Cinta Di Atas Perjanjian

Cinta Di Atas Perjanjian
Janji pulang pada Rai


__ADS_3

"Halo, siapa ini? Mas Rai ya?"


"Iya Karina, Aku Rai. Gimana kabar kamu sehat?" ucap Rai di ujung sambungan telephon.


"Ba-baik Mas, ada apa?" suara Karina terdengar agak gugup. Harusnya bukan kata itu yang keluar sari bibir Karina karena pasti Rai sudah tahu semua permasalahannya kini.


"Rina, Aku mau kita ngobrol dan cobalah Kamu jujur padaku sebenarnya apa yang Kamu inginkan dari permasalahan ini, biar semua cepat selesai dan semua baik-baik kembali tanpa meninggalkan satu rasa ganjalan di hati kita masing-masing antara Kak Andhini juga Kak Radit, Maaf sebelumnya sesungguhnya Aku tidak tahu perjalanan cerita Kakakku sampai menikahi Kamu dan Aku masih merasa seperti tidak yakin dengan keikhlasan Kak Andhini yang menyuruhnya menikah lagi, tetapi ternyata semua itu adalah begitu nyata di hadapanku. Kini Kakakku terbaring di rumah sakit dan mungkin harus melalui pengobatan yang lama sampai bisa sembuh total kembali, semua masalah jadi menggantung," ucap Rai berharap Karina bisa memahami apa yang akan di bicarakannya,


"Apa Mas orang yang bisa di percaya dan mengerti Aku?" tanya Karina setelah tahu Rai yang menelephon tak perduli itu di dekat Mas Radit atau di dekat Nyonya Andhini sekalipun.


"Kenapa kamu seakan tidak percaya terhadap siapapun, Kamu bisa mempercayaiku kalau kamu mau, bukankah Kamu menikah dengan Kakakku dulu atas dasar saling percaya dengan Kakakku dengan Kakak iparku Andhini, apa yang membuat Kamu berubah Karina?" tanya Rai begitu perlahan sedikit memasukkan faham kalau semua berawal dari persetujuan tanpa paksaan siapapun.


"Ya, Aku menikah atas dasar penawaran dan persetujuan tetapi ke sini-sini nya sebagai manusia biasa berubah dalam hal pandangan di tengah jalan itu wajar, begitu juga Aku setelah dirasa dan dijalani Aku hamil merasakan ikatan dengan Anakku dan Aku mulai jatuh cinta dengan Kakakmu minta satu hal yaitu tetap jadi istrinya walau istri kedua demi harapanku untuk tetap dekat dengan Anakku, tapi Aku tetap di dicerai. Aku merasa malu perasaanku malah tidak mendapat sambutan baik, kini Aku mengajukan lagi kompensasi 4 kali lipat dari Perjanjian awal, Aku ingin segera mengakhirinya Apakah kamu diutus Nyonya Andhini untuk negosiasi denganku?" ucap Karina berharap seperti itu.

__ADS_1


Ros yang mendengar pembicaraan mendekat sepertinya ingin memberi masukan tapi Karina tidak memberikan kesempatan Ros bicara biarlah keputusan ini dirinya putuskan sendiri seandainya ada yang harus diputuskan dari pembicaraan dirinya dengan Rai saat ini, dirinya sendiri yang akan memutuskan apapun pilihannya nanti.


"Rina, Aku tidak diutus sebagai seorang yang mengajak bernegosiasi denganmu, tetapi Aku menelepon hanya ingin bertanya satu hal, Apa keputusan yang Kamu ajukan itu keputusan final? meminta 4 kali lipat dari perjanjian awal dengan Kak Andhini?" tanya Rai lagi.


"Ya!"


"Kenapa Karina?"


"Apa keluargamu keberatan?"


"Aku hanya akan minta surat-surat penting Aku, karena Aku akan pulang ke Indonesia dengan Bayiku ini Aku akan memulai hidup baru dan berusaha melupakan segalanya walaupun Mas Radit sebagai Bapak dari Anakku merasa punya hati, silahkan memberi nafkah tapi kalaupun tidak tak akan ada nama besar di balik nama Anakku kelak, dan nggak akan Aku perkenalkan siapa bapaknya," jawab Karina dengan tegas, berusaha mengeluarkan apa yang menjadi uneg-unegnya selama ini.


