Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Caulfield berdua


__ADS_3

"Mas, ini stasiunnya?" tanya Vira sampai di stasiun transit Caulfield, sambil melihat-lihat sekeliling kemegahan stasiun yang baru diinjaknya


"Iya Vira, di sini Kak Radit waktu itu kecelakaan, tapi sudahlah semua telah terjadi, kita tunggu saja Karina sama temannya Ros juga Bayinya di sini." Rai merengkuh Vira yang berjaket tebal duduk di sampingnya memandang hilir mudik kereta yang entah ke mana tujuannya.


Terasa seperti dalam kisah-kisah dan cerita sebuah buku atau film saja rasanya perjalanan cintanya dengan Rai juga melihat permasalahan yang ada di hadapannya, tentang Pak Radit dan Ibu Andhini bagi Vira semua itu terasa bukan kenyataan.


Kisah cintanya dengan Rai terutama, seperti sebuah mimpi bagi Vira mencintai dan di cintai seorang Adik majikannya seorang Anak Sultan kalau di Indonesia orang pasti menyebutnya pada Rai bukan satu kebetulan bagi Vira tapi satu ketakutan dan keraguan tersendiri yang di rasakannya, walau rasa itu tak bisa dipungkiri cinta telah menguasai dirinya memupuskan sedikit demi sedikit keraguan dengan melihat keseriusan dan cinta yang diperlihatkan Rai pada dirinya.


"Mas, Aku punya Adik dua yang masih di SMA sama SD. Orangtuaku hanya pedagang makanan jajanan anak-anak, Ibuku jualan sayur depan rumah Aku merasa malu kalau suatu saat Mas datang ke tempatku berkunjung," ucap Vira memulai obrolannya mengisi waktu sambil menunggu Karina datang.

__ADS_1


"Bagus itu Vira, setidaknya orantua Kamu adalah raja dalam usahanya sendiri, itu artinya mereka mandiri tidak menginduk pada siapapun, Aku malah bangga padamu dengan kemampuanmu dan merasa malu dengan keadaanku yang hanya bisa menghabiskan uang orang tuaku untuk kesenanganku tetapi sebaliknya Kamu berjuang untuk menghidupi diri sendiri dan telah bercita-cita untuk memberikan suatu kebanggaan kepada orang tuamu," ucap Rai memandang wajah Vira yang setiap incinya begitu di dikaguminya.


"Kenapa Mas Rai malah merasa bangga padaku? justru Aku tidak ada apa-apanya dan Aku merasa malu rendah diri juga tidak percaya diri dengan keadaan orangtuaku dan keluargaku," jawab Vira begitu jujur dengan keadaannya.


"Vira, Kamu adalah inspirasi bagiku telah merubah cara pandangku telah merubah cara berpikirku telah mendatangkan kesadaran pada kehidupanku telah memberikan jalan bagaimana caranya menjadikan hidup ini lebih berarti dan Aku bertekad setelah pulang nanti dari sini Aku akan memberikan hidupku meneruskan usaha orang tuaku dan Aku berharap Kamu ada disampingku kita sama-sama terapkan ilmu di usaha orang tuaku, Aku yakin semua akan maju dan Kita harus lebih memajukannya karena kita punya potensi yang lebih terbuka dengan ilmu yang kita raih di bangku kuliah kita," ucap Rai memberi peluang pada Vira.


"Semoga Aku menjadi orang yang bisa Mas percaya dan bisa diandalkan dalam hal apapun," ucap Vira sambil tersenyum memperlihatkan barisan giginya yang begitu rapi.


"Mas, seandainya semua ini bukan mimpi bagiku, mungkin kata apa yang pantas Aku ucapkan sebagai jawaban semua janji dan ucapanmu itu, hanya satu pintaku jangan kecewakan hatiku dan perasaanku Mas, Aku percaya dan meyakini Mas mencintaiku seperti juga hatiku yang tak bisa bohong dan menolak kalau Aku juga mencintai Mas," ucap Vira sambil menunduk.

__ADS_1


"Terimakasih Vira, biarlah stasiun Caulfield menjadi saksi cinta kita walaupun Kita dalam menghadapi masalah Kakakku bukan saat jalan-jalan di objek indah," ucap Rai merasa belum bisa memberi momen baik pada Vira.


"Biarlah Mas, kalau Kita jalani dengan hati senang semua terasa indah," sahut Vira sambil tersenyum.


Rai menarik nafas begitu lega, belum pernah merasakan kelegaan selain saat ini.


******


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️

__ADS_1



__ADS_2