buset, ternyata Melbourne Australia juga ada macetnya ya?"

__ADS_1


Radit memutus telephon sama Rahadian sambil berpikir apa yang harus di lakukannya sama Istrinya Andhini. Menyembunyikan hal yang sebenarnya pada adiknya sendiri tentang Karina karena lambat laun Radit akan tahu siapakah Karina yang berasal dari Indonesia harus seperti apa berdalih?


Apa Karina jangan masuk kerja saja selama Rahadi berada di sini? tapi mau berapa lama Rahadi di sini? Inilah satu tak terduga yang benar-benar tak terpikirkan sebelumnya mereka hanya berpikir orang tua saja ternyata saudara sendiri juga yang tadinya ingin menutup semua informasi seperti mengasingkan diri seperti mengisolasi diri dari keluarga berada di pulau dan negara yang jauh, tapi ada saja sesuatu yang mengganggu kenyamanan kehidupan mereka saat ini.


Radit mencoba menelephon Andhini tapi Erika yang menerimanya karena lupa di meja telephonnya tidak kebawa. Andhini lagi di tempat supermarket yang akan segera di buka menyeleksi langsung perekrutan karyawan yang magang bisa kerja sampingan sambil kuliah.


Seperti putus asa Radit bicara langsung sama Erika karena Erika dianggap semua tahu permasalahan antara dirinya Andhini sama Karina.


"Pokoknya Aku harus secepatnya bicara sama Andhini Rika, masalahnya adikku Rahadian datang ke sini dan mungkin akan tinggal beberapa waktu di sini semua secara tiba-tiba, Aku juga menjadi panik sendiri ingin segera memberitahukan Andhini untuk mengatur strategi sesuatu yang tidak bisa diperkirakan." panjang penjelasan Raditya membuat Erika juga kaget.


"Hah? Adik Mas Radit sudah di Bandara? waduh kecolongan kita benar-benar sesuatu yang tidak terduga," jawab Erika tak kalah kagetnya. Sampai saat ini permasalahan rumah tangga sahabatnya Andhini sama Raditya hanya dirinya yang tahu bahkan suaminya sendiri juga tidak terlalu mengerti permasalahannya seperti apa yang pasti akan runyam seandainya Rahadian tahu kakaknya sudah nikah siri dan sekarang istri sirinya sedang hamil berada di sini juga.


"Itu masalahnya Rika, kalau tidak bisa waktu sekarang Aku menghubungi Andhini coba kamu atur strategi bagaimana caranya. Aku akan bawa dulu Rahadian ke kondominium ku Biar istirahat di sana keinginanku dan yang ada di dalam otakku hanya satu tidak mengenalkan Karina dulu pada Rahadian titik itu saja." ucap Radit terdengar begitu panik.


Radit tanpa bicara lagi langsung memutus telepon dan untungnya Erika juga cepat tanggap mau memikirkan apa yang seharusnya dilakukan.


Tak ada jalan lain Erika harus menemui Andhini saat ini juga memberitahukan semuanya dan berpikir bagaimana caranya tidak mengenalkan Karina sama Rahadi dulu sementara itu yang terpikirkan di hati mereka.


Karena supermarket yang lagi ditata dan akan segera dibuka hanya beberapa blok dari mini market yang sudah buka, sekarang Erika menitipkan minimarketnya pada satu pramuniaga yang sudah ada.


Bergegas Erika menemui Andhini dengan menaiki mobil ke blok yang di maksud. Otaknya penuh dengan kecemasan seperti permasalahannya sendiri.


Andhini heran melihat Erika datang dengan terburu-buru begitu, timbul dalam hatinya pikiran jelek yang paling dipikirkan saat ini adalah kesehatan Karina dan kehamilannya.


"Ada apa Rika?" tanya Andhini begitu cemas terlihat di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Lo memang benar-benar sudah pikun ya, apa karena sibuk atau terlalu banyak pikiran? ini nih masalahnya yang bikin gue blingsatan ponsel yang nggak lo bawa tadi masalahnya." sahut Erika sambil menyodorkan ponsel Andhini.


"Ya Ampun, gue masih belum sadar kalau ponsel gue ketinggalan. Ada apa memang yang penting? sebentar lagi gue ke sana kok." jawab Andhini malah tertawa renyah mengingat memang dirinya suka lalai dan lupa.


"Lo harus pura-pura terkejut pokoknya, soalnya suami lo Radit lagi menjemput adiknya Rahadian dia bikin kejutan, sekarang sudah ada di bandara dan lagi dijemput Radit."


Andhini melongo memang begitu terkejut luar biasa sama seperti Erika dan Radit menerima kehadiran Rahadian adalah suatu kejutan.


"Makanya sekarang kita pikirkan bagaimana caranya menyembunyikan Karina dari Rahadi apa Karina juga jangan di beritahu kalau adik Mas Radit datang?" ucap Erika sambil menatap wajah Andhini yang masih tegang.


"Sepertinya begitu Rika, Aku takut semua terbongkar sebelum waktunya, Aku takut kehadiran Rahadi mengacaukan semuanya," ujar Andhini penuh kecemasan bicara sambil bisik bisik.


"Jangan sampai Dhini, sebisa mungkin kita tutupi semuanya dengan berbagai cara kecuali kita kecolongan seperti saat ini baru kita pasrah pada keadaan. Antisipasinya jangan sampai Karina bertemu apalagi ngobrol sama adik ipar lo itu."


"Sekarang Mas Radit di mana ya?"


"Ssssst laki lo lagi jemput Adiknya, mending sekarang lo ke tempat minimarket yang ada Karina nya kamu bicara dari hati ke hati bicara segala kemungkinan dan antisipasinya sudah gue antar yuk."


Andhini tak menjawab lagi membereskan semua barangnya dan menyambar tas dan langsung keluar menuju mobil di susul Erika.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2