
"Aku sudah menduganya sikap Andhini pasti begitu, bahkan apa yang disampaikan dari kemarin-kemarin Dia sangat menyesal dengan semua kejadian ini, tetapi semua bukan untuk disesali hanya menjadi pelajaran bagi hidupnya dan kalau memungkinkan bagi siapapun jangan sampai melakukan hal seperti yang dirinya pilih mungkin itu semua karena penyesalannya terlalu dalam. Andhini merasa bertanggungjawab untuk menyelesaikan semua itu selama ini Andhini begitu menekan perasaannya sendiri bersikap baik terhadap Karina dan Mas Radit sendiri walaupun selama ini begitu merasa tersisihkan oleh kelakuan Mas Radit yang begitu mengabaikan di saat-saat awal kehamilan MB ya, seorang Istri mana bisa tega melihat suami yang dicintainya bersama orang lain tetapi Andhini telah sanggup melewatinya demi seorang Anak impian dan sebuah harapan keutuhan rumahtangganya." ucap Erika seperti ingin mengungkapkan perasaannya di depan Radit.
"Benar itu Bu Erika, selama ini Kak Andhini jujur bukan hanya kepada orang yang dituduhkan Mas Radit berselingkuh dengan dokter itu Kak Andhini memang lagi begitu butuh sandaran saat suaminya tak ada di sisinya, Dia dekat kepadaku juga dia begitu dekat dengan dokter itu, sehingga menimbulkan kecemburuan Mas Radit sendiri walaupun sendirinya saat itu sedang enak-enak bersama
istri mudanya," ucap Rahadian begitu tanpa tedeng aling-aling bicara menimpali Radit dan Erika.
"Aku menyadarinya Rai, semua Aku akan menebusnya dengan lebih memperhatikan Andhini yang sekarang lagi hamil, juga menyelesaikan masalah ini secepatnya," ucap Radit seperti ada sesal dari nada bicaranya.
"Masih begitu beruntung Kak Radit bisa dimaafkan Kak Andhini kalau semua tidak ada kata maaf dan semua sampai kepada orang tua kita Aku yakin Kak Radit yang akan rugi, lihat saja Bapak begitu tegasnya juga begitu menyayangi Kak Andhini dan Kak Andhini adalah Anak kesayangan sahabatnya juga partner bisnis keluarga kita, jadi bisa dibayangkan bagaimana mukanya Bapak?" Rai bicara seakan mengungkap kenyataan yang sebenar-benarnya kalau pernikahan Kakaknya sama Kak Andhini benar-benar harus dijaga.
"Iya Rai, itu semua kebodohanku, kini Aku bingung bagaimana menemui Karina, Andhini sudah mendengar sendiri keinginan Karina yang tak ingin Aku cerai dan itu tadi yang membuat Andhini bertambah gusar dan marah.
"Karina langsung menutup ponselnya saat tahu Andhini yang menjawab pembicaraannya mungkin juga Karina marah padaku tapi itu juga salahnya, Kenapa tidak bertanya dulu dari awal kalau Aku lagi bersama Andhini jelas teleponnya saat ditunggu Kami."
"Tapi ponselnya hidup?" tanya Rai. Kelihatan mulai berpikir cara merayu Karina.
"Kadang-kadang, tapi lebih banyak di matikan dan tidak aktif mungkin sekali kali diperlukan baru di hidupkan."
"Tulis saja pesan, bilang kalau ini benar Kak Radit tanpa Kak Andhini hanya untuk mancing saja, nanti pasti di baca dan kita hubungi langsung, rayu sedemikian rupa keluarkan bisanya Kak Radit bagaimana caranya biar Karina luluh walau itu rayuan palsu Kak Radit yang membuat Karina nempel sehingga Karina bisa masuk ke perangkap kita mau pulang dan menyelesaikan semua masalahnya," ucap Rai penuh taktik dan teknik yang masuk akal walau kelihatannya konyol.
"Tapi Aku sudah menyatakan dan menjatuhkan kata cerai apa Aku masih bisa merayu dia dan kata-kata manis bilang itu adalah suatu kebohongan?" ucap Radit seperti menyalahkan keputusannya.
