
"Vira, Aku nggak ngerti dengan masalah rumah tangga Kakakku, Kak Radit sama Kak Andhini. Aku pikir semua baik-baik saja tetapi mungkin dalam sebuah rumah tangga mustahil kalau tanpa masalah, dan semalam Aku menyaksikan sendiri kelihatan lagi ada masalah di rumah tangga Kakakku," ucap Rahadian pada Vira sambil ikut membereskan barang barang dan menatanya sesuai klasifikasinya.
"Mending Mas Rahadian nggak usah tahu deh masalah orang lain, maksudnya masalah rumah tangga Kakaknya kemungkinan itu masalah biasa saja, sesuatu yang mungkin hanya sepele penambah keharmonisan dan romantisnya sebuah hubungan," sahut Vira dengan pendapatnya.
"Tapi Aku telah salah Vira, telah menganggap rumah tangga Kakakku adalah contoh terbaik, tetapi pada kenyataannya semalam Kak Radit tidak pulang dan Kak Andhini menangis didalam kamarnya, makanan tak tersentuh sedikitpun sampai pagi dan puncaknya tadi pagi Kak Radit datang pulang mendapatkan Kak Andhini sudah tidak ada di tempat hunian mereka. Aku aja yang tidur di sofa tak tahu kapan Kak Andhini perginya, Aku rasa itu bukan masalah sepele Vira." Rahadian memberikan sedikit gambaran tentang apa yang dilihatnya.
"Memang kelihatannya mereka sangat harmonis serasi banget, Aku juga begitu mengidolakan pasangan itu tapi semoga saja mereka cepat kembali akur dan hanya percecokan rumah tangga biasa saja," jawab Vira dengan harapan terbaiknya.
"Aku jadi pengen tahu masalahnya Vira, bukan untuk ikut campur tapi sebenarnya apa penyebab permasalahan mereka karena Aku belum pernah melihat permasalahan yang serius di antara mereka entah Aku juga jarang bersama-sama mereka, tetapi Aku yakin mereka nikah atas dasar saling cinta dan saling sayang yang luar biasa."
"Wow, romantis banget kedengarannya Mas?"
"Iya Vira, terkadang Aku juga cemburu dan iri melihat keharmonisan mereka makanya sekarang ada masalah seperti ini Aku merasa tidak percaya," jawab Radit seakan semua akan tetap seperti dulu.
"Soal teman baru kita Karina juga Mas Rahadian masih tertarik untuk mencari tahu? yang kata Mas Rahadian seperti ada misteri gitu, sekarang tambah masalah Kakaknya sudah aja mas Rahadian membuka diri untuk menjadi spionase atau mata-mata yang bisa memecahkan dan menemukan permasalahan orang lain seperti detektif gitu? hehehe ...."
"Hus! Kamu ini apaan? Aku hanya ingin menjadi penengah di antara semua orang yang konflik, semua orang yang bermasalah ingin mencarikan jalan keluarnya seandainya Aku bisa tapi sekiranya malah memperumit memperkeruh suasana Aku tidak mau cuman ini tertantang masalah Kakakku sendiri dan Karina temanku sendiri walaupun baru beberapa hari ini Aku kenal." Niat yang jujur dari Rahadian, juga niat yang baik.
"Terserah Mas Rahadian aja deh, Aku nggak ikut-ikutan pokoknya, semua tanggung sendiri risikonya ya." ujar Vira sambil tersenyum.
"Bantu Aku dong kayaknya asyik kalau kita jalan bareng." Ucapan Rahadian membuat muka Vira merona.
"Oke, Aku hanya bercanda tadi Mas, sepertinya Aku bukan teman yang baik kalau tak membantu." ucap Vira meralat ucapannya dan bersedia diajak Rahadian dalam mengikuti keinginannya,
"Makasih Vira, Aku sudah mengira kalau kamu bisa diajak kerjasama."
__ADS_1
Vira hanya tersenyum, siapa yang bisa menolak pesona Rahadian? seorang kaya tampan sangat perduli, dan perhatian apalagi tujuannya baik kenapa tidak dirinya mendukung hanya sekedar menemani, memberi saran sebagai seorang teman.
