Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Mulai tak cocok


__ADS_3

"Aku merasa tidak setuju Rina kalau kamu mau pergi menemui Nyonya Andhini dengan membawa Anakmu, kalau Kamu mau menemui Nyonya Andhini dan menengok mantan suamimu jangan bawa Anakmu kasihan masih Bayi sering sakit sakitan begitu apalagi ini masih musim dingin, pergilah cari kepastian percayakan Anakmu padaku," ucap Ros saat Karina mengemukakan keinginannya untuk menemui Nyonya Andhini dan Karina ingin menyelesaikan semuanya, dan yang terpenting ingin segera tahu kabar Adiknya yang katanya lagi sakit.


Keputusan Andhini seperti masih di ombang ambing dengan kegalauan dan keraguan. Hatinya tambah gelisah akan seperti apa nasibnya nanti.


"Kak Ros apa tidak lebih baik kalau kita sama-sama pulang Aku lelah, Aku capek, Aku ingin mengakhiri semuanya terlalu lama menunggu bukan sesuatu hal yang baik bagi kita persediaan bekal kita sudah semakin menipis pakai sewa tempat tinggal, biaya kehidupan sehari-hari juga susu Anakku Aku mengalah demi kebaikan semuanya apalagi sekarang Mas Radit berada di rumah sakit yang entah sampai kapan sembuhnya, jadi otomatis kita hanya bisa menghubungi Nyonya Andhini dengan Mas Rai ataupun dengan Bu Erika," tutur Karina, kelihatan raut muka juga suasana hatinya lagi mendung dan muram tak ceria seperti sebelumnya, mungkin karena ada kabar Adiknya kurang sehat atau apa.


"Apa kamu yakin melepas kesempatan mempertahankan Anakmu sendiri Rina? menurutku jangan putus asa dulu perasaan tinggal selangkah lagi uang segitu bagi mereka mungkin tidak ada apa-apanya tetapi bagi kita orang kecil coba pertahankan dulu apa yang menjadi rencana kita sejak awal," jawab Ros merasa yakin dengan semua rencananya.


Karina diam pikirannya buntu entahlah apa yang sebaiknya dirinya ambil mengikuti saran Kak Ros terus atau mengikuti kata hatinya yang sudah capek dan lelah dan mengikuti penyesalan yang ada dalam hatinya kenapa semua perjanjian ini tidak dirinya jalani dengan baik-baik saja, mungkin di akhir masa-masa perjanjian ini selesai dirinya akan lebih bisa menerima dan tenang juga bisa segera bertemu dengan adiknya.


Begitu banyak yang menjadi pertimbangan Karina terutama perasaan bersalah kepada Nyonya Andhini karena dirinya telah mengingkari dengan jelas perjanjian yang telah dijanjikan yang telah dirinya sepakati sejak awal tapi setelah dirinya melahirkan mulai berubah dan akhirnya pergi dari rumah sakit tanpa izin hanya untuk mempertahankan apa yang direncanakan dengan Ros padahal semua itu ternyata tidak berjalan seperti apa yang diharapkan, semua tak semudah membalikkan tangan sama begitu alot dan lama mungkin juga Nyonya Andhini dan Tuan Radit telah mengabaikan dirinya kini.


Malah semakin ke sini Karina semakin banyak berpikir tentang kesalahan kepada keluarga satu-satunya yaitu Adiknya Lila yang di tinggalkan dengan kebohongan dengan dalih kalau Karina pergi ke kota untuk bekerja mencari kehidupan yang lebih baik bukan pergi ke luar negeri menjadi istri majikannya, Memang lama tidak mengabari mungkin selama hampir setahun berada di sini hanya satu kali saja Karina menelepon, dan itu juga dulu Karina sudah tidak ingat lagi waktunya kapan.

__ADS_1


Keinginan dan ambisinya memang dirasa Karina terlalu berlebihan tetapi mengingat keluarganya Nyonya Andhini yang begitu kaya raya begitu mudah bagi mereka untuk nilai uang segitu, setiap saat dirinya menyesal setiap saat itu pula timbul juga keinginannya untuk merubah nasibnya lebih baik dengan mengagunkan Anaknya sendiri.


