
Merinding Erika mendengar semua rencana Andhini sahabatnya, apakah rumah tangga Andhini sudah begitu kritis tanpa kehadiran seorang anak?
Apa semua ini berawal dari tekanan kedua orang tua mereka dan juga mertuanya? karena anak dalam kerajaan bisnis Suryadilaga dan keluarga besar Subrata adalah sesuatu penerus yang wajib ada, kalau memang seperti itu betapa tersiksanya Andhini.
Dalam kenyataan yang dilihat sepintas betapa enak dan nikmatnya menjadi seorang pewaris kerajaan bisnis seperti Andhini juga Raditya bisa memiliki apapun bisa melakukan apapun tetapi pada hakekatnya Andhini tidak bahagia dengan kehidupannya yang sekarang, seperti itulah mungkin ketidaksempurnaan seorang manusia, karena kebanyakan dari kita-kita hanya melihat dari sisi luarnya saja tanpa melihat permasalahan yang ada di dalamnya.
Apa yang tidak bisa dimiliki Andhini? apa yang tidak bisa dicapai oleh seorang anak ahli waris keluarga Surya grup?
Dalam hal materi dan kebahagiaan mungkin nomor satu adalah Andhini, tetapi tidak ada yang bisa memastikan dan menjamin masa depan Andhini punya keturunan atau tidak, itu adalah hak prerogatif Yang Maha Kuasa untuk memberi atau tidak pada seseorang sebagai ujian di dalam hidupnya.
Tak Ada yang bisa Erika lakukan selain melihat dulu permasalahan dan skenario yang akan dibangun untuk menciptakan kebohongan besar kepada keluarga besar sahabatnya, jelas ini kebohongan yang suatu saat terungkap entah akan seperti apa. Erika tak akan sanggup untuk membayangkannya.
Erika hanya bisa berharap apa yang menjadi keinginan sahabatnya itu bualan belaka, semoga Andhini hanya omong kosong doang tidak datang dari hatinya, berniat merelakan suaminya untuk memiliki seorang istri siri yang akan dikontrak selama 6 bulan.
Pernyataan Andhini telah di rencanakan dengan matang semuanya, mendengar dari semua ucapan-ucapannya, Andhini memang bukan orang yang bodoh terlalu pintar dalam hal apapun dibanding dirinya. Erika tau persis itu, tapi untuk menjalankan skenario yang begitu besar seakan Erika meragukan kesiapan Andhini sendiri.
Usaha yang dirintis semakin maju tidak membuat bahagia Andini dalam penantiannya dalam kesibukannya dalam kesehariannya tak ada lagi yang diinginkan selain bisa menimbang seorang anak yang akan disayanginya seperti anaknya sendiri walaupun tidak datang dari rahimnya.
__ADS_1
"Dhini, gue pengen lo memikirkan sekali lagi rencana gila lo itu! gue tidak akan menyetujuinya atau mengiyakan sebelum lo berpikir ulang. Gue kasih waktu seminggu kalau lo tetap pada pendirian loh gue akan dukung, tapi kalau dalam waktu seminggu lo berubah pikiran itu yang gue harapkan."
"Oke, janji dengan semua ucapan yang lo janjikan, kalau lo akan mendukung gue."
"Astaghfirullahaladzim, Dhini bersabarlah mungkin belum saatnya, coba deh lo program bayi tabung lagi di sini, gue antar setiap waktu juga, asal jangan rencana yang itu."
"Gue sudah beberapa kali mencoba program itu, tapi hasilnya selalu kecewa dan kecewa gue tak mau kecewa lagi sudahlah Erika, jangan terus memotivasi gue, gue tahu niat lo baik tapi ada saatnya gue juga ingin mencoba sesuatu yang ekstrem dengan tantangan ini, gue jadikan ini adalah satu challenge luar biasa, gue hanya butuh waktu seminggu berpikir, lalu lo bantu gue bagaimana cara meyakinkan Mas Radit dan membujuknya agar ia bisa menikah lagi dengan wanita pilihan gue." Tegas dengan keinginannya Andini, begitu kukuh pada keinginannya seakan semua sudah begitu rapi akan menjadi satu cerita sebuah buku novel ciptaannya.