"Kamu terlalu tega pada Anakmu sendiri Karina, sebegitu nya Kamu seakan menjual belikan Anakmu sendiri? Kak Andhini begitu mananti Bayi itu, juga Kak Radit harusnya semua sudah selesai tapi Kamu begitu egois dengan tuntutan di luar perjanjian itu!" ucap Rai mencoba menyudutkan Karina.

__ADS_1


"Jangan bicara seperti itu Rai! Aku berhak menuntut apapun dalam hidupku tidak akan terulang lagi saat Aku hamil saat di perutku ada pengingat bekas operasi yang tak akan pernah hilang sampai kapanpun semua itu akan selalu mengingatkanku, sudah sewajarnya Aku menuntut dari Keluarga Mas Radit karena Aku telah memberikan sesuatu yang sangat berharga yaitu Bayiku! Jadi timbal baliknya berikan jaminan buat masa depanku yang lebih baik lagi," jelas Karina begitu sedikit emosi serasa mendapatkan kesempatan bicara pada keluarga Mas Radit.


"Oke, baiklah Karina tuntutan apapun itu adalah hakmu, dan diterima ataupun tidak sebagai jawaban dari semua itu juga adalah hak Kak Radit sama Kak Andhini. Aku sudah mendengar jelas apa yang menjadi harapanmu satu lagi pesan yang disampaikan Kak Andhini yaitu mengharapkan Kamu pulang sebagai keluarga tidak seperti melarikan diri seperti ini, Kak Andhini tidak memaksa kamu harus mengikuti keinginannya dan perjanjian itu karena sudah kamu katakan dan itu juga pasti dimengerti Kak Andhini perubahan di tengah jalan itu wajar dan bisa saja terjadi, jadi sekali lagi Aku harapkan Kamu pulang saja dulu bersama temanmu itu juga Bayi Kamu tinggallah dulu sementara di hunianmu itu sampai Mas Radit sedikit bisa pulih lalu kita selesaikan semuanya bagaimana?" ucap Rai berujung dengan penawaran yang begitu lunak tanpa pemaksaan seakan Rai begitu setitik pengharapan bagi Karina di tengah keadaan dirinya yang begitu kacau juga keadaan finansial nya yang semakin berkurang dan berkurang setiap harinya.


"Rai, Aku percaya padamu kalau semua omonganmu bisa Aku pegang tapi Aku akan ngobrol dulu dengan Ros apa sebaiknya seperti itu, atau ada jalan lain, walau bagaimanapun Dia adalah sahabatku yang telah menerimaku dan menemaniku selama ini," jawab Karina tetap menghargai Ros walau dalam hati Rai begitu ingin mengatakan kalau selama ini Ros telah memberikan pengaruh jelek terhadap Karina juga terhadap keputusannya sehingga menciptakan masalah yang menggantung sampai saat ini.


"Putuskan sekarang juga! lebih cepat lebih baik keputusan ada di tanganmu bukan di tangan orang lain, bersikaplah dewasa dalam mengambil keputusan karena kalau keputusan ada campur tangan orang lain akan menimbulkan masalah di akhir nanti, Aku hanya memberikan saran dan katakan di mana Aku harus menjemput mu?" ucap Rai dengan suara wibawanya membuat Karina diam beberapa waktu.


"Baik Rai, jemput Aku sama kak Ros di stasiun transit Caulfield nanti sore, kini Aku mempersiapkan diri untuk beres-beres," jawab Karina dengan suara pasti.


"Ya sudah, semoga kita bisa bertemu di stasiun itu kembali nanti sore, Ingat jangan berubah lagi dan jangan mempermainkan Aku, cukup Mas Radit yang menjadi korban keadaan, sudah segitu aja dulu ya," ucap Rai menutup sambungan telephonnya.


******

__ADS_1


Sambil nunggu up Cinta di Atas Perjanjian, rekomendasi masih karya Enis Sudrajat di bawah, baca like dan komen membangun ya🙏❤️



__ADS_2