
"Kenapa harus ada kata cerai? kalau memang kalian punya Anak, pertahankan semua itu Rina! kalau Aku akan berusaha sekuat tenaga mempertahankan rumahtangga ku apalagi ada Anak sebagai ikatan diantara kalian, bagiku Anak itu akan menjadi senjata juga bagi Kamu untuk memenangkan hati suamimu!" ucap Ros membesarkan hati Karina. Karina bengong saja sejak awal semua keputusan diambilnya sendiri itu yang terbaik menurutnya, kini ada masukan lain menjadi malah gamang hatinya, tapi tak urung membuat Karina tertarik juga.
"Entahlah Kak Ros, perjanjiannya seperti itu, tadinya Aku hanya ingin balas budi pada Tuan Radit yang kini jadi suamiku dan Nyonya Andhini yang telah mengangkat kehidupanku," jawab Karina sendu. Hatinya tak bisa lepas dari kata balas budi terhadap Nyonya Andhini.
"Karina, sebenarnya Kamu punya kekuatan besar untuk memenangkan hati suamimu, dibandingkan dengan istrinya yang sah karena Kamu punya keturunan sedangkan istrinya tidak. Itu akan menjadi pertimbangan yang sangat berat buat suamimu dan akan cenderung memilih Kamu. Perjanjian hanyalah tinggal perjanjian kalau menurutku biarkanlah semua itu! Mungkin Kamu akan merasa bersalah awalnya saja seterusnya akan hidup bahagia dengan anak dan suamimu." Ros seakan memberi angin baru buat Karina semakin ingin memenangkan keinginannya.
"Tapi Aku tidak bisa Kak Ros Aku tadinya hanya seorang pembantu seorang, perawat dari Nyonya Andhini, Aku tidak bisa memungkiri kebaikannya Andhini kepadaku memberikan sesuatu pelayanan memberikan sesuatu penghargaan mengangkat derajatku mengangkat keluargaku bahkan dia mempekerjakanku di Indonesia sebelum Aku setuju menjadi istri dari suaminya. Itu melalui perjalanan panjang, Nyonya Andhini setia menunggu kata sanggup, dan persetujuan dariku sampai akhirnya Aku siap dan benar-benar siap menjadi istri siri Mas Radit, istri sebatas dalam perjanjian selama kontrak sampai Aku hamil dan melahirkan," ucap Karina menjelaskan keraguannya.
"Itu karena keinginan yang kamu sebut Nyonya Andhini itu Rina, karena dia punya tujuan padamu begitu baik itu sebenarnya pada dasarnya semua orang juga akan seperti itu kalau punya cita-cita dan tujuan lain akan memperlihatkan sikap baiknya, padahal sama semua juga ada timbal baliknya, jelas Dia baik karena punya kemauan biar kamu mau menjadi seseorang yang dititipi benih suaminya." jelas Ros begitu semangat mengompori Karina.
"Tapi Nyonya Andhini sanggup memenuhi kewajibannya dan itu Aku anggap keseriusan, Dia bahkan berbicara yang membuat Aku semangat untuk maju terus sampai perjanjian ini selesai dan aku melahirkan. Nyonya Andhini masih menganggap Aku sebagai Adik dan tetap akan mempekerjakanku nantinya Itu juga kalau Aku masih mau tetapi mungkin Aku tidak memilih itu karena Aku akan mulai mandiri usaha dengan modal yang ada," jawab Karina hatinya belum terpengaruh walau sudah cenderung terpengaruhi dan gelisah antara keraguan dan ketakutan.
__ADS_1
"Itu salah Karina! yang lebih baik menurutku adalah Kamu tetap menjadi istri suamimu, Jangan pikirkan orang lain karena kebahagiaan itu layak untuk diperjuangkan di sinilah perjuangan Kamu, mulailah dengan semangat kenapa tidak memenangkan hati suamimu minimal kamu tidak dicerai karena akan ada tanggung jawab suamimu selamanya biar menjadi istri kedua juga, cuma pertahankan seperti itu nanti Aku bantuin seperti apa tekniknya setelah melahirkan biar kamu tetap ada di sini," ucap Ros seperti serius mau membantu Karina.