__ADS_1
"Perasaan itu wajar bukan membatalkan kata talak, berbohong bisa saja tapi kan demi kebaikan. Pokoknya bagaimana caranya saat Mas Radit bisa bicara dengan Karina jemput dia bicara dari hati ke hati kita bertemu berdua, padahal nanti akan diajak ke sini harus bisa seperti itu kalau bisa sekalian sama temannya itu," ucap Rai
"Baiklah Aku tulis pesan sekarang siapa tahu cepat di baca dan menghubungiku," ucap Radit sambil merogoh ponsel di saku celananya.
'Rina Sayang, Aku lagi di minimarket sendiri tolong hubungi Aku, kita bicara dari hati ke hati'
Radit selesai menulis pesan dan langsung di kirim.
"Apa rancana Mas Radit selanjutnya setelah ada Karina di hadapan Mas Radit sama Andhini?" tanya Erika lagi, berdua bersama Rai menatap Radit seakan ingin mendengar kejujuran dari Radit sendiri.
"Aku hanya akan menjatuhkan talak, dan menolaknya tetap menikahi meminta penyelesaian dan Bayinya jadi milik Kami, itu saja seperti tujuan awal saja," jawab Radit pasti.
"Kak, coba lihat apa sudah terkirim?" tanya Rai memandang Kakaknya yang kelihatan begitu kusut akhir-akhir ini.
"Sudah Rai gimana ya? Aku langsung saja telephon ya?"
"Silahkan saja Kak, bicara yang baik dan kalau bisa video call!" ucap Rai seperti memberi saran.
"Jangan video call Rai nanti Dia melihat background di sini jadi seperti Mas Radit ketahuan berbohongnya."
"Ya sudah, langsung saja telephon mumpung online."
__ADS_1
Tanpa menunggu lebih lama lagi Radit langsung menelepon Karina seperti tadi di rumah beberapa kali ditelepon tak diangkat sama sekali sampai habis nada panggil.
Baru untuk ke sekian kalinya mungkin setelah membaca pesan Radit telepon baru diangkat.
"Ya, Mas Radit ini Aku. Mas Radit benar lagi sendiri? Aku hanya mau mengabarkan kalau Bayinya agak panas, tapi Ros telah mengurusnya. Bagaimana permintaanku tadi pagi?" ucap Karina seperti begitu mudah memutuskan sesuatu yang akan berdampak pada masa depannya.
"Rina, Aku ingin bertemu Bayi kita dan kita bicara baik-baik, kenapa semua di bikin sulit? semua akan ada penyelesaiannya apa yang Kamu sampaikan tadi perlu Aku pikirkan dan perlu Aku rundingkan dulu dengan Andhini tidak begitu saja Aku jawab, jadi sebaiknya kita bertemu dulu," jawab Radit perlahan.
"Bukankah Mas yang bisa menentukan mau meneruskan pernikahan kita atau tidak tetapi Aku begitu ingin kita tidak berpisah tolong Mas pikirkan kembali demi anak kita, Aku ingin mengasuhnya membelainya dengan kasih sayangku sendiri walaupun tetap Nyonya Andhini bisa memilikinya," ucap Karina begitu licik tak sedikitpun menyinggung soal kompensasi bukan uang sedikit yang telah Andhini keluarkan sebagai kompensasi yang telah masuk ke rekening Karina.
Iya Aku mengerti, tetapi Andhini Aku juga belum tahu seperti apa pendapatnya, apa Dia mengizinkan atau tidak kita dengar bersama nanti saat kita bicara. Jadi apa salahnya kita bertemu, Kamu beritahu di mana sekarang juga Aku sama Rai yang akan menjemput Kamu, pikirkan juga kebaikan Anak Kita itu sekarang terlantar berada di mana? dalam pengawasan siapa? bagaimana kesehatannya? apalagi sekarang dalam keadaan musim dingin seperti ini Bayi berada di luar itu sangat tidak baik di cuaca seperti ini." Radit bicara sangat hati-hati seakan benar saja bicara sendiri tak ada orang lain di sisinya.
"Jadi Aku harus gimana Mas?" Kedengaran Karina begitupun dengan apa yang dilakukannya.
"Rina, sebutkan kamu itu di mana?"
******
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️
__ADS_1