
"Erika, sepertinya permasalahan rumah tanggaku semakin meruncing saja, Aku meminta pendapatmu pokoknya, yang Aku pikirkan sekarang adalah kehamilanku nggak perduli apapun, kalaupun Aku harus bercerai dengan Mas Radit itu semua akan Aku ambil jika itu yang terbaik buat Mas Radit dan Aku," ucap Andhini saat mereka ada di kantor.
Erika menatap Andhini dengan kening mengkerut, baru kemarin Erika melihat Andini di antar kontrol sama Mas Radit tapi kenapa hari ini Andhini begitu tiba-tiba memberikan pernyataan seperti itu?
"Ada apalagi memangnya? bukankah semua sudah selesai? Kamu itu lagi hamil jangan malah membicarakan tentang perceraian ada apa sih? sebentar lagi Karina melahirkan sabar mungkin kurang dari sebulan lagi tolong di tahan semua selesai setelah itu," jawab Erika merasa tak mengerti semuanya apa yang di ucapkan Andhini barusan.
"Aku kelewat pusing menghadapai Mas Radit Rika, Mas Radit memang kemarin mengantarku kontrol tapi tetap menuduhku berselingkuh dan meragukan Anak ini yang ada dalam kandunganku adalah bukan anak biologisnya! Kejadian di pusat perbelanjaan itu mungkin terus mengganggunya, menurut Mas Radit selama Aku sama dia pisah ranjang katanya Aku memanfaatkan kesempatan itu bersama dr Fadli, gila nggak?" ucap Andhini.
"Gila! sadis juga tuduhannya. Lo kenapa tak bisa menjelaskan kalau selama itu lo tidur di kantor sini? Gue juga perlu kejujuran lo jadinya Dhini. Pokoknya jujur biar gue nggak tanggung membela lo seandainya benar lo merasa tak bersalah! tar gue jejalkan suami lo bagaimana memahami dan bersikap pada istri yang lagi hamil," ujar Erika malah seperti meminta terbuka atas semua persoalan yang ada diantara Andhini dan suaminya.
"Astagfirullah jadi lo juga meragukan gue? Erika lo kenal gue sejak kapan? gini hari gue masih bisa bohong di hadapan lo? masa gue sebodoh itu? yang gue perjuangkan sampai gue rela seperti ini demi rumah tangga gue, bahkan gue sudah menyatakan siap test DNA saat anak gue nanti lahir! itu demi menepis semua keraguan suami gue, lo masih tidak percaya? bagi gue dr Fadli hanya seorang teman titik, masalah Dia suka sama gue itu urusannya!" Andhini akhirnya setengah emosi mengungkapkan kekesalan hatinya.
"Lo jangan marah, gue hanya tanya kejujuran lo, kalau begitu gue bisa marah yang sebenarnya sama suami lo nanti, takutnya lo benar saja waktu pisah ranjang main hati sama tuh dokter ganteng!" jawab Erika meyakinkan Andhini kalau dirinya berani kalau merasa benar sama hal apapun.
__ADS_1
"Gue memang dekat sama dokter itu Rika, tapi tak sampai sejauh itu, itu juga tetap gue merasa bersalah, karena gue seperti memberi harapan, di tengah kegelisahan gue saat itu, gue memang butuh sandaran seseorang untuk bicara tidak semua gue bisa bicarakan sama lo, gue butuh teman sekedar buat ngobrol dan dokter itu yang datang memberi ruang. Lo pulang ada suami ada Anak sedangkan gue dalam keadaan seperti itu mungkin lo bisa maklum," Andhini bela diri dengan kejujuran di depan Erika.
Erika tersenyum tahu Andhini tak akan bohong bahkan pernah meledeknya karena waktu itu datang mungkin habis bertemu dr Fadli dengan mengigit bibirnya membuat Erika curiga sepertinya itu yang diucapkan Andhini merasa bersalah.