Karina menjadi bingung ragu takut gelisah dan juga galau pikirannya di satu sisi memang dirinya menginginkan tetapi di sisi lain keterikatan antara dirinya dengan Nyonya Andhini yang tidak bisa diabaikan begitu saja, tetapi kalau berpikir masa depan mungkin akan lebih baik seandainya dirinya tetap menjadi istri masih Radit minimal kehidupannya seperti ini semua serba tercukupi tidak perlu capek menjalani kehidupan.
"Aku bingung Kak Ros, sepertinya pulang ke Indonesia menata hidup dari awal berjuang kembali dan berusaha mandiri itu pilihan terbaik, Aku masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu anakku kapanpun Aku mau suatu saat nanti mungkin itulah harapan terbaikku."
"Tapi sebatas melihat tanpa di perkenalkan siapa identitas Kamu sebenarnya, mereka itu mungkin licik tetapi Kamu harusnya jangan bisa diperdaya seperti itu, Coba bayangkan melihat anak sendiri tumbuh gede, dewasa tanpa tahu siapa diri kita yang sebenarnya apa itu tidak membuat hatimu sakit?"
Karina diam, terus saja otaknya berputar dan berpikir memang benar sekarang saja dirinya baru hamil besar hanya memeluk perutnya setiap malam mungkin besok lusa lahir dirinya akan kembali ke Indonesia berpisah jauh dengan Anaknya sendiri, sebenarnya Karina telah mempersiapkan hatinya dengan keikhlasan tetapi mendapatkan pengaruh dari Ros teman yang menemaninya yang dikirim dari biro ketenagakerjaan dari suaminya membuat hatinya gamang.
"Sebaiknya Aku seperti apa Kak Ros? memang itu sudah lama Aku pikirkan bahkan Aku berpikir akan membatalkan perjanjian ini dengan mengembalikan uang tetapi berpikir juga seandainya Aku lepaskan seperti itu dan Mas Radit tidak mengurusku dan Anaknya akan seperti apa kehidupanku nanti membesarkan Anakku?" Akhirnya kecemasan Karina keluar juga ujung-ujungnya kasihan juga pada anaknya dan masa depannya.
__ADS_1
"itu tak akan menjadi Karina! pertimbangan suamimu pasti panjang nggak mungkin menelantarkan anaknya sendiri. Suami Kamu pasti akan membiayai Kamu dan Anaknya sehingga Kamu mengajukan opsi itu batalkan saja perjanjian itu! kalau Nyonya Andhini meminta kembali uang itu kasih saja! gampang semuanya bisa di atur justru itu perlawanan Kamu akan menjadi pilihan terberat suamimu sehingga nanti Dia akan memilih Kamu untuk menjadi istrinya minimal tidak menceraikan Kamu dan hidupmu tapi enak tapi jangan lupa Aku yang kasih ide hehehe ..." Ros bicara diakhiri dengan terkekeh.
"Gimana caranya Kak Ros?"
"Tolak memberikan Anak itu pada suamimu, dalam pengasuhan mereka kasih dua pilihan kalau nggak Kamu minta suamimu menikahi secara sah menurut hukum, Anak itu kasih sama Nyonya Andhini kamu bisa tukeran sama suaminya, jadi Kamu masih bisa punya Anak bikin Anak lebih banyak lagi nanti, beres kan?"
"Aku takut Kak Ros, takut Nyonya Andhini melaporkan kepada pihak yang berwajib dan Aku tidak ada yang membela Aku malah takut terjerumus pada hukum itu sendiri," sahut Karina merasa ketakutan.
"Pernikahan kalian saja sudah tidak beres menurut hukum, mereka pasti tidak akan berani melaporkan Kamu walaupun Kamu membatalkan perjanjian itu, itu hanya perjanjian tidak kuat menurutku, hanya formalitas doang tidak melibatkan hukum dan pengacara jadi itu hanya perjanjian biasa saja."
*******
__ADS_1
Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi karya Author di bawah ini, baca like dan komen membangun ya! 🙏❤️