
"Ya Karina, apa kamu sudah sehat? bisa memberikan jawaban dan mengerti semuanya. Bisa mencerna semua permasalahan ini dengan sebaik-baiknya dan kamu cukup dewasa untuk menandatangani perjanjian ini karena Aku tidak akan menerima suatu pembatalan di tengah perjalanan," ujar Andhini di pagi hari saat habis sarapan, kebetulan hari minggu Bi Ummah tak masuk kerja.
"Baik Bu, Aku sehat lahir bathin dan cukup dewasa, juga mengerti akan sebuah tanggung jawab dan perjanjian hanya saja ada satu ganjalan dariku yang ingin disampaikan," jawab Karina pasti. Membuat Andhini melirik dan tersenyum.
"Boleh nggak apa-apa semua ganjalan itu kamu bisa utarakan sekarang karena Aku tidak mau ada ganjalan untuk kedepannya, ada pemaksaan dan lainnya. Semua harus atas dasar kesepakatan secara sadar dan semoga perjanjian ini bermanfaat untuk kita dan kedepannya tak ada masalah."
"Maaf Nyonya, juga Tuan. Yang membuat perjanjian ini adalah Nyonya sama Tuan sedangkan Aku hanya menandatangani saja jadi ingin ada sedikit kekuatan dari pihak Aku, Bagaimana kalau Aku mengajukan saksi dari pihak Aku? seandainya suatu saat menjalani semuanya dengan sukses biar ada ketenangan dan merasa tidak dirugikan dalam hal ini, jadi Aku menginginkan untuk lebih meyakinkan saja bahwa perjanjian ini benar adanya dan satu lagi untuk kenyamanan menjalaninya maaf sebelumnya Nyonya sama Tuan. Aku berani berbicara seperti ini karena ini juga akan menyangkut masa depanku
selanjutnya."
"Oke, Karina Aku mengerti kekhawatiran kamu.
Bagus Karina Aku sebut Kami hebat dalam mengambil keputusan berarti kamu belum pertimbangan dan penuh pemikiran bukan hanya sepintas saja lalu setuju dengan semua perjanjian. Begini Karina, ini adalah perjanjian rahasia di antara kita yang akan tahu hanya kamu Aku, Mas Radit dan teman saya Erika yang berada di Australia Aku tidak bisa menghadirkan saksi lebih banyak lagi tetapi untuk perjanjian awal tanda keseriusan Aku akan mentransfer uang satu miliar ke rekening kamu dan itu tidak bisa diambil lagi setelah kamu menandatangani kontrak pernikahan, dan rumah sebagai bonus kehamilan kamu akan di berikan saat kamu dinyatakan hamil apakah itu cukup adil buat kamu?"
Karina diam, mungkin lagi berpikir atau mungkin mengerti dengan semua yang Andhini diajukan.
"Saksi diantara kita hanya temanku Erika kamu bisa berkenalan nanti setelah datang di Australia, gimana?"
"Baiklah Nyonya, tapi mungkin Aku akan membaca dulu isi dari perjanjian yang akan Aku tanda tangani nanti," sela Karina perlahan.
__ADS_1
"Oh, harus itu! perjanjian dibuat itu untuk disepakati kedua belah pihak, jadi Aku akan membuat perjanjian yang tidak akan merugikan salah satu pihak termasuk kamu semua untuk masa depan kita, Aku mengabaikan segalanya untuk semua ini tanpa melibatkan keluargaku sekalipun. Nanti Aku akan perbarui kembali perjanjian yang sudah dibuat dan nanti kamu baca dulu sampai kamu bisa mengerti dari tiap kata yang diucapkan dalam perjanjian itu." Andhini kembali meyakinkan bahwa semua ini adalah serius adanya.
"Baik, Nyonya satu lagi mungkin Aku izin pulang dulu ke Panti menengok adik walaupun Aku tidak akan mengabarkan untuk pergi jauh, tetapi kepada Ibu Panti mungkin Aku harus berterus terang kalau untuk pergi jauh saja bukan untuk bicara masalah perjanjian."