"Soal Karina Aku hanya takut dia seperti gadis yang hanya tinggal di kondominium tetapi menggunakan ponselnya sebagai media membuka diri pada dunia luar dan mengundang seseorang untuk transaksi sesuatu yang ilegal, baik itu *** atau perdagangan barang ilegal lainnya hanya seperti itu tapi ini juga bukan tuduhan hanya ketakutan ku saja. Aku merasa bertanggung jawab sebagai seseorang yang berasal dari satu negara yang sama," ujar Rahadian menyampaikan pandangannya.
"Iya, Aku juga mengerti Mas. Ya sudah Aku total belanjaan pelanggan dulu ya!"
"Eh Vira, nanti dulu! langkah pertama Aku pengen tahu tempat hunian Karina karena tinggal satu lantai dengan Kakakku cuma beda lorong aja, Suatu hari Aku akan mengikutinya."
"Ya sudah, lakukan apa yang menjadi keyakinan Mas, tapi saran ku hati hati aja!"
Vira meninggalkan deretan rak pajangan menuju meja kasir karena ada beberapa orang yang selesai belanja, Rahadian ingin sekali keluar atau ke supermarket yang besok mau di buka sekedar bertanya dan ngobrol sama Erika sebagai teman Kakak iparnya Andhini, tapi Radit menugaskan dirinya tinggal di mini market ini sama Vira.
Erika pasti sedikit banyak tahu permasalahan Kakaknya, tapi kapan waktunya bisa bertemu?
"Rahadian! ikut Kakak ke belakang!" satu suara agak berat mengagetkannya.
Rahadian menguntitnya tanpa berkata apa-apa.
Tanpa di komando mereka duduk di sofa.
"Apa yang Andhini katakan semalam?" tanya Radit kembali pada Rahadian.
"Nggak bilang apa-apa, seperti yang pernah Aku sampaikan pada Kakak kalau Kak Radit lagi angkut barang dari kantor ekspor-impor paling nginap di situ, terus Aku pinjam laptop mau simpan data foto sementara sebelum Aku beli flashdisk baru." Rahadian bicara sambil menatap wajah Kakaknya.
"Apa Andhini tak bilang mau pergi ke mana?"
__ADS_1
"Tidak, bahkan keluarnya jam berapa Aku tidak tahu."
"Ya sudah, sekarang Aku mau cari dia dulu kamu standby di sini saja, jangan ke mana-mana." tutur Radit seperti memberi perintah.
"Kak Andhini sampai sekarang belum ada kabar berada di mana?" tanya Rahadian lagi.
"Iya, bolak balik Aku tanya Erika sampai siang belum juga dapat kabar." jawab Radit sambil berdiri tak mau menjelaskan kenapa masalahnya.
Radit berjalan keluar lagi diikuti pandangan Rahadian yang semakin curiga Kakaknya yang bermasalah.
Radit menaiki mobilnya dan pergi entah ke mana.
Rahadian bicara sama Vira lalu ke luar juga berjalan ke arah kondominium Kakaknya entah untuk apa.
Rahadian melewati satu gerai makanan yang waktu pagi dirinya di bohongi Karina, katanya mau tunggu tapi pas Rahadian dengan terburu-buru datang mau menemuinya mau sarapan bareng Karina sudah pulang tak menunggunya, jelas menimbulkan kecurigaan.ada apa? apa mendadak sakit?
Sementara itu jadi kesempatan bagi Rahadian untuk mengunjunginya dan bertanya kini, walau Karina bilang sudah menikah tapi Rahadian bukan untuk ikut campur urusan rumah tangganya.
Benar adanya semua jadi kesempatan, kalau Karina menunggunya tadi pagi tak punya kesempatan untuk bertanya dan mengunjunginya siang ini.
Rahadian yakin Karina ada di tempat huniannya, hanya waktu lapar Dia keluar cari makan.
Kali ini kesempatan Aku datang bawa sedikit makanan kering, siapa tahu dia belum makan, mungkin bisa ngobrol di balkon depan atau di tempat terbuka lainnya.
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️