"Sebaiknya Aku bagaimana Kak Ros? Aku menjadi bingung seandainya keinginan kita yang diajukan tidak mendapat sambutan dari Nyonya Andhini dan mereka malah mengabaikan akan seperti apa nasib kita?" ucap Karina seperti kebingungan dengan nasib selanjutnya.


"Itu yang tidak mungkin Karina, karena Anak bayi yang bersama kita adalah Anak suamimu bagian dari keluarga itu. Masa mereka menelantarkan Anaknya sendiri?" Ros membesarkan hati Karina. Semakin pusing saja rasanya Karina dalam dilema perasaannya.


Rasa malu pada Nyonya Andhini dengan tuntutannya tak ingin di cerai akhirnya di talak juga, karena memang itu sudah jadi kesepakatan mereka di awal.


"Kamu kan masih menyimpan uang di rekening di Indonesia, pakai saja dulu itu biar Aku yang mengurus ke bank atau ke Money changer, nanti juga kalau semua sudah cair itu semua jadi milik Kamu lagi, nggak apa-apa kita sekarang berkorban mengeluarkan sedikit biaya tetapi saat kita nanti sudah berhasil Kamu sendiri yang akan menikmatinya," jawab Ros begitu menggampangkan masalah soal keuangan.


"Tidak Kak Ros! uang itu sudah di alokasikan untuk masa depanku tidak akan Aku ganggu gugat Aku merasa sepertinya kita akan gagal dan negosiasi mendapatkan empat kali lipat kompensasi awal pada Nyonya Andhini," sahut Karina terlanjur banyak cerita tentang hal sensitif apapun pada Ros termasuk uang yang sudah di transfer Nyonya Andhini diawal pernikahan dirinya dengan suaminya Mas Radit membuat hatinya juga merasa khawatir dengan keadaan dirinya juga Bayi nya.


"Itu terserah kamu kalau memang sudah tidak menerima saran dari Aku, Apapun pilihanmu dan terbaik menurut Kamu Rina silahkan saja, tapi Aku ingatkan sekali lagi bekas operasi di perut bagian bawah Kamu akan selalu mengingatkan kamu jika semua tidak sesuai dengan harapanmu, dan semua akan jadi uneg-uneg yang terus menjadi ambisimu dan selalu diingat, tapi jika semua terpenuhi itu akan menjadi obat saat kamu mengingatnya," ujar Ros sedikit memberikan masukan dan menciptakan hati Karina gamang galau dan meragu.

__ADS_1


"Maaf Kak Ros, bukan Aku tidak menerima saran tetapi itu hanya pendapatku dan perlu dipikirkan bersama, mengingat semua jangan kita abaikan kesulitan kita saat ini, kalau harus memakai uang di rekeningku Aku tidak mau, itu untuk rencana masa depan yang sudah di peruntukan, apalagi kini karena Aku menuntut tak di cerai juga menuntut kompensasi 4 kali lipat dan menahan Bayiku untuk segera diurus dan di asuh Nyonya Andhini akhirnya hilang kesempatanku memiliki bonus rumah dan kendaraan, Aku memang serakah tak sesuai menjalankan perjanjian yang sesungguhnya, mungkin Nyonya Andhini malah sudah balik membenciku," tutur Karina sambil terpekur menatap jauh entah ke mana pikirannya melayang.


"Pokoknya Aku nggak mau gagal Rina, semua telah mengambil banyak waktuku, apapun caranya semua harus sukses," jawab Ros seakan dirinya yang punya peranan dalam permasalahan ini.


"Bulan sekarang aja gaji Kak Ros belum dibayarkan dan itu adalah kewajiban Mas Radit, Aku bukan orang yang pelit kalau masih ada uang buat Aku sembunyikan semua untuk kepentingan bersama tapi kini uang yang Aku dapatkan sebagai gaji tinggal di sini sudah semakin menipis dipakai kehidupan kita sehari-hari dan biaya lainnya. Masa depanku dengan Adikku harus berubah itu tujuanku sampai Aku menempuh jalan seperti ini, kalau nasibku tak beruntung saat melahirkan kemarin Aku sudah mau wasiatkan uang itu untuk masa depan adikku."


Ros diam, mungkin berpikir lagi apa yang harus di lakukannya.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️


__ADS_1


__ADS_2