"Aku izinkan, bahkan biarkan Aku yang akan antar dan yang bicara sama Ibu Panti karena untuk menambah kepercayaan Ibu Panti karena Kamu akan pergi begitu jauh Aku sebagai orang yang bertanggungjawab atas kamu. Walaupun kamu ingin merahasiakan semua ini dari adikmu jadi biar ada ketenangan di antara kita."
Karina mengangguk tanda setuju. Semakin menambah kepercayaannya pada Nyonya Andhini kalau semua akan baik-baik saja.
Kesepakatan baru telah tercapai semua tanpa kendala yang begitu berarti semua berjalan dengan lancar, hari ini Andhini akan mengantar Karina Menengok Adiknya di Panti sekalian pamitan.
Karina merasa sesak kenapa Nyonya Andhini begitu ingin dirinya menjadi madunya? benarkah keinginan seorang Andhini akan anak sebegitu rela?
Terngiang ucapan Nyonya Andhini saat datang ke kamarnya yang membuat Karina merasa malu sendiri.
'Rina, maaf apa kamu sampai saat ini masih suci? dalam arti belum tersentuh seorang laki-laki?'
Karina hanya mengangguk agak malu, memang sampai usia dewasa saat ini Karina boro-boro memikirkan pacaran atau berhubungan dekat dengan seorang laki-laki, memikirkan nasibnya juga memikirkan masa depan adiknya juga sudah begitu menyita pikiran dan kesehariannya. Berpacaran hanya menjadi satu angan-angan memiliki seorang kekasih dan suami sama sekali belum terpikirkan terkadang terlintas di dalam benaknya tapi karena segera menepisnya dengan menyadari keadaan dirinya.
Naluri dewasa memang selalu ada, mengkhayalkan sesuatu yang belum dirinya alami adalah hal yang menarik, tapi kini tiba-tiba dirinya akan menikah dengan seorang pria yang sudah beristri, kaya, tampan dan akan tinggal di Australia seperti apakah nanti kehidupannya?
__ADS_1
Yang menjadi madunya adalah majikannya sendiri, kadang Karina berpikir apa ini mimpi apa semua ini begitu sopan sebagai pekerja di perusahaannya, Apa aku ini telah menjadi seorang pelakor?
Karina menepis sendiri pikiran itu, semua Nyonya Andhini yang menginginkan Aku bukan datang sendiri dalam kehidupan rumah tangga Nyonya dan Tuan tetapi Aku yang diajak memasuki ruang kehidupan rumah tangga mereka."
Sempat terlintas di pikiran Karina membayangkan seorang Tuan Radit berada di sampingnya dan melakukan pergaulan sebagai seorang suami istri terkadang merinding juga Karina tapi begitu ingin mencobanya.
Tubuh yang belum tersentuh sedikitpun akan dirinya berikan pada seorang yang tak mencintainya, tapi membutuhkannya.
Hanya 6 bulan sudah itu kehidupanku akan biasa-biasa lagi Aku akan menata masa depan dengan modal yang ada aku akan membawa adikku Lila pada masa depan yang lebih baik walaupun yang Aku korbankan adalah diriku sendiri.
***
Seusai sarapan Karina masuk kamarnya menelisik wajahnya di depan cermin, sebentar lagi tubuhnya akan ada yang menyentuh, dirinya harus rela dan ikhlas walau Tuan Radit menikahinya bukan karena cinta tapi karena tuntutan keadaan.
Tak akan ada cinta diantara mereka dan Karina hanya jadi istri kontrak selama 6 bulan sudah itu lepas tanpa ikatan apa-apa lagi.
Karina faham posisinya seperti apa nanti walau hidupnya ada dalam Kendali majikannya tetapi dirinya bisa melakukan penawaran apapun apalagi setelah di kontrak dan terikat perjanjian mungkin dirinya bisa dapat mengambil keuntungan lebih dan lebih lagi.
Karina hanya akan memberitahukan pada Ibu Elyana kalau dirinya terpilih untuk ikut majikannya ke Australia bekerja seperti di sini.
__ADS_1
Pada Lila yang kemungkinan karena takkan pulang lebih lama dari waktu biasanya dirinya berkunjung ke Panti dan juga tetap akan mengirimkan uang sebagai biaya hidup dan sedikit sumbang sih bagi Panti juga akan memberi khabar yang sangat di tunggu Lila nantinya.