Walaupun tetap salah tapi Andhini mengaku juga kalau sedikit pelukan dan ciuman jujur gue langgar, karena kesal sma suaminya, itu juga Andhini merasa bersalah banget dan takut keterlanjuran hingga sampai kantor supermarket nya Andhini tetap menggigit bibirnya sendiri.
Kedekatan mereka membuat tahu sama tahu luar dalam, kejujuran dan keterbukaan juga saling percaya dalam hal pribadi dan kerja diantara keduanya membuat persahabatan mereka semakin menjadi seperti saudara saja.
"Gue percaya Nona, suami lo tetap yang utama, gue hanya ingin tahu kejujuran lo saja, sedikit menyelidik takut kedekatan yang bablas menurut pikiran gue, makanya waktu itu gue pernah bilang sama lo kenapa selera lo tetap Indonesia nggak mau coba bule? gue maklum lo cantik siapapun tak akan menolak dekat sama lo, lagian mau brondong bule juga lo punya banyak duit bukan masalah sebenarnya," sahut Erika sedikit bercanda sama Andhini yang mukanya lagi kusut kayak kertas buram.
"Jadi mau lo sekarang gimana?" tanya Erika.
"Gue akan mengabari orangtua dan mertua dulu di Indonesia kalau gue hamil beneran bukan hamil pura-pura. Lalu memberikan pilihan pada Mas Radit maunya seperti apa sehabis Karina melahirkan soalnya kemarin Mas Radit minta tambahan waktu barang satu bulan habis Karina melahirkan," jawab Andhini seperti semuanya begitu mudah di jalani tapi ternyata begitu rumit pada kenyataannya.
__ADS_1
"Oh, alah sudah terlihat suami lo begitu berubahnya, di beri hati minta jantung Dhini, gue juga jadi kesal dan marah mendengarnya, tahu enak pasti nggak mau melepaskan itu harus di beri pelajaran Dhini walau itu suami kita!"
Begitulah Rika, siapa yang tak marah semua ini atas kesepakatan bersama tapi kenapa semua berubah? gue dari kemarin banyak mengalah soal waktu biarkanlah gerak bahagia gue adalah saat karena hamil tapi sekarang gue juga hamil sebenarnya gue udah nggak peduli lagi dengan perjanjian itu tetap hanya konsekuensi saja masalah nanti karena menyerahkan anaknya pada gue tetap itu adalah menjadi kewajiban gue mengasuhnya, tapi kalau di manfaatkan sama Karina biar bisa dekat sama Mas Radit itu tak ada di kamus hidup gue mending semua berakhir, rasanya sekarang juga sudah nggak sabar ingin cepat memisahkan mereka," jawab Andhini sambil memainkan ballpoint di tangannya.
"Sekarang gini aja, tapi ini hanya saran pribadi gue, lo jangan terlalu cepat mengambil keputusan, selesaikan saja dulu perjanjian itu sampai Si Karina melahirkan, lihat seperti apa sikapnya nanti apa dia setia pada perjanjian itu? apa ada rencana lain yang akan berubah dari dia? kelihatan mendengar cerita suami lo yang banyak tingkah sepertinya mereka punya rencana lain," ucap Erika. Andhini bisa memahami dan menyetujuinya.
"Sekarang bersikaplah biasa Dhini," ucap Erika mengusap lengan sahabatnya.
"Tapi Mas Radit tak mau menyentuhku Rika, sejak tahu Aku hamil dan langsung meragukan kehamilanku ini," sahut Andhini kelihatan diam.
"Ya ampun Dhini? segitunya tuh orang mentang-mentang punya istri dua bisa ada cadangan. Benar-benar harus gue marahin ya! ganteng sih ganteng dan gagah tapi kelakuannya menyebalkan!" Erika seperti marah banget pada Radit mendengar cerita Andhini yang yak di perkirakan semua akan seperti ini.
******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️