"Boleh gue tahu siapa cewek yang lo bilang sudah 90% kalau lo tawarkan rencana lo ini dia akan terima? siapa dia? dari mana asalnya? apa dia keturunan baik-baik? jangan lupakan semua itu lo harus tahu asal usul orang tua yang akan anaknya lo angkat anak."
"Gue sudah mempelajarinya jauh-jauh hari sebelum gue datang ke Australia ini, gue tempatkan cewek baik-baik itu di perusahaan gue yang suatu saat dengan alasan gue butuhkan di Australia akan gue jemput, kapanpun gue ingin tahu kabarnya sekarang juga bisa video call kalau lo pengen tahu" tutur Andhini begitu serius dalam ucapannya.
"Lo yang harus cari ide kata-kata gue untuk meyakinkan Mas Radit, itu tugas lo! selain gue juga berpikir sendiri bagaimana cara menyampaikannya dengan baik tanpa menyinggung perasaannya," sela Andhini seakan memberi tugas awal yang begitu berat pada sahabatnya Erika.
Erika begitu berdenyut sakit kepala langsung, mendengar semua penuturan, keinginan harapan, skenario dan rencana sahabatnya yang satu ini.
Betapa tidak dalam penantiannya, dalam diamnya, dalam keharmonisan rumah tangga yang adem ayem tetapi tanpa kehadiran anak Andhini sanggup merencanakan semuanya hanya berasal dari kata-kata yang diucapkan secara bercanda dari dirinya.
__ADS_1
Bagai memakan buah simalakama bagi Erika menyetujuinya artinya dirinya terlibat langsung dalam satu kebohongan besar yang Andhini ciptakan bersama Raditya dan satu perempuan yang akan menjadi objeknya nanti.
Kalau tak menyetujuinya dari awal juga dirinya sudah terlibat permasalahan ini jadi mau tidak mau suka tidak suka dirinya tetap terus mendukung dengan mencari solusi untuk memuluskan semua rencana Andhini.
Satu harapan Erika semoga Mas Radit bisa menerima semuanya dan tidak malah menjadi pertikaian di antara mereka.
"Deal, lo setuju aja Rika, nunggu seminggu juga pendirian gue akan tetap seperti rencana semula biar nggak terlalu bertele-tele. Jadi, lo tinggal mencari solusi untuk bisa meyakinkan Mas Radit baiknya gue ngomong seperti apa?" tutur Andhini tetap pada keinginannya.
"Gue tetap minta lo berpikir satu minggu kedepan karena gue juga perlu berpikir dan bicara dulu sama laki gue Tommy, juga yang pasti gue minta pertimbangannya biasanya saran dari dia terkadang begitu jauh dari yang gue pikirkan."
"Oke gue mengerti, tinggal mengatur kapan gue bicara hati ke hati sama Mas Radit." jawab Andhini datar.
Erika baru tahu sahabat dekatnya Andhini kali ini begitu serius dalam sebuah rencana yang akan melibatkan dirinya.
Sungguh Erika tak melihat kecurangan di mata Mas Radit yang begitu mencintai Andhini. Cintanya hanya untuk Andhini, tak pernah mereka bertengkar sejak pacaran, hingga akhirnya menikah dan sampai sekarang tak ada permasalahan serius di antara keduanya mungkin akhir-akhir ini hanya masalah Andhini yang menginginkan anak.
Erika meragukan semua rencana Andhini akan berhasil, pasti ada saja hambatan. Mungkin terjadi penolakan yang menghambat kelancaran skenario yang di buat Andhini. Mungkin Mas Radit sendiri atau di perempuan yang akan dinikahai secara siri itu.
__ADS